
Di Bawah cahaya lampu yang berkilauan. Seorang anak manusia meringis kesakitan menahan sesuatu yang mencoba menghancurkan hidupnya. Setidaknya itulah yang Long Chu pikirkan. Dia dalam keadaan di ambang kehancuran. Sakit yang bagai sejuta jarum menghujam setiap urat nadinya. Memperlebar pembuluh darahnya dan memperbesar kapasitas penyimpanan tenaga dalamnya.
"Biarkan saja dia seperti itu. Tinggalkan kami!" Perintah Ratu Bai Lin.
Dia sendiri tidak paham mengapa bola Kristal ramalan langsung menghantam perut pemuda itu dan menghilang dari sana. Sebab ini baru pertama kalinya bola kristal ramalan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi pemimpin kerajaan bereaksi seperti itu.
Tapi dia tetap menunggu apa yang sebenarnya akan terjadi selanjutnya dengan bola itu masuk kedalam tubuh pemuda itu. Seraya duduk dengan santai. Tangan gemulainya meraih gelas. Namun matanya tetap fokus melihat perkembangan Long Chu. Pemuda tampan yang kini meringkuk di lantai dengan teriakan yang tiada henti.
Long Chu tak bisa berbuat apa-apa. Seolah semua tenaganya dimusnahkan seketika. Seolah Qi tersumbat oleh sesuatu. Sesuatu itu tentunya bola Kristal ramalan yang sebelumnya berada di telapak tangan Ratu Bai Lin. Dia menggertakan giginya. Namun ada hal yang membuat dia senang. Perluasan pembuluh darah dan tulang menunjukan dia akan mendapat manfaat dari bola kristal itu.
Swing! Pedang Naga Merah keluar dari sela jari Long Chu dan menunjukan cahaya kuning yang disaksikan oleh ratu tanpa Long Chu tau.
Pedang itu berubah menjadi bentuk Naga, naga yang cukup besar melingkar Long Chu dengan kepala yang menunduk menatap Ratu. Bukan menunduk tunduk! Tapi menanduk untuk melihat kebawah. Dengan arogannya dia memancarkan aura yang mencekam. Aura pembunuhan yang langsung membuat Ratu Bai Lin bergerak berlutut.
"Salam hormat kepada Raja Naga Merah!" Ucapnya seraya menggesekan giginya yang terdengar gemeretak. Menahan tekanan yang begitu berat. Seolah gunung besar ditaruh di pundaknya.
"Apa yang kau lakukan kepadanya?" Tanya Naga Merah.
"Mohon ampun!.... aku tidak melakukan apapun yang merusak kepadanya. Hanya saja kristal ramalan milik leluhurku masuk ke dalam tubuhnya tanpa disengaja" Bai Lin berkata apa adanya. Dia tak mungkin berdusta di hadapan Legenda keagungan. Kecuali jika dia menginginkan kehancuran Klan Bai miliknya dan juga kerajaan yang sudah ribuan tahun berdiri kokoh.
"Hmm! Kau berasal dari dunia siluman. Apa yang kau inginkan darinya sehingga membawanya ke tempat ini. Apakah kau menginginkan kehancuran?" Tatap naga itu seraya bertanya. Matanya memancarkan keangkuhan seekor Naga dan kesombongan dalam perkataannya.
"Tidak Raja Naga!" Ratu Bai Lin mulai menceritakan asal muasalnya dengan cukup panjang waktu. Sedangkan Long Chu kini duduk bersila tanpa membuka matanya dan tanpa tahu keadaan genting yang terjadi. Dia memasuki pencerahan dengan kekuatan yang besar. Kristal ramalan memberikan dia sebuah energi besar yang langsung melesatkan tingkat kependekaran Menjadi Prajurit bintang sembilan. Ada tiga bintang yang langsung dilewatinya, yang artinya! Selangkah lagi Long Chu akan menjadi legenda. Dimana dia mencapai Pendekar Raja dalam usia yang sangat muda..
Tiga kali suara teredam itu terdengar memecah cerita yang dikisahkan oleh Ratu Bai Lin kepada Raja Naga.
"Emm. Mendengar seluruh kisahmu. Aku tidak akan menghancurkan kerajaan ini. Sebab kau juga telah membantu pemuda ini untuk naik tingkat secara tidak langsung. Jangan singgung tentang pertemuan kita. Karena dia tidak tahu keberadaan sejatinya diriku. Jika hal itu terjadi kau tentu tau akibatnya?! Dan lagi aku akan membantumu melalui perantara dirinya. Lakukanlah kultivasi ganda dengannya agar dia bisa mendapat energi siluman dengan hal itu akan memudahkannya untuk membantumu"
Ratu Bai Lin memerah wajahnya mendengar kalimat kultivasi Ganda. Dia tau tentang hal itu antara dua orang yang saling menempelkan tubuhnya. Meski dia sudah cukup tua dalam segi umur. Namun pengalamannya dalam hal itu sangat minim sekali. Apa lagi membayangkan akan berkultivasi ganda dengan pemuda itu. "Apa tidak ada cara lain lagi Raja!" Tanya Bai Lin.
Naga merah menggeleng "kau juga akan mendapat manfaat serta kau bisa pulang ke tempat asalmu sebab kutukan itu akan menghilang!"
"Benar. Tapi itu sangat kecil. Entah dari pihak ibunya atau ayahnya. Aku dapat merasakannya ketika darahnya meresap kedalam jiwaku" kata Naga merah.
"Baiklah jika begitu Raja. Aku akan berkultivasi ganda dengannya" jawab Bai Lin dengan wajah yang malu. Ini kali pertama untuknya membicarakan masalah seperti itu. Apalagi akan melakukannya dengan manusia. Bangsa yang jelas berbeda dengannya.
Dia berasal dari bangsa Harimau yang termasuk dalam binatang dewa, binatang yang sempat diagungkan diwilayah dewa. Hanya karena kesalahan leluhur di masa lalu membuat mereka diusir dan dikutuk, sehingga menghilang kedewaan mereka lalu menjadikan semua keturunan Klan Bai menjadi binatang siluman dan di pindahkan alam ke alam yang sangat rendah dimana mereka tidak bisa mendapatkan kedewaan itu lagi.
Hanya jika mereka terlepas dari kutukan itu, mereka akan mendapatkan kembali jiwa kedewaan, namun hal itu hanya akan didapatkan jika berkultivasi dengan manusia yang berdarah Dewa.
"Ingat kau hanya perlu berkultivasi ganda. Jangan melakukan hal yang lainnya." Pesan Naga Merah sebelum menghilang dari tempat itu dan berubah kembali ke bentuk pedang lalu masuk kedalam tubuh Long Chu.
Sepeninggal Naga Merah. Ratu Bai Lin yang memiliki umur ratusan tahun itu memandang pemuda yang baru berusia tiga belas tahun. Bisa dikatakan bahwa dia akan menindas yang muda. Tapi demi kembali ke tempat asal. Yaitu alam dewa.
Dia akan melakukan hal yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Memikirkan hal itu, wajahnya semerah tomat matang dengan rasa panas berada di pipinya.
Meski memiliki umur tua. Tidak menjamin bahwa orang itu memiliki pengalaman yang banyak. Contohnya Ratu Bai Lin. Menyinggung masalah itu, dia sama sekali belum pernah mencobanya.
Long Chu membuka mata setelah sekian lama dalam keheningan. Dia memperhatikan wajah malu yang diperlihatkan oleh ratu Bai Lin. Wajah keduanya hanya berjarak beberapa sentimeter saja.
Ratu Bai Lin tidak menyadari bahwa Long Chu sudah sadar. Dia berniat mencium namun angin sejuk menghembus ke wajahnya. Long Chu menghembuskan nafasnya. Segera Ratu Bai Lin membuka matanya dan menemukan mata mereka saling menatap satu sama lain.
"Apa yang ingin kau lakukan kepadaku?" Tanya Long Chu.
Pertanyaan itu langsung membuyarkan semangat yang menggebu dari Ratu Bai Lin.
"Tidak! Tidak ada. Aku hanya ingin melihat wajahmu lebih dekat saja" kata Ratu Bai Lin. Dia menarik diri dan berpaling menyembunyikan wajahnya yang sangat malu.
Long Chu merasa ada yang aneh dengan jawaban itu. Terdengar sangat ambigu. Namun dia tidak lagi mempermasalahkannya. Karena hatinya lagi diterpa kesenangan. Sebab bola Kristal ramalan itu kini menjadi satu dengan tubuhnya dia dapat merasakan kekuatan yang dahsyat dari dalam perut bagian bawahnya diantara tongkat sakti miliknya yang sedikit gelisah..