
"Sayang! Apa kau ingin membunuhku?" Terdengar ditelinga Long Chu, panggilan rindu yang membius kalbu.
Api yang pada awalnya beriak kesenangan kini padam. Sejak mata Long Chu membulat, menatap nanar wajah yang di rindukannya.
Dia mendekat kearah Xia Lan, wanita pertama yang dinikahinya dan terakhir di kehidupan masa lalunya. Kedua tangannya terbuka dan mendekap erat tubuh itu.
"Terima kasih Chen Long atas wajah ini. Aku merasa kau juga pun tahu bahwa aku masih mencintainya walau bukan dengan tubuhku di masa lalu. Tapi hati dan perasaan ini tetap masih yang dulu"
Chen Long ingin memanfaatkan itu demi mendapatkan tubuh Long Chu. Tetapi sial baginya! Pemuda itu meski terpengaruh, tapi itu hanya sedikit dan kini dia terjebak dalam dekapannya.
Ibaratnya dia yang membuat jebakan. Dia pula yang menginjaknya.
Api biru menyala kembali. Namun kali ini menyelimuti seluruh tubuh dari keduanya. "Ayo kita bergabung. Aku akan jahat kepada musuh. Dan kau akan baik kepada teman!" Pinta Long Chu kepada Chen Long atau iblis hati yang menyerupai dirinya di masa lalu.
Sedangkan penjaga tubuh Long Chu kini telah menyelesaikan penyerapan empat buah Kristal Roh yang didapatkannya. Kini dia hanya menunggu apakah akan berhasil pemuda itu mengatasi dendam dihati.
"Aku akan mengajakmu ke alam dewa suatu hari nanti" gumamnya tersenyum melihat perkembangan cepat yang didapat oleh pemuda itu. Padahal pemuda itu masih kecil. Bahkan usia tulangnya saja masih tiga belas tahun.
"Aku tak sabar melihat kau tumbuh dewasa" setelah itu dia keluar dengan bentuk kecil untuk melihat keadaan di kerajaan.
"Mengapa sangat sepi tempat ini. Apakah peperangan sudah dimulai?" Naga merah bingung, sebab tidak mendengar suara kebisingan apapun disekitar.
Boom! Sebuah ledakan besar mengguncang kerajaan Bai.
"Benar, mereka sudah menyerang aku harus menunggu pemuda itu untuk menjadi bantuan. Aku juga sudah berjanji kepada Bai Lin untuk membantu kerajaannya melalui tangan pemuda itu" gumamnya. Segera dia kembali menghilang dari celah dimensi yang terbuka dan muncul kembali dalam cincin dunia. Jika dia bukan ahli formasi di masa lalu. Pasti akan kesulitan untuk melakukannya. Sebab hanya seorang ahli dalam bidangnya yang mudah melakukan hal itu.
Swush! Rambut panjang hitam bergelombang, ikal mayang sedikit pada ujungnya naik ke atas. Aura besar keluar dari tubuhnya, cahaya kuning naik ke atas melambaikan pakaiannya.
Matanya bercahaya dan terbuka. Duar! Kali ini ledakan dalam tubuhnya terdengar cukup nyaring ketika pembatas ranah pendekar Raja dapat ditembus.
Long Chu tersenyum mendapati dirinya seperti itu. Ini suatu hal yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Bahwa di umurnya ke tiga belas tahun akan menapaki tingkat pendekar raja.
Awalnya dia sempat putus asa, ketika dia bisa menyerap tenaga dalam tapi tidak bisa menyimpannya karena ada kebocoran yang dia tidak tahu penyebabnya. Saat itu dia merasa dipermainkan oleh surga.
Akan tetapi, setelah berjalannya waktu hal itu lebih menguntungkan. Jika seandainya dia bisa menyimpan tenaga dalam. Mungkin dia tidak akan pernah bisa menyimpan Qi. Sebab keduanya berbeda dan mungkin tak bisa menyatu layaknya air dan minyak.
Long Chu menyapukan pandangannya ke sekitar, mencari dimana keberadaan naga merah sekarang.
"Sepertinya kau sudah naik tingkat. Ayo keluar dari cincin ini. Kerajaan Bai sudah di ujung tanduk!" Ucapnya tergesa-gesa.
"Baiklah. Saatnya menepati janjiku kepadamu!" Ucapnya. Lalu dia menghilang dari tempat itu dan muncul di aula istana. Dimana sebelumnya tempat itu menjadi tempat dia menghilang karena ada keganjilan terhadap ratu Bai Lin.
'Segera keluar dari tempat ini' naga merah mengirim transmisi suara dalam kepala Long Chu.
Long Chu terkejut mendengar ada suara yang terngiang di kepalanya. Namun dia tidak mencoba menjawab atau mencari tahu. Sebab hal itu belum penting untuk masa sekarang.
Segera Long Chu mendorong pintu. Tidak ada penjagaan sama sekali di depan aula istana. Dia pun menggunakan teknik monyet mencuri mangsa yang telah diajarkan Nenek Zhou kepadanya.
Secepat kilat. Seringan kapas.
Dia sampai dimana kericuhan terjadi. Tanpa bertanya di mengeluarkan pedang dari cincinnya. Pedang naga muncul di tangannya dan langsung dia menari dengan gerakan sederhana. Dia membunuh siluman yang berbeda pakaiannya dari pasukan kerajaan Bai. Terlebih yang memiliki niat membunuh terarah kepadanya.
Dari kejauhan Ratu Bai Lin melihat apa yang dilakukan oleh pemuda itu. Pemuda yang telah merebut hatinya. Pemuda yang juga akan melepaskan kutukan dalam darahnya hingga dia bisa naik ke alam dewa. 'Apapun caranya. Kau harus mau berkultivasi ganda denganku!' Pikiran Ratu Bai Lin seketika kacau dengan hasrat yang menggebu dan itu menggetarkan dadanya.
"Itukah pemuda yang ratu ceritakan akan menjadi pembeda dan juga penghancur raja Ye?" Tanya Bai Du. Penasehat kerajaan yang sudah ratusan tahun menjabat pangkat itu.
Ratu mengangguk.
"Tapi dia hanya berada di ranah pendekar Raja bintang satu. Sedangkan raja Ye berada pada bintang lima!" Ucap Bai Du, dia tidak bisa meyakini begitu saja tentang ramalan Ratu Bai Lin. Meskipun terkadang benar apa yang dikatakannya dan akan menjadi kenyataan. Hanya saja, sulit untuk mempercayainya. Jika saja pemuda itu berada pada bintang empat, itu akan menjadi sebuah tantangan. Tapi ini! Apa tidak menggali kematian? Kata Bai Du.
"Siapapun akan menatap remeh hal itu. Tapi tidak ada yang tau tentang takdir seseorang!? Jadi lihat saja, apakah ramalan itu salah atau memang ilmu pengetahuan kita terpaku hanya pada tingkatan/ranah saja" ucap Bai Lin. Dia sangat yakin. Apalagi di sisinya ada raja naga merah yang selalu melindungi dan menjadi kartu andalan pemuda itu.
"Ayo serang mereka. Hancurkan!" Perintah Ratu Bai Lin. Setelah pemuda yang menjadi ramalannya datang. Waktu sebelumnya, dia hanya mencoba bertahan. Sebab dia memang mengulur waktu untuk pihak musuh masuk dan akan mengurung mereka di dalam lalu menghujani mereka dengan panas berapi.
'Maju terus kedepan. Bunuh siluman yang lebih kuat untukku!' Naga merah lagi-lagi mengirim transmisi suara kepada Long Chu. Dan itu menghentikan pergerakannya satu detik. Namun satu detik sangat berharga bagi seseorang yang berada dalam peperangan.
Swush! Tusukan tombak mengarah kepada Long Chu, beruntung dia diselamatkan oleh reflek tubuh yang bergerak sendiri ketika ingin ditusuk. Tapi itu tidak bisa digunakan terus menerus.
Slash! Long Chu membalas dengan ayunan pedang yang langsung memenggal kepala siluman bison itu.
Dia bergerak lagi dan setiap gerakan dan ayunan pedangnya akan membunuh siluman. Entah dengan cara ditusuk, ditebas dan digorok.
Dia terlihat sangat menikmati..