
Hari ini terhitung dua bulan pernikahan Revan dan Hana. Hubungan mereka semakin harmonis setiap harinya. Walaupun dengan kesibukan di kantor yang semakin menjadi, tidak membuat keharmonisan mereka terganggu.
Revan dan Hana kini sedang berada di dalam mobil dan mereka akan menuju ke restoran xxx yang terletak di daerah Jakarta utara. Mereka akan mengadakan rapat dengan CEO dari perusahaan WT CORP dan akan membahas mengenai pembangunan apartemen mewah yang terletak di daerah Jakarta Utara.
Pukul 12.15 Wib mereka telah sampai di depan restoran. 27 menit waktu tempuh mereka untuk sampai di sana. Untung saja mereka tidak terjebak macet karena berangkat pada saat waktu jam kerja.
Hana dan Revan berjalan masuk menuju restoran dan diantar oleh pelayan ke meja yang sudah di pesan oleh pak Wiratama. Dari jauh sudah nampak rekan bisnis mereka dengan di dampingi sosok wanita paruh baya di sampingnya.
"Selamat siang pak Wiratama. Mohon maaf kalau kami membuat Anda menunggu." Ucap Revan saat menjabat tangan rekan bisnisnya.
"No problem. Kami juga baru sampai. Silahkan duduk." Ucap pak Wiratama mempersilahkan Hana dan Revan untuk duduk disertai senyum terukir di wajahnya.
Mereka pun duduk dengan saling berhadap-hadapan.
"Oh, iya, perkenalkan di samping saya ada istri saya, Faradilla."
"Salam kenal, Nyonya Wiratama." Ucap Revan kepada istri dari rekan bisnisnya.
"Salam kenal juga, nak, Revan. Tidak usah panggil saya dengan sebutan Nyonya, nak. Panggil, bu Faradilla saja." Balas bu Faradilla dengan senyum terukir di wajahnya.
Revan dan Hana membalas senyuman bu Faradilla. Detik berikutnya Revan kembali berbicara.
"Baiklah, bu, Faradilla. Perkenalkan juga di samping saya ada sekertaris sekaligus istri saya, namanya Hana." Ucapnya memperkenalkan istrinya kepada rekan bisnisnya juga.
Pak Wirataman dan Bu Faradilla tersenyum penuh arti menatap Hana. Hana pun membalas senyuman kedua orang di depannya tak kalah hangat.
"Cantik sekali kamu, nak." Ucap bu Faradillah memuji Hana.
Hana jadi malu di puji seperti itu.
"Terima kasih, bu atas pujiannya. Tapi bu Faradilla juga tidak kalah cantik." Ucap Hana jujur, walaupun terlihat keriput diwajahnya namun tak mengurangi kecantikannya.
Mendengar pujian dari Hana membuat pak Wiratama dan istrinya tersenyum penuh arti menatap Hana.
Ternyata pak Wiratama dan istrinya tidak seperti yang dibayangkannya. Revan kira rekan bisnisnya ini akan sama dengan kebanyakan orang kaya yang angkuh dan merasa tinggi, ternyata mereka sangat baik dan tidak sombong. Bagaimana ia tidak berfikiran seperti itu kalau mereka termasuk 10 orang terkaya di Indonesia dengan aset yang sangat melimpah di dalam dan luar negeri. Ternyata fikirannya salah, batinnya mengatakan.
Setelah berbincang-bincang sebentar, mereka pun memulai meeting dengan rekan bisnisnya untuk membahas mengenai pembangunan apartemen elit yang akan di kerjakan oleh perusahaan milik Revan.
Setelah satu jam lamanya, akhirnya meeting mereka pun selesai. Revan dan Hana berniat untuk langsung pulang, tapi mereka kembali diajak makan siang oleh pak Wiratama dan istrinya. Karena tidak tega untuk menolak, akhirnya mereka pun menerima ajakan makan siang dari rekan bisnisnya itu.
Setelah memesan makan siang, tak lama kemudian pesanan mereka pun datang. Mereka makan siang dengan berbincang-bincang ringan, kebanyakan membahas mengenai bisnis.
Setelah selesai makan, Hana dan Revan membersihkan mulut mereka menggunakan tisyu.
"Terima kasih banyak pak, atas ajakan makan siangnya."
"Sama-sama, pak Revan. Setelah ini kalian akan langsung balik ke kantor?"
"Iya, pak. Kami akan langsung balik, karena masih banyak pekerjaan di kantor."
"Oh, baiklah. Minggu depan kami akan mengadakan acara ulang tahun anak kedua kami. Kami akan sangat senang kalau kalian bisa datang." Ucap pak Wiratama
Revan dan Hana pun menganggukkan kepalanya.
"Kalau tidak ada halangan, kami pasti akan menyempatkan diri untuk datang, pak!"
Setelah mengatakan itu, Revan dan Hana pun pamit untuk pulang. Revan dan Hana menjabat tangan rekan bisnis mereka satu per satu. Namun pada saat Hana melepas jabatan tangannya pada bu Faradilla, istri dari rekan bisnisnya itu tiba-tiba memeluknya dan mengelus-elus pundaknya. Dengan kaku Hana membalas pelukan bu Faradilla sampai ia pun melepaskan pelukannya.
Tatapan dan senyum hangat lagi-lagi bu Faradillah berikan kepada Hana. Hana sebenarnya merasa canggung, karena baru kali ini ada istri dari rekan bisnisnya yang terlihat sangat hangat padanya.
Kini Hana dan Revan sedang berada di dalam mobil untuk kembali ke perusahaan. Selama perjalanan mereka isi dengan berbincang-bincang mengenai pertemuan mereka dengan rekan bisnis mereka tadi.
"Mereka sangat baik, yah, Mas."
"Heem. Mereka ternyata tidak seperti yang aku fikirkan."
Hana menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan suaminya.
"Iya. But, kalau diperhatikan bu Faradillah itu dari tadi hanya menatap kearah kamu, loh, sayang. Jarang banget beliau natap aku."
Hana kembali menganggukkan kepalanya mendengar ucapan suaminya. Memang sejak awal mereka bertemu, bu Faradillah selalu menatapnya dan menampakkan senyumnya entah karena apa. Atau memang beliau sifatnya seperti itu pada semua orang?, ucapnya dalam hati.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di perusahaan. Hana dan Revan berjalan beriringan menuju ruangan. Saat Hana baru duduk sebentar, Revan memanggilnya melalui sambungan telepon. Segera Hana masuk dan berjalan kearah suaminya.
"Ada apa, pak?" Ucap Hana kepada suaminya.
Revan tak menjawab dan berdiri mendekati istrinya dan memeluk tubuh istrinya.
"Kalau kita hanya berdua, jangan panggil pak." Ucap Revan masih memeluk istrinya.
Hana yang mendengarnya langsung menatap suaminya.
"Ok, tapi ada apa, Mas manggil Hana. Pekerjaan masih banyak yang harus Hana kerjakan."
"Badan aku pegel-pegel. Pijatin, yah!"
"Nanti aja di rumah, Mas. Hana mau lanjut kerja dulu."
Revan mengendurkan pelukannya dan menatap kearah istrinya.
"Jadi kamu enggak mau, nih? Yasudah aku panggil karyawan saja buat mijatin aku." Ucapnya sambil melepaskan pelukannya.
"Siapa?" Tanyanya penuh selidik
"Kamu tahu kan, si Angel. Karyawan divisi keuangan. Katanya, dia itu jago loh kalau mijit."
Mendengar ucapan suaminya membuat Hana melempar tatapan kearahnya. Bagaimana tidak, Angel adalah karyawan genit yang berpenampilan seksi plus memiliki wajah cantik.
Hana akhirnya mendekati suaminya dan berniat mengerjakan perintah suaminya. Pekerjaannya sebenarnya masih banyak tapi ia tak mau jangan sampai suaminya itu benar-benar memanggil Angel.
Revan dengan senyum-senyum menuntun istrinya menuju ke ruangan tempat istirahatnya. Di dalam ruangan itu ada ranjang yang selalu ia gunakan saat ia butuh istirahat.
Pada akhirnya, Hana pun mengikuti keinginan suaminya. Namun belum beberapa menit Hana memijit suaminya, suaminya sudah meminta yang lain.
"Bagaimana kalau ada yang masuk, Mas." Ucapnya saat Revan mulai membuka satu per satu kancing bajunya. Hana berusaha menahan tangan suaminya yang hampir membuka semua kancing bajunya, namun tangannya ditepis pelan oleh suaminya.
"Enggak ada yang berani masuk, sayang. Sebentar saja, yah."
Dan akhirnya Hana menganggukkan kepalanya untuk memenuhi keinginan suaminya. Pergumulan pun terjadi di dalam ruangan itu. Untung saja ruangannya sudah dikunci oleh Revan dan ruangannya kedap suara, jadi orang tidak akan mendengar kegiatan mereka.
Dari arah luar sudah dua kali karyawannya bolak balik ruangan Revan ingin meminta tanda tangan, namun direktur mereka itu tidak terlihat batang hidungnya.
Karyawan tadi mengernyitkan keningnya saat melihat jas direktur mereka masih tersimpan rapi di belakang kursi kebesaran direkturnya.
Karena tak melihat tanda-tanda direkturnya itu ada di ruangan, akhirnya karyawan tadi pun pergi dari sana dan berniat untuk kembali lagi besok pagi karena sekarang sudah masuk waktu pulang kantor.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
"Semoga saja, semua berjalan sesuai yang direncanakan, Pa." Ucap bu Faradillah kepada suaminya saat mereka sudah berada di dalam mobil ingin kembali ke rumah.
"Semoga saja, Ma."
Bu Faradillah menyandarkan punggungnya di sandaran kursi mobil dan menatap keluar jendela. Memikirkan jauh ke depan mengenai rencana mereka.
Bersambung...
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Happy reading, readersii. Semoga kalian tidak lupa untuk selalu meninggalkan jejak yah.
Salam story from By_me