
Dalam keheningan malam itu yang begitu sunyi. Tiga orang yang terjaga memperhatikan tubuh Long Chu yang mengeluarkan cahaya hingga menerangi hutan itu dengan lingkup yang cukup luas. Mereka pun dapat melihat hutan yang sebelumnya dijadikan pertempuran. Ada beberapa mayat binatang siluman kecil yang tak bersalah terkena imbasnya.
Setelah beberapa tarikan nafas cahaya yang menyilaukan itu tampak memudar dan masuk kembali kedalam tubuh Long Chu. Tubuh Long Chu kembali seperti semula seperti tidak terjadi suatu apapun sebelumnya namun ada suara teredam yang terdengar dan gejolak energi dapat dirasakan oleh ketiganya
"Apa yang terjadi dengan Kak Chu?" Gumam Yun Fei Yang.
Zhan Shi yang mendengar gumaman itu segera menimpali "sepertinya Senior Chu sedang naik tingkat" katanya bersemangat.
"Tapi cahaya apa yang keluar dari tubuhnya. Tidak pernah aku menemukan catatan ketika seseorang menerobos alam. Akan mengeluarkan cahaya seperti barusan" kata Yun Fei Yang. Dia masih bingung. Sebab ini pertama kalinya mendapati hal yang seperti itu. Bahkan dia baru pertama kali berada di hutan yang dihuni oleh para siluman. Dan kemungkinan dua lainnya juga sama.
"Sebaiknya kita tunggu Senior Chu selesai dengan pengisian tenaga dalamnya" timpal Hu Li.
"Kau benar! Terus masukan kayu dan rerumputan yang ada agar tidak padam api ini" kata Yun Fei Yang.
Swoosh! Beberapa orang muncul di dekat mereka. Orang-orang itu menyerupai bentuk manusia pada umumnya dan mengelilingi ketiganya dan segera membawa tiga orang itu tanpa perlawanan. Entah apa yang dilakukan mereka, hingga ketiganya pasrah saja.
Tubuh Long Chu diangkat dan diperlakukan dengan lembut.
……
Long Chu yang berada dalam cincin dunia tidaklah tau apa yang terjadi dengan tubuhnya diluar. Dia merasa senang dapat naik tingkat sekarang. Dengan ranah yang sudah berada di tingkat pendekar Prajurit tahap Enam. Akan menjadi harapan bahwa dia bisa membawa sahabatnya dan dua teman lainnya untuk keluar dari dunia siluman tersebut.
"Akan ku beri nama dirimu dengan nama Pedang Naga Merah. Karena ada gagang yang berbentuk kepala naga ditambah sarung yang memiliki ukiran ekor naga berwarna merah. Semoga dengan nama ini kau bisa bersamaku. Bertarung denganku. Serta membantu menumpas kejahatan dan membantu membalas dendam." Kata Long Chu kepada pedang yang kini berada ditangan kanannya. Yang masih tercabut dari sarungnya.
"Gerakan pertama, Seni pedang mengoyak langit!"
Wush! Wush! Dia membuat gerakan yang super cepat. Dia harus terus mengasah ketajaman serangan dan teknik pedang dewa yang diyakini dapat membunuh dewa sekalipun jika sudah berada pada tingkatan tertentu.
"Gerakan kedua, Seni pedang pembunuh dewa!"
Pedang itu sangat ringan dan dapat mengimbangi ringan tubuh Long Chu yang bergerak kesana kemari dalam ruang kosong, tempat pelatihan itu. Untungnya dalam cincin dunia bukan hanya menyediakan tempat pelatihan Pil namun juga menyediakan tempat pelatihan bertarung dengan ruang kosong maupun dengan beberapa boneka. Namun semua boneka yang disediakan sudah habis hancur. Itu juga karena perbuatan Long Chu yang terlalu bersemangat dalam pelatihan sebelumnya.
"Saatnya keluar dari cincin dunia" gumam Long Chu seraya memasukan pedang itu ke sarungnya. "Kita sekarang berada di dunia siluman. Jika kau ingin memakan lebih banyak krystal roh, bantu aku keluar dari tempat ini" katanya seraya menatap pedang itu yang bergetar. Mungkin mengiyakan!
Long Chu membuka matanya perlahan dengan sebuah senyuman yang mengembang di wajahnya. Akan tetapi senyumannya langsung memudar ketika dia menyapukan pandangan dan tidak menemukan keberadaan tiga orang temannya. Bahkan dia memahami keberadaannya yang kini tidak dihutan lagi, namun di sebuah ruangan tertutup dengan beberapa teralis.
Dia melihat seseorang yang menyerupai manusia datang ke arahnya. Mungkin untuk memeriksa. Long Chu tidak berpura-pura. Dia berdiri dengan tangan yang tersimpan di belakangnya dan bertanya "dimana ketiga temanku?"
Namun orang yang ditanya tidak menjawab dia diam seperti orang bisu saja. Tangannya meraih gembok yang menjadi kunci ruangan itu dan menarik pintu. Dia mengulurkan tangannya untuk menarik Long Chu. Tapi Long Chu memilih mundur. "Katakan kepadaku lebih dulu! Dimana ketiga temanku?" Ulangnya bertanya.
"Asalkan dijamin aku akan menurut!" Kata Long Chu. Tak mungkin dia melawan jika dia tidak tahu bagaimana dan dimana keberadaan tiga orang itu. Dia bukanlah orang yang suka menghianati teman.
"Itu tergantung kepada keputusan ratu! Sebab kau sudah membuat kekacauan di dunia kami" kata orang itu.
Long Chu mengikuti orang itu. Berjalan dibelakang sambil memperhatikan jalan dan tempat-tempat yang dilewati.
Masuk ke sebuah aula. Long Chu dapat melihat kehadiran orang banyak dari berbagai kursi duduk dengan tingkatan yang berbeda-beda pula. Dia masih mengikuti langkah orang didepannya. Semakin dekat. Dia dapat melihat ada seorang wanita yang cukup muda dalam tampilannya. Entah dari segi umurnya. Terkadang wajah bisa menipu. Wanita itu duduk di singgasana besar dengan lapisan emas pada pegangannya. Pakaiannya sangatlah indah begitu pula dengan wajahnya yang teduh dipandang.
Memiliki mata yang bulat dengan bulu mata yang lentik namun memiliki sorot mata yang tajam. Alis yang sedikit tebal dan hitam seperti pedang. Ada pula hidung mancung yang menambah kesan sensual jika dipandang. Sayang tubuhnya tidak terlihat jelas sebab dia masih duduk dengan pakaian lebar yang menutupi apa yang ada di baliknya.
"Hamba membawanya ratu!" Ucap orang itu.
Sang ratu melambaikan tangannya dan mengangguk. Orang itu langsung duduk di tempatnya. Tinggal Long Chu yang sekarang berdiri di tatap oleh semua orang yang ada di sana tanpa keramahan.
"Apa kau tau kesalahanmu?" Tanya sang ratu.
"Apakah dengan masuk kerumah orang tanpa permisi?" Tanya Long Chu. Sambil mencoba merasakan keberadaan ketiga temannya. Long Chu pun tersenyum karena dapat menemukannya tidak jauh berada dari tempatnya sekarang berdiri.
"Kau cukup pintar untuk ukuran manusia ta→" ketika Ratu ingin menyambung ucapannya. Long Chu memotongnya.
"Tapi aku tidak bermaksud masuk ke wilayahmu. Jika pun aku tau jalan keluarnya. Pasti aku tidak akan masuk sembarangan" kata Long Chu
"Kau tidak boleh memotong pembicaraan ratu!" Seorang yang berada tidak jauh dari ratu langsung bersuara.
"Aku tidak berkata kepadamu, kamu jangan asal bicara kepadaku" tatap Long Chu. Entah mengapa dia memiliki kepercayaan diri. Meskipun dia kalah dalam segi kuantitas apalagi kualitas. Sebab tidak ada yang lebih lemah darinya yang berada pada ruangan itu.
Ratu melambaikan tangannya dan berkata. "Jing, duduklah!"
Orang yang dipanggil Jing itu menjawab "maafkan aku ratu!" Ucapnya lalu duduk ditempat semula menahan kekesalan.
"Pertama kesalahanmu masuk tanpa izin. Kedua membunuh bangsa kami"
"Bagaimana aku tidak membunuh jika nyawa terancam. Apa kau pikir dengan hanya bertahan bisa membebaskan diri dari kematian? Tidak semudah yang dikatakan. Aku sebagai bangsa manusia tidak akan memburu siluman jika memang tidak diburu!" Sahutnya tegas
Hari ini satu lagi → Istri mau melahirkan. Minta doanya. Jika besok tidak up berarti masih sibuk. Tapi akan diusahakan untuk up meskipun tidak dapat menentukan waktu.. minta doanya.