
Long Chu masih dalam keadaan duduk bersila. Antara meditasi atau kultivasi. Jika dilihat dari sudut pandang pendekar. Sekarang dia memasuki meditasi dengan penyatuan alam dengan menyerap tenaga dalam. Jika dipandang sudut kultivasi, dia sekarang memasuki keadaan spiritual dengan menyerap Qi.
Namun yang tidak orang lain tau, atau Putri Hua tau. Sekarang Long Chu berada di antara keduanya. Dia sedang melakukan penyerapan dari keduanya. Yang artinya jika dia berhasil! dia akan mempunyai kekuatan yang luar biasa dengan dua cadangan energi berada di tubuhnya.
Ada dua kekuatan yang keluar dari tubuhnya. Sebelah kanan hawa yang mencekam berwarna merah membara seperti membakar tubuhnya. Di Sebelah kiri ada warna bening dengan hawa lembut yang tidak menindas.
"Apa yang terjadi, mengapa ada dua warna yang berbeda keluar dari tubuhnya? Apakah ada keberkahan surga dalam dirinya?" Putri Hua yang melihat itu begitu tercengang dengan kenyataan. "Semoga saja ini berkah dari surga yang memang menginginkan anak ini untuk meniti jalan yang tidak pernah di titi oleh orang dari dunia ini" gumamnya lagi.
'Guru! Aku telah mendapat waris dari semua keahlianmu, dan akan aku wariskan kembali kepada seseorang yang akan mengantarkan semua pesanmu kepada keluargamu' Putri Hua membatin mengingat kenangannya bersama Guru sekaligus penyelamatnya.
Boom!! Suara bergetar yang cukup nyaring keluar dari tubuh Long Chu. Jika bukan karena formasi piringan emas yang berputar di kepalanya. Mungkin penginapan itu akan hancur hanya karena sapuan energi yang keluar tanpa disadari itu. 'Akhirnya aku bisa menembus ranah yang semestinya akan kutembus beberapa tahun lagi, kekuatan ini sungguh sangat tidak wajar, aku merasa bisa menghancurkan prajurit bintang sembilan. Bahkan walau aku masih berada di tingkat Prajurit bintang tiga'
Long Chu membuka matanya, sedang Putri Hua menarik piringan emas miliknya dan menyimpannya dalam sebuah cincin.
Long Chu yang melihat cincin dijari manis Putri Hua segera berbinar matanya. Dia menangkap kesempatan yang langka "apakah itu cincin spasial?" Tanya Long Chu dengan pelan. Dia tidak merubah posisi duduknya.
"Kau tau tentang Cincin Spasial?" Putri Hua sedikit menatap curiga.
"Aku hanya mendengarnya saja dari para tetua. Katanya sebuah cincin yang bisa menyimpan barang adalah Cincin Spasial yang luasnya melebihi kantong penyimpanan, seperti milikku ini!" Dia berkilah dengan sedikit omong kosong dan menunjukan Kantong penyimpanan berwarna merah.
"Apa kau mau cincin ini?" Tanya Putri Hua dengan menatap Long Chu.
"Anak kecil sepertiku ditawari barang berharga. Mana mungkin menolak" ucap Long Chu seraya mengalihkan pandangannya menatap atap
"Jika kau mau, Ambil!" Kata Putri Hua. Dia menaruh Cincin itu di telapak tangannya yang terbuka.
Long Chu segera bergerak dengan kecepatan gerakannya. Namun dia tetap tak bisa mengambil cincin itu. Gerakan Putri Hua begitu cepat melebihi kecepatannya. Long Chu terdorong dengan sejumlah kekuatan. Padahal Putri Hua hanya melambaikan tangannya saja.
"Tingkat raja memang luar biasa" ucap Long Chu memuji Putri Hua.
"Hmm. Apakah kau tau? apa yang ku tunjukan sebelumnya kepadamu, tentang ini?" Kata Putri Hua. Dia menunjukan api biru miliknya yang sekarang mengambang di telapak tangan.
Wush! Api merah menyala.
Long Chu mengeluarkan api berwarna merah di ujung telunjuknya. Meskipun itu kecil tapi dapat membelalakkan mata Putri Hua.
"Qi? Aku menyebut ini tenaga dalam juga. Tapi entahlah. Aku juga bingung bisa melakukannya!" Long Chu sekali lagi bicara omong kosong
Putri Hua melempar kembali piringan emas dan menggerakkan tangannya membentuk sebuah segel. "Formasi aktifkan!" Piringan emas itu membesar dan menyegel ruangan. Putri Hua menarik Long Chu tanpa aba-aba dan mereka menghilang dari tempat itu.
Dua orang wanita yang berjaga di luar tidak menyadari akan hal itu. Mereka sibuk berbicara berdua, entah apa yang mereka bahas.
"Dimana ini?" Long Chu bertanya dengan bingung.
"Kita berada di sebuah tempat yang hanya kita berdua yang tau tempat ini. Aku ingin kau menjadi Putra Angkatku. Jika kau mau. Akan ku berikan tempat ini untukmu berlatih. Disini ada begitu banyak metode pelatihan immortal. Dimana tempat ini adalah peninggalannya kepadaku. Namun ada sebuah pesan darinya yang hingga saat ini ataupun nanti aku tak bisa melaksanakannya" ucap Putri Hua. Dia mengajak Long Chu untuk melihat tempat yang begitu luas dengan banyak tumbuhan obat serta buah-buahan yang dia sendiri tidak tau buah apa itu. Namun dia tidak bertanya.
"Mengapa kau ingin aku menjadi putramu?" Tanya Long Chu penasaran. 'Mungkinkah dia ibu dari pemilik tubuh asli?' Long Chu membatin
"Wajahmu begitu mirip dengan seseorang dimasa lalu. Jadi aku ingin menjadikanmu putraku. Kamu tidak keberatan bukan?"
"Tentu, salam kepada ibu!" Long Chu segera bersujud. 'Mungkin dia belum mau mengungkapkannya atau ada sedikit kesulitan. Jadi tidak mengatakan hal yang sesungguhnya' lagi-lagi Long Chu membatin. 'Sudah lama aku tidak merasakan kasih sayang seorang ibu, tidak masalah. Walaupun jiwaku lebih tua darinya. Namun sekarang tubuhku lebih muda. Dan sepertinya dia memang ibu dari pemilik tubuh ini'
"Terima kasih kau sudah mau menjadi anakku, Putri Hua langsung melepaskan cadarnya. "Ayo kita masuk kedalam rumah!" Ajak Putri Hua.
"Ibu sangat cantik!" Puji Long Chu. jiwa tuanya memandang dengan lekat kecantikan alami yang bagai dipahat oleh dewi.
"Kau pintar memuji. Apakah orang tuamu yang mengajarkan hal itu?" Tanya Hua.
"Aku tidak memiliki orang tua semenjak kecil. Aku dipungut oleh seorang nenek yang cukup tua. Yang kini sudah tidak ada lagi didunia ini" ucapnya sedih. Dengan sedikit genangan air mata yang berasal dari perasaannya. Bukan karna jiwa lamanya orang yang cengeng. Namun memang karena perasaan itu tumbuh seiring waktu, dengan mata kecilnya dia dapat melihat bagaimana Nenek Zhou memperlakukannya dengan baik.
'Maafkan aku Nak, akulah ibumu! Tapi belum saatnya kau tau. Kalung berwarna biru itu adalah tanda pemberianku, ketika aku melahirkanmu'
"Duduklah. Aku akan mengajarimu cara membuat sebuah Pil. Ini adalah warisan dari guruku. Dan jangan pernah kau tunjukan kepada orang lain di alam ini. Karena itu akan sangat berbahaya untukmu. Jika kau ingin pamer. Tunjukan saja bahwa kau adalah murid dewi obat. Dengan plakat ini kau akan dihormati oleh perkumpulan obat dan ramuan di seluruh pelosok kekaisaran bahkan kau bisa mendapatkan diskon"
Putri Hua menyerahkan Plakat berbentuk segi empat kecil dengan tinta emas kepada Long Chu dan itu langsung disambut dengan senyuman yang mengembang di wajah Long Chu.
"Terima kasih banyak Ibu"