
Arlan sangat kesal, karena pergerakan mereka sangat lambat. Sedangkan istrinya sudah sangat kesakitan dan keringat bercucuran didahinya.
Setelah beberapa saat menunggu akhirnya mobil pengantar tamu hotel akhirnya terparkir tepat didepannya. Segera ia membawa istrinya kedalam mobil.
Didalam mobil, Indah tambah meringis kesakitan dan keringatnya bercucuran tambah banyak. Indah merasa ada sesuatu yang mengalir disela sela pahanya.
Saat ia lihat ternyata itu adalah darah segar yang mengalir diantara pahanya.
" M-mas darah" Indah sangat ketakutan melihat darah yang semakin banyak keluar dari sela sela pahanya.
Arlan langsung melihatnya dan betapa terkejutnya ia, darahnya semakin banyak mengalir disela sela paha istrinya.
Pandangan mata Indah semakin lama semakin buram, kepalanya juga serasa sangat sakit dan ditambah nyeri perut yang ia rasakan. Indah merasa sudah tak punya tenaga lagi dan akhirnya ia pun tak sadarkan diri dipelukan suaminya.
Arlan mencoba menyadarkan istrinya dengan menepuk nepuk pipinya, namun tak ada respon sama sekali dari istrinya. Arlan tambah khawatir dengan keadaan istrinya, ia sangat takut jika istrinya kenapa napa. Arlan menyuruh sopir untuk menambah kecepatan mobil, namun jalanan saat itu sangat padat akan kendaraan jadi mereka harus bersabar.
" Pak cepat pak, istri saya pingsan. Saya takut nanti dia kenapa napa" Arlan berkata dengan nada penuh kekhawatiran.
" Sabar pak, ini saya juga sudah berusaha. jalanan agak macet, jadi kita harus bersabar"
Arlan menghapus keringat yang bercucuran didahi istrinya dan setelah itu ia kembali memeluknya.
" Rumah Sakitnya masih jauh pak?"
" Sudah dekat pak, sebentar lagi"
Tak lama kemudian mobil mereka langsung terparkir didepan Rumah Sakit, Arlan mengangkat istrinya ala bridal style dan membawanya kedalam.
Arlan membawa istrinya masuk menuju UGD sambil berteriak kepada petugas untuk segera membantu istrinya. Tak lama kemudian datanglah perawat laki laki dan perempuan membawa brangkar.
Segera para perawat itu membawa Indah menuju UGD dan dilakukan tindakan oleh petugas kesehatan. Tak lama kemudian Indah dibawa oleh perawat menuju keruangan Obgyn.
Arlan mendampingi istrinya yang masih ditangani dokter dan perawat. Arlan mondar mandir menunggu kabar istrinya, tak lama kemudian dokter yang menangani istrinya keluar.
Arlan langsung menghampiri dokter dan menanyakan keadaan istrinya.
" Bagaimana keadaan istri saya dokter?"
Dokter menurunkan masker diwajahnya dan menatap kearah Arlan.
" Mari keruangan saya pak, saya akan jelaskan nanti disana"
Akhirnya Arlan mengikuti dokter keruangannya dan masuk kedalam.
" Silahkan duduk pak"
Arlan menganggukkan kepalanya dan duduk dikursi.
" Bagaimana keadaan istri saya sekarang dok?"
" Jadi dari hasil pemeriksaan kami tadi, istri anda mengalami keguguran. Kami telah melakukan segala cara tapi mohon maaf, bakal janinnya tidak bisa tertolong"
Arlan merasa bersalah karena tadi sempat membentak istrinya hingga membuatnya seperti ini.
" Lalu bagaimana dengan istri saya dok?"
" Kami telah melakukan tindakan USG dan hasilnya rahim istri bapak sudah bersih dari bakal janin, maka tidak diperlukan tindakan kuretase"
" Istri anda sekarang dalam masa pemantauan, dia harus banyak istirahat dan usahakan jangan membuat istri bapak banyak fikiran agar pemulihannya bisa berjalan dengan baik"
" Iya dokter akan saya lakukan, kalau begitu saya pamit mau kembali keruangan istri saya dokter"
" Silahkan pak"
Arlan menjabat tangan dokter dan setelah itu ia berjalan keluar menuju keruangan istrinya.
pukul 6 malam, Indah dipindahkan keruangan perawatan. Indah dirawat diruangan VIP dan Arlan masih setia mendampingi istrinya yang belum sadarkan diri.
Arlan duduk dikursi disamping istrinya, sambil memegang tangannya. Arlan merasa bersalah, karena ulahnya istrinya mengalami keguguran.
Tiba tiba jari jari Indah bergerak, Arlan merasakannya karena ia memegang tangannya. Indah perlahan membuka matanya dan menatap kearah suaminya.
" Gimana, apa ada yang sakit?"
" Perut aku masih terasa nyeri mas, tapi nggak sesakit yang tadi"
Arlan menganggukkan kepalanya
" Kalau begitu kamu istirahat yang banyak supaya cepat pulih"
" Gimana sama bayi aku mas, dia baik baik saja kan?"
Arlan terdiam dan memandang kearah istrinya, ia tak tega mengatakannya nanti kondisi istrinya terganggu.
Tapi tidak ada jalan lain, Indah berhak mengetahui tentang janinnya yang telah gugur.
" Maafkan aku, kamu mengalami keguguran dan.."
Belum sempat Arlan menjelaskan semuanya, Indah sudah berteriak histeris tak terima dengan apa yang dikatakan oleh suaminya.
" Tidak, kamu pasti bohong kan mas, dia pasti masih ada" Indah berteriak dan memegangi perutnya.
" Kamu harus tabah, ini sudah jalannya yang diatas"
" Tidak kamu bohong mas, hiksss...." Indah menangis tertunduk sambil memegangi perutnya.
Arlan yang tidak tega melihat kesedihan istrinya, segera mebawanya kedalam pelukan dan memeluknya dengan erat.
Indah memberontak sambil terisak dipelukan suaminya, namun Arlan semakin mengeratkan pelukannya agar istrinya bisa tenang.
" Kamu harus sabar, ikhlaskan, kamu harus menerima kenyataan ini. Aku tahu kamu pasti bisa"
Indah masih menangis didalam pelukan suaminya, ia tak terima dengan kenyataan yang ada.
Indah mengepalkan tangannya erat dan matanya dipenuhi dengan kebencian, ia menyalahkan Hana atas kejadian yang menimpanya.
" Aku tidak terima dengan semua ini, Hal ini terjadi karena ulahmu Hana. Seandainya kamu tidak lagi mengusik suamiku dengan kehadiranmu, maka ini tidak akan terjadi. Lihat saja, aku akan balas dendam padamu Hana" Indah bergumam dalam hati.
Setelah Indah sudah tidak lagi menangis, Arlan melepaskan pelukannya dan menatap wajah istrinya.
" Sekarang lebih baik kalau kamu istirahat, tuhan pasti akan menggantinya dan memeberikanmu kepercayaan lagi. Asalkan kamu mau bersabar"
Indah menganggukkan kepalanya dan perlahan merebahkan badannya dikasur dengan bantuan suaminya.
Indah menggenggam tangan suaminya. Indah kembali mengingat perkataan suaminya tadi, yang mengatakan akan meninggalkannya dan akan kembali kepada Hana dan anaknya. Seketika ia langsung merasa takut, jangan sampai hal itu terjadi.
" Jangan tinggalkan aku mas"
Arlan memandang kearah istrinya sesaat lalu berkata,
" Aku tidak akan meninggalkanmu, aku akan menjagamu disini. Jadi lebih baik kamu sekarang istirahat"
Mendengar jawaban suaminya membuatnya bernafas lega, ia tak tahu apa yang akan terjadi kalau sampai Arlan meninggalkannya.
Indah perlahan menutup matanya dan mulai terlelap. Arlan menatap dengan lekat wajah Indah.
Ia kembali memikirkan perkataan istrinya tadi, jujur saja, ia sangat ingin kembali kepada keluarganya. Tapi ini jalan yang sudah dipilihnya.
Walaupun Arlan dan Hana sudah bercerai, tapi tetap saja saat ia melihat Hana dan anaknya bersama Revan, maka ia akan marah dan merasa cemburu.
Kesalahan terbesar dalam hidupnya adalah melakukan hal bodoh dengan melepaskan orang yang paling dicintainya, karena emosi dan kecemburuan melihat Hana dengan lelaki lain membuatnya tak bisa berfikir panjang. Dan sekarang ia telah menjilat ludahnya sendiri dengan kembali mencari perhatian Hana.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Happy readingš
Jangan lupa like, kome dan vote
Salam story from By_me