Legenda Long Chu

Legenda Long Chu
Melawan Tang Rui


Panas terik matahari dapat dirasakan, ditambah panas telinga mendengar teriakan raja yang kejam yang meminta Chu Tian untuk mendiskualifikasi Long Chu, pemuda yang telah mengalahkan Chu Yang dalam duel sengit perebutan juara.


Chu Tian bingung, namun jika tidak menuruti perintah raja dia akan mendapat masalah.


"Long Chu! kau didiskualifikasi karena telah melewati batas dari ranah yang diizinkan oleh panitia dalam ikut serta kompetisi ini!" Chu Tian memutuskan untuk mengatakan, walau bertentangan dengan hati nuraninya.


Penonton masih menunggu respon dan apa yang akan dikatakan oleh pemuda dari sekte fajar senja itu. Jika dia tidak berkata apapun, berarti itu memang adalah kebenaran.


"Apakah mungkin seorang pemuda yang sangat muda dapat mencapai tingkatan itu? Tolong! Apakah ada yang bisa menjelaskannya padaku?"


Tidak ada yang bisa menjelaskan hal itu. Semua orang masih menunggu.


Tang Rui melepaskan bilah pedang yang diapit oleh jarinya membuat Long Chu harus menyimpan pedang itu pada kantong penyimpanan.


Tang Rui melihat ada lingkaran hitam pada jari Long Chu yang membuatnya yakin satu hal. Dan dia tersenyum. "Dimana sekarang keberadaan Gu Zhong?" Tang Rui bertanya.


Long Chu mengernyitkan kening ketika mendengar pertanyaan itu. "Siapa itu Gu Zhong? Aku tidak pernah mendengar namanya!" Jawab Long Chu.


"Haha. Kau berpura-pura tidak tahu. Lantas dimana kau mendapatkan kekuatan seperti ini diusia muda dan bahkan kau memiliki cincinnya!"


Long Chu mundur ketika Tang Rui menyinggung soal cincin yang melingkar di jarinya. 'Dia menyangka aku adalah murid dari guru ibu. Berarti masih tidak ada yang tau aku adalah reinkarnasi Chen Long yang memiliki ingatan kitab pedang dewa' Long Chu berpikir cukup banyak.


"Kau adalah pembunuh yang dikatakan Guru!" Long Chu berpura-pura seolah memang dia adalah murid dari Gu Zhong.


Matanya menatap marah!


"Ini memang tidak perlu dirahasiakan. Cepat serahkan cincin itu!" Perintah Tang Rui, meski di hadapan banyak orang, dia tetap mengungkapkan niatnya.


Belum lagi habis keterkejutan mereka tentang didiskualifikasinya Long Chu serta dugaan bahwa pemuda itu sudah mencapai ranah pendekar raja, kini dikejutkan lagi oleh perkataan keras dari Patriark Tang Rui tentang cincin, Cincin apa itu?


"Kalian semua pergilah! Tinggalkan tempat ini dan jangan berpaling! Perintah Wan Hao kepada murid dan tetua yang ada di stand Sekte Fajar senja, kemudian dia melompat ke arena dan berdiri di depan Long Chu. "Pergilah. Aku akan menghadangnya untukmu!"


"Oh ada pahlawan, aku juga memiliki urusan denganmu, kebetulan sekali kau dan dia ada disini, jadi aku tidak perlu lagi mendatangi Sekte kalian yang kecil itu"


Tang Rui menyapukan pandangannya ke segala arah. "Aku hanya ingin mengambil sesuatu yang menjadi hakku. Jika kalian ingin menonton pertunjukan, duduk yang tenang. Jika tidak suka, pergilah! Tapi jangan sekali berniat mengganggu. Karena aku akan bersikap kejam!"


Penonton diam, seperti yang dikatakan oleh Tang Rui, mereka diam dan duduk dengan tenang.


Terlihat beberapa orang masuk dari semua pintu masuk dan menyesaki penonton tanpa disadari oleh sebagian orang, karena mereka hanya berfokus pada arena. Dimana kini empat orang berdiri.


"Patriark Tang! Mohon jangan membuat keributan. Pertandingan masih belum diumumkan pemenangnya dan masih ada pertandingan lanjutan" ucap Chu Tian.


Kini tidak ada lagi formasi yang akan membatasi serangan mereka keluar. Semua orang berpotensi terkena serangan.


Melihat hal itu para penonton panik dan sebagian berdesakan keluar dari kawasan itu. Meski ada begitu banyak penjaga. Namun mereka terus mendesak.


Kacau, semuanya kacau. Walau begitu, sebagian orang masih ada yang bertahan, meskipun terkadang itu dianggap tindakan konyol karena ingin menempatkan diri pada bahaya kematian. Tapi memang ada saja orang yang selalu tidak peduli dengan resiko itu.


"Apa yang kau cari juga tidak ada kepadaku, aku sudah membuangnya di hutan gelap!" Ucap Wen Hao.


Sementara itu Long Chu tidak menarik diri dari belakang Wen Hao, dia malah mendekat. "Guru! Jika sendirian kau tidak mungkin bisa melawannya, lebih baik aku membantu! Aku tidak meragukan kekuatanmu tapi juga tidak meremehkan kekuatan lawan" Long Chu berkata disamping dengan percaya diri. Lawan adalah seorang immortal, yang artinya sudah bisa dipastikan memiliki segudang pengalaman. Terlebih memiliki tingkatan yang jauh lebih tinggi. Jadi jika hanya memasang satu badan akan tumbang dengan cepat.


"Jika itu pilihanmu, aku tentu bangga bisa bertarung bersama dengan murid baik sepertimu, ayo kita selesaikan! Apa kau ingat gerakan kombinasi yang pernah kita latih dulu?"


Long Chu mengangguk.


Tang Rui sudah mendekat. Dengan gerakan singkat, dia tiba begitu cepat dihadapan Wen Hao dan mengayunkan telapak tangan dengan tapak yang berwarna merah, memburu ke arah dada.


Long Chu bergerak dengan pedang Nirwana yang muncul di tangan. Menghunus ke depan dengan aliran Qi pada pedang yang langsung berwarna fijar. Wen Hao terkejut melihat kemampuan Long Chu. Dia tidak merasa pernah mengajarkan hal semacam itu, namun dia tidak heran, karena Long Chu sejak ditemukan di hutan penuh dengan kejutan, seolah dia adalah anak atau titisan dari seorang dewa.


Pedang itu mencekal telapak tangan yang mengarah ke dada Wen Hao. Membuat Tang Rui menarik tangannya.


Dia tau ukuran kekuatan yang dikeluarkan oleh anak muda itu tidak sama dengan kekuatan yang sebelumnya ketika melawan Chu Yang.


Namun dia tetap berwajah tenang, yakin dengan betul, melawan dua orang yang berada pada ranah raja paling tinggi hanya bintang lima itu. Bisa dilakukan semudah membalik telapak tangan. Akan tetapi dia memperlambat waktu hanya untuk mempermainkan keduanya, agar dapat melihat wajah keputusasaan dari lawannya.


"Kau menguasai Qi dengan sangat baik, tapi sayang! Ranah yang kau miliki sangat jauh denganku!" Tang Rui berkata dan menghilang dari pandangan semua orang yang melihat dengan fokus ke atas arena.


Long Chu bersiaga. Begitu pula dengan Wen Hao, mereka saling membelakangi untuk menutup titik buta dari masing-masing.


"Long! Dia berada di samping, ayo gunakan serangan ganda!" Insting Wen Hao cukup tajam dan dia langsung memberikan arahan.


Long Chu mengangguk dan melompat ke arah bahu Wen Hao dan berdiri disana. Lalu menggunakan gerakan yang hampir sama. Dengan pedang yang sama-sama terhunus kedepan.


Entah sejak kapan Wen Hao juga mengeluarkan pedang yang jarang sekali dipakai olehnya.


Long Chu melentingkan tubuhnya dengan berputar setelah melompat dari bahu Wen Hao menuju Tang Rui yang sudah terlihat muncul sesuai perkiraan. Dia menyerang lebih dulu dengan serangan pelapis dilakukan oleh Wen Hao dari belakang.


Tang Rui tersenyum melihat kombinasi serangan itu, dia melambaikan tangannya. Sebuah tombak muncul di tangannya. Dia juga memiliki cincin. Tapi hanya cincin Spasial bukan seperti cincin dunia seperti yang ingin direbut dari Long Chu..