
Tak terasa waktu berjalan di sampingnya. Dia tetap asik semalaman dalam keheningan meditasinya.
Long Chu membuka matanya. Ketika silau mentari pagi menembus jendela yang terbuka dan menghantam wajahnya. Dia pun segera berdiri melakukan olahraga sedikit dengan menggerakan beberapa persendian hingga berbunyi kretak.
Setelah itu dia berjalan ke kamar mandi yang tersedia dalam kamar itu. Beberapa detik berlalu dia keluar dengan pakaian yang sudah berganti.
Long Chu segera mencari satu sosok yang ingin ditemuinya.
Berjalan pada lorong rumah yang tidak terlalu besar. Namun rumah itulah yang terbesar di desa itu. Long Chu dapat mengetahuinya hanya dengan melihat struktur bangunan yang lebih tinggi sebelum memasuki kediaman itu.
Mendapati seorang tukang sapu yang bukan sembarangan tukang sapu, karena memiliki kekuatan yang sulit dipercaya jika bukan dipakai sebagai penyamaran. Tapi di mata Long Chu penyamaran ranah tidak berguna bila berada dibawahnya.
"Paman! Apakah kau tau dimana keberadaan ketua Zhi?" Long Chu mendekat dan bertanya. Seraya memberikan senyuman seorang anak muda yang menghormati orang yang lebih tua. Terlebih dia menangkupkan kedua tangannya dan sedikit membungkuk.
Tukang sapu itu memberikan tatapannya, menelisik seorang pemuda yang berada pada ranah emas bintang enam itu. Dia telah mendengar kabar bahwa pemuda ini yang telah menyembuhkan ketua yang sudah belasan tahun menderita racun. Dan sepertinya dia harus ramah kali ini. "Hem. Ketua berada di taman sebelah sana" tunjuk tukang sapu itu sambil menjawab.
"Terima kasih paman" ucap Long Chu, dia segera meninggalkan tempat itu menuju arah yang ditujukan kepadanya.
"Pemuda yang sopan, jarang ada orang yang seperti itu. Bahkan di usianya yang sangat muda sudah memiliki tingkatan seperti. Dimana umumnya orang yang berada di tingkat itu setidaknya sudah berada pada umur dua puluhan. Tapi dia?! Ckck dunia memang sudah berubah dengan banyak. Apakah ini suatu pertanda untuk perubahan selanjutnya?" Tukang sapu bergumam. Setelah itu dia melanjutkan lagi aktivitas yang tertunda sebelumnya.
"Ketua Zhi, salam!" Long Chu memberi salamnya. Setelah melihat Shen Zhi Ran menghentikan latihannya. Dia berlatih gerakan beladiri di taman itu. Meskipun sudah tua tapi dia menyiapkan segalanya untuk sebuah rencana.
Shen Zhi Ran menoleh dan melihat seorang pemuda berdiri di dekatnya 'Aku hampir tidak bisa merasakan kehadirannya, jika dia adalah mesin pembunuh mungkin aku akan mati dengan cepat meskipun lebih tinggi kekuatanku darinya' Shen Zhi Ran membatin.
Memang betul, Long Chu lebih rendah empat bintang dari Shen Zhi Ran tapi jika memang bertarung. Dia akan tetap memberikan perlawanan, meskipun tetap kalah.
"Sini duduk nak!"
Long Chu langsung menurunkan pantatnya di tempat yang ditunjukan oleh Shen Zhi Ran dan berkata " apakah aku mengganggu latihanmu ketua?"
"Tidak sama sekali! Aku juga sudah lama tidak bisa latihan, sejauh yang kau tau. Racun itu menghambatku untuk bergerak banyak. Makanya aku tidak gegabah dan harus menahan diri untuk melakukan latihan seperti ini" Shen Zhi Ran mendesah pelan.
"Haha, tapi syukurlah ketua dapat sehat kembali. Sebenarnya aku mencarimu hanya ingin berpamitan saja ketua! Aku ingin kembali melanjutkan perjalananku yang tertunda"
"Apa yang membuatmu tergesa-gesa?" Shen Zhi Ran bertanya penasaran. Dia menatap pemuda itu sambil menunggu jawaban.
"Aku ingin menghadiri pertandingan sekte yang diadakan di ibukota kerajaan mewakili sekte Fajar Senja yang ada di kerajaan Lei"
"Oh jadi kau berasal dari kerajaan Lei, antara kerajaan Chu dan Lei memang tidak berjauhan. Tapi jarak dari sini ke Kerajaan Lei sangat jauh, lantas bagaimana ceritanya kamu bisa sampai ke daerah ini?" Zhi Ran bertanya kembali.
"Aku berpetualang sendirian. Mencari sumberdaya untuk menunjang kultivasi. Dan aku ingin ke ibukota mengingat waktunya sudah tidak lama lagi. Tapi aku belum tau pasti arah ke ibukota, jalan mana yang tercepat. Jika ketua memberi arahan aku akan sangat berterima kasih!" Kata Long Chu.
"Jika begitu, aku akan meminta seseorang untuk menemani. Dia juga ada urusan ke ibukota hari ini. Sangat kebetulan. Dan kau bisa bersamanya pergi"
"Itu lebih baik ketua!" Kata Long Chu.
"Kau tunggulah disini! Aku akan memanggilkan orang itu" kata Shen Zhi Ran.
Shen Zhi Ran meninggalkan Long Chu seorang diri di kursi taman. Dimana sebelumnya dia berlatih beladiri.
Selang beberapa detik. Seorang wanita datang. Tentunya dia adalah Shen Subing. Dia mendekati Long Chu yang tengah bersantai menunggu Shen Zhi Ran datang.
"Aku tadi mencarimu ke kamar!" Kata Shen Subing, sambil menempelkan pantatnya di kursi. "Mengapa kau disini?" Tanya dia.
"Aku menunggu ayahmu disini" sahut Long Chu. "Aku akan ke ibukota hari ini" tambahnya
Raut wajah ceria Shen Subing meredup ketika mendengarnya "Mengapa secepat itu?" Tanyanya langsung.
"Aku mewakili sekte untuk pertandingan antar sekte. Jadi tidak bisa berlama-lama di tempat ini" kata Long Chu.
"Kalian sangat serius sekali?" Shen Zhi Ran datang dan berkata. Dia bersama seseorang yang tidak asing bagi Long Chu.
"Ayah mengganggu saja!" Ucap Subing.
Shen Zhi Ran menggelengkan kepalanya melihat putrinya berkata seperti itu. "Memang kalau orang sedang jatuh cinta tidak bisa diganggu. Orang tua sendiri diperlakukan seperti itu ckckck"
Subing memiliki wajah yang memerah. Dia memang tanpa sadar mengeluarkan kalimat seperti itu.
"Nak Long, ini dia orang yang akan menemanimu di perjalanan menuju ibukota. Dia tau seluk beluk ibukota dengan sangat baik!" Shen Zhi Ran berkata menunjukan tukang sapu yang sebelumnya berbicara dengan Long Chu.
"Namaku Wang! Kapan kita akan berangkat?" Tanya Wang menatap Long Chu.
"Sekarang juga bisa. Kalau tetua Wang tidak ada kesibukan lain lagi!!"
"Tentu. Kalau begitu aku akan bersiap!" Tetua Wang meninggalkan tempat itu dan menyiapkan apa saja yang perlu dibawanya.
"Nak Long! Aku memiliki sedikit hadiah kepadamu, kali ini jangan ditolak. Sebagian didalam sini ada sumberdaya. Semoga saja itu berguna untukmu dikemudian hari!" Shen Zhi Ran memberikan kantong penyimpanan berwarna merah kepada Long Chu. Dan itu disambut dengan baik.
Sebab tidak baik jika terus menolak kebaikan orang yang ingin berbuat baik.
"Terima kasih banyak ketua Shen!" Long Chu menyimpan kantong pemberian itu kedalam kantong penyimpanan miliknya.
Shen Subing memberikan pelukan kepada Long Chu. Terlepas dari umur yang berbeda cukup jauh. Shen Subing tetap menyayangi Long Chu setulus hati dan apa adanya. Meskipun tidak bisa bersama.
Setelah itu dia berlari meninggalkan tempat itu dengan air mata yang berderai membubuhi wajahnya yang putih.
Tidak pernah terpikir baginya. Kebersamaan yang dia inginkan tidak bisa terlaksana. Burung elang memang tidak bisa dikurung dalam sangkar.
"Maklumilah dia. Semenjak kehilangan ibunya. Dia tidak pernah dekat dengan seorang pemuda. Mungkin dia menemukan sesuatu yang nyaman denganmu. Tapi suatu hal memang tidak bisa dipaksakan oleh kehendak saja"
"Dia akan bahagia suatu saat nanti ketua. Percayakanlah kepada takdir!" Ucap Long Chu, dia pun memeluk Shen Zhi Ran...