
Revan melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang kembali ke Jakarta. Saat menuruni daerah puncak Revan memelankan laju kendaraannya karena baru saja turun hujan dan akan sangat beresiko apabila tak berkendara dengan hati hati.
Saat baru masuk kedalam mobil, Hana terus menangis menumpahkan segala kesedihannya. Revan menyetel musik dan sengaja mengeraskan suaranya, agar Hana dapat menumpahkan segala kesedihannya melalui tangis.
Lagi lagi revan menyaksikan keterpurukan Hana dan ia pernah berjanji jika Arlan kembali melukai hati Hana maka, Revan akan menggantikan posisi Arlan dihati Hana.
Revan geram dan sangat emosi dengan Arlan, karena tadi dia mendengar semua percakapan Hana dan Arlan ditelpon. Dia mendengar semuanya, saat Hana menangis akan ucapan suaminya sendiri. Karena hal itu pula ketika dia telah sampai disana, Revan seketika langsung melayangkan tinjunya kepada Arlan.
Sepanjang perjalanan mereka tak pernah berbicara, Hana lebih banyak diam dan pandangannya terus menatap keluar kearah jendela.
Selama satu jam lebih perjalanan, akhirnya mereka pun sampai dirumah. Revan melajukan kendaraannya tanpa kendala macet karena waktu sudah menunjukkan pukul 3 subuh.
Setelah mobil Revan telah terparkir, mereka pun keluar dari dalam mobil dan jalan perlahan memasuki rumah.
Sebelum naik kekamarnya, Hana membalikkan badanyya dan menatap kearah Revan.
" Mas makasih ya"
Revan hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Setelah itu Hana berbalik badan dan berjalan menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya.
Setelah menutup pintu kamarnya, Hana langsung duduk dan menyandarkan badannya di pintu. Hana memeluk lututnya dan lagi lagi ia menumpahkan kesedihannya. Hana menangis dalam diam selama beberapa saat.
" Kenapa harus seperti ini mas, hiksss"
" Aku harus kuat, jangan lagi jadi wanita lemah Hana"
Setelah mengatakan itu Hana berdiri dan berjalan menuju lemari, mengambil pakaian untuk berganti. Setelah selesai berganti baju, Hana berjalan menuju meja rias dan mendudukkan bokongnya disana.
Hana memperhatikan wajahnya yang terlihat sangat sembab, Hana memperhatikan wajahnya dan menyemangati dirinya sendiri. Ia tak mau terus menangis karena perlakuan Arlan, ia harus bangkit.
Hana berjalan menuju kasur dan membaringkan badannya disamping anaknya. Hana membelai wajah anaknya dan mencium keningnya lama setelah itu ia memeluk anaknya dengan erat dan perlahan matanyapun terpejam.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Arlan dengan langkah gontai memasuki rumahnya. Penampilannya sangat berantakan, rambut yang acak acakan dan baju kemejanya yang sangat kusut.
Arlan sampai dirumahnya pada pukul 10 pagi. Ia masuk rumah tanpa memberi salam dan menyapa istrinya.
Indah yang melihat tingkah suaminya yang seakan tak memperdulikan kehadirannya, dengan kesal ia mengikuti suaminya dari belakang.
Arlan melempar tas kerjanya dikasur dan duduk dipinggir kasur sambil perlahan membuka kancing bajunya.
Indah menatap dengan kesal kearah suaminya, ia menatap dengan intens penampilan suaminya yang sangat kusut dan lusuh seperti orang yang punya banyak fikiran.
" Mas dari mana saja kemarin, kenapa panggilan aku tidak pernah kamu angkat dan kamu nginap dimana semalam?"
" Aku kemarin nginap dikantor, kerjaan aku menumpuk jadi aku tidak sempat ngangkat telpon kamu dan pulang kerumah"
" Kamu nggak bohong kan sama aku?"
" Nggak"
" Tapi kan kamu bisa menelpon aku balik saat kerjaan kamu selesai"
" Maafin aku nggak sempat ngabarin kamu, soalnya aku udah capek banget"
" Aku mandi dulu"
Arlan berdiri dan langsung berjalan menuju kamar mandi.
Indah merasa aneh dengan sikap suaminya, sebagai seorang istri filingnya mengatakan suaminya sedang menyembunyikan sesuatu.
" Aku harus cari tahu"
Indah berjalan menuju ranjang dan mengambil handphonenya yang ia letakkan diatas nakas,
Indah berjalan keluar dan segera menelpone sekertaris suaminya.
" Halo nona, ada yang bisa saya bantu?"
" Tidak, saya hanya ingin bertanya apakah kemarin suami saya menginap di kantor?"
" Tidak nona, kemarin pak Arlan pulang pada pukul 4 sore"
" Sama sama nona"
Indah segera mematikan sambungan telpon dan berjalan menuju ruang keluarga.
" Mas Arlan kamu lagi lagi bohongi aku, aku akan cari tahu sendiri kemarin kamu kemana"
Indah segera menghubungi orang suruhannya untuk mencari tahu kemana kemarin suaminya pergi.
Keesokan harinya Indah mendapat kiriman email dari orang suruhannya. Dia membuka pesan itu dan ia melihat gambar yang diambil dari rekaman cctv, mulai dari suaminya membawa Hana dengan cara dibius dan gambar saat kendaraan suaminya menuju puncak.
Indah sangat geram melihat itu, ia meremas ponselnya dengan penuh amarah.
" Bisa bisanya kamu bohongi aku lagi mas, kali ini aku akan membuatmu melepaskan perempuan itu tanpa harus kupaksa" Indah bergumam pelan sambil meremas ponselnya menahan amarah.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Seminggu telah berlalu setelah kejadian pertemuan terakhir Hana dan Arlan, Hana kembali menjalani rutinitasnya seperti biasa.
tok tok tok
" Masuk"
Hana membuka pintu dan berjalan menuju ke hadapan Revan.
" Pak saya mau mengingatkan kembali, nanti Bapak ada jadwal meeting dan dilanjutkan dengan makan siang dengan investor dari perusahaan r"
" Kita berangkat sekarang kesana"
" Siap pak"
Hana dan Revan berjalan beriringan menuju parkiran. Saat telah sampai disana, Revan segera melajukan kendaraannya menuju kearah hotel x.
45 menit kemudian mobil Revan telah sampai di parkiran hotel x. Mereka berjalan beriringan memasuki lobi hotel, namun tanpa diduga ada seseorang yang memotret mereka diam diam.
Hana dan revan memasuki lift dan menekan angka 2. Mereka berjalan menuju restoran yang terdapat di hotel itu, karena mereka janjian akan bertemu dengan investor disana.
Dari kejauhan Revan sudah bisa melihat meja yang ditempati oleh investornya. Hana dan Revan berjalan kesana.
Revan dan Hana bergantian berjabat tangan dengan Pak Erlangga, investor di perusahaannya.
" Selamat siang pak Erlangga, mohon maaf karena membuat anda lama menunggu"
" Tidak masalah Pak Revan, saya juga baru saja turun dari kamar hotel tempat saya menginap"
" Silahkan duduk"
" Terima kasih"
Mereka pun memulai meeting dan satu jam selanjutnya meeting akhirnya selesai. Mereka melanjutkan dengan makan siang, mereka makan sambil berbicara membahas mengenai bisnis.
20 menit kemudian makan siang merekapun selesai, Hana dan Revan pamit dengan pak Erlangga dan kembali menuju ke perusahaan.
Lagi lagi orang itu memotret Hana dan Revan saat keluar dari hotel. Setelah melakukan itu, orang ini mengirimkan gambar itu kepada seseorang dan berhasil, gambar telah terkirim.
dilain tempat di Perusahaan PT. Permana Grup, diruangan direktur Arlan mendapatkan notifikasi di ponselnya. Saat selesai makan siang, Arlan membuka ponselnya dan betapa terkejutnya ia mendapat kiriman gambar dari seseorang.
Namun yang membuatnya geram adalah, didalam gambar itu terdapat foto istrinya dan rekan bisnisnya yang sedang memasuki hotel dan satu lagi gambar saat mereka keluar dari hotel satu setengah jam selanjutnya.
Arlan mengeraskan rehangnya dan melempar ponselnya kedinding. Kemarahannya kali ini sudah diambang batas, batas kesabarannya sudah habis karena ulah istrinya.
" Ok kalau ini yang kamu mau, akan kukabulkan apa maumu"
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Happy reading guys nya😘
Salam story from by_me
Jangan lupa tinggalkan jejak guys😘😘