Hati yang Patah

Hati yang Patah
Malam yang panas


Dengan kikuk, Ana berjalan keluar dari kamar mandi. Ana berjalan pelan keluar dari sana. Ana merasa sangat malu. Walaupun Vano telah menjadi suaminya, namun tetap saja ini adalah pertama kalinya setelah ia hijrah auratnya di lihat oleh laki-laki.


Vano terpanah melihat penampilan istrinya. Vano pun berjalan mendekati istrinya dengan pandangan yang fokus menatap kekasih halalnya itu. Ana hanya bisa menundukkan wajah menutupi rasa malu dan gugupnya dipandangi seperti itu oleh suaminya.


Vano berhenti tetap di depannya berdiri. Dengan perlahan, Vano memegang dagu istrinya dan mengangkatnya ke atas agar ia bisa lebih leluasa menatap wajah cantik istrinya.


Walau dengan keadaan kamar yang remang-remang dan dengan cahaya sinar rembulan yang masuk melalui gorden putih, dapat Vano lihat wajah istrinya yang merona karena malu dan gugup saat ini.


Mata mereka kini saling bertemu mengunci untuk waktu yang lama.


"Kamu sangat cantik, sayang!" Biasik Vano pelan di telinga istrinya.


Bisikan yang penuh sensual di telinganya membuat bulu kuduknya meremang.


Ana tidak mampu menjawab akan ucapan suaminya. Ia hanya bisa berdiri dengan tegang di sana.


Perlahan tapi pasti Vano mengikis jarak diantara mereka. Kini bibirnya telah berlabu di kening istrinya. Dikecupnya dengan lama di sana, meresapi dan membacakan doa untuk memulai ibadah bersama. Perlahan bibir itu turun di hidung, kedua pipi, dagu dan terakhir pada bibir manis sang istri. Awalnya hanya sebuah kecupan hingga lama kelamaan ia pun mulai memagut bibir lembut dan manis istrinya.


Ana yang memang tidak memiliki pengalaman hanya bisa mengikuti irama ciuman suaminya. Jujur saja, ini adalah ciuman pertamanya dan ciuman pertamanya ini di ambil oleh suaminya, kekasih halalnya.


Ciuman yang awalnya lembut perlahan semakin menuntut. Vano semakin mengeratkan pelukannya di badan istrinya. Tangan kirinya ia letakkan di pinggang dan tangan kanannya ia letakkan di belakang tengkuk istrinya.


Vano menggigit bibir bawah istrinya agar mulutnya itu terbuka.


"Aw..." Lenguh Ana akibat gigitan suaminya. Saat mulutnya sudah terbuka, dengan cepat Vano memasukkan lidahnya dan menegksplor mulut istrinya yang menjadi candu baginya.


Tangan vano pun tak tinggal diam, tangannya kini meraba tubuh istrinya di tengah-tengah ciuman panasnya.


Vano mulai menggiring istrinya menuju kasur dengan ciuman kembali ia tautkan. Direbahkannya dengan perlahan istrinya di atas kasur dan posisinya kini tepat berada di atas badan istrinya. Tangannya ia posisikan di samping kiri dan kanan istrinya untuk menahan berat tubuhnya.


Vano menghentikan kegiatannya untuk sementara dengan nafas yang tak beraturan. Begitu juga dengan istrinya yang kini sedang mengatur nafas. Di pandangnya wajah istrinya yang kini mememerah karena kegiatan panas mereka.


"I love you!" Ucap Vano menatap penuh memuja manik mata istrinya.


"I love you to, suamiku!" Jawab Ana yang tidak berselang lama Vano kembali menciumnya mesra.


Vano mulai membuka baju tidur istrinya dan setelah itu barulah ia membuka seluruh pakaiannya.


Kegiatan mereka pun berlanjut. Suara desahan dan erangan terdengar di dalam kamar pengantin. Untung saja, kamar Vano itu kedap suara jadi orang-orang di luar sana tidak mendengar kegiatan panas sepasang pengantin baru itu.


(Adegan di skip)


🌷🌷🌷


Mon maap yak baru update kakak"😉😉


Btw, Jangan marah yak karena adegannya aku skip😂😊.


Aku up yg ini dl. Nanti malam aku up lagi ampe tamat. Krn ada keadaan urgen jd aku harus nunda dl, oceee😚


Nanti malam yak🤗😉😚😚