
Di tempat lain.
Joya sudah mulai dengan aktivitasnya di rumah Mario Daddy nya.Semua menyayanginya dengan tulus begitu juga dengan Rehana Mommy nya.Walau bukan aktivitas berat karena semua orang menganggapnya sebagai seorang putri yang harus di layani.
"Mom,,sudah Gea kenyang!!"Wajah Gea terlihat frustasi karena Rehana memaksa nya memakan makanan yang sudah di siapkan nya.
"Sedikit lagi sayang,kau baru makan beberap sendok.Lihat lah ini masih banyak!!"Rehana masih setia memegang sendok berisi makanan dan mengacung di hadapan Gea.
Gea menghembuskan nafasnya pelan,melihat wajah sendu Mommy nya membuat nya tidak tega akhirnya Gea membuka mulut nya dan menerima suapan dari Mommy nya yang kini tersenyum.
Giorgano hanya tersenyum melihat tingkah kedua nya,selalu ada drama saat makan.
"Mom,Aku pergi dulu ya!Sayang kau ingin di bawakan apa saat aku pulang??"Tanya Giorgano mengalihkan pandangan nya pada Gea setelah berpamitan pada Mommy nya.
"Emm..Tidak ada,kakak tau perut ku semakin buncit sekarang dan lihatlah pipiku ini semakin membulat sebentar lagi orang akan bingung membedakan mana donat dan mana pipiku!!"Gea terlihat merajuk tapi ekor matamya melirik Mommy nya seakan semua adalah kesalahan Mommy nya yang selalu memaksanya untuk makan banyak.Sementara Rehana tersenyum canggung karena di ledek putri kesayangan nya itu.
"Kau buncit karena kau hamil,bukan karena makanan yang Mommy beri untuk mu!!"
"Sudahlah,Mommy melakukan itu karena dia snagat menyayangimu!!Masih lumayan Mommy tidak lupa memberiku makan.Hehe…"
Rehana mencebik kedua anak nya sednag menggodanya"Jangan membuat Momny sedih kak.Pergilah agar kau bisa punya uang yang banyak dan membewaku keliling dunia!!"Usir Gea.
"Oh ok ok..Kalau sudah begini aku bisa apa lagi??Lihat Mom,dia mengusirku karena menyalahkan mu.Padahal tadi aku berniat membelanya tapi sekarang justru aku yang terkena masalah."Giorgano mendekati Mommy nya mengecup lembut pipi Rehana lalu kemudian mengecup puncak kepala Gea.
"Jika ada apa apa,segera hubungi aku!!"pesan Georgano sebelum pergi karena saat ini Daddy mereka sedang perjanan bisnis.
Setelah menghabiskan sarapan yang penuh dengan drama kolosal kedua wanita cantik itu kini duduk di halaman belakang,menikmati sejuknya udara pagi serta menikmati bunga bunga cantik yang sednag bermekaran.
Gea tampak diam melamun,dirinya masih berusaha mengingat masa lalu nya.Walau kedua orang tua nya menjelaskan semua yang di tanyakan nya tapi dalam hatinya masih merasa ada ruang kosong yang hampa bahkan terasa sangat aneh,serta kehamilan nya yang masih belum di ketahuinya siapa ayah dari bayi dalam perut nya itu.
"Kau melamun sayang??"Rehana duduk tepat di sebelah Gea yang menatap lurus ke arah bunga bunga.
"Aku ingin segera bisa mengingat semua nya Mom!Setiap malam aku selalu bermimpi buruk,aku merasa tubuh ku di pukuli hingga sakit bahkan lebih buruk dari itu!"Gumam Gea yang kini menundukkan kepalanya.
Rehana terdiam,dalam hatinya dia tidak ingin Gea mengingat siapa dirinya tapi dia juga tidak ingin egois hingga membuat Gea kehilangan masa lalu nya dan mimpi itu dia tahu karena Giorgano pernah melihat bagaimana tangisan Gea saat dia tengah bermimpi.
Diambil nya tangan Gea lalu mengusap lembut pungung tangan itu"Perlahan saja sayang,jangan paksa dirimu dan yang terpenting apapun itu kami sangat menyayangi mu,jangan pernah tinggalkan kami dengan alasan apapun!"Rehana meraih kepala Gea dan merebahkan nya di bahunya.
"Tentu Mom,aku mau kemana?Kalian adalah keluarga ku!"Jawab Gea memejamkan matanya merasakan hangatnya pelukan Mommy nya.
Kedua nya kembali terdiam larut dalam pikiran mereka masing masing.Gea tidak mengatakan pada Mommy nya tentang wajah yang sering terlihat dalam mimpi nya,wajah seorang pria yang hanya memandangnya dari jauh tanpa mengatakan apa apa namun dari sorot matanya terlihat banyak kerinduan.
"Apa kah dia ayah dari bayiku ini?"Batin Gea bertanya.
Rehana menegakkan kepalanya"Sayang bagaimana jika kita jalan jalan,Mom yakin kau bosan berada dirumah setiap hari."Ajak Rehana dengan senyum mengembang di wajahnya menatap Gea.
Gea tampak berpikir,sebenarnya dia enggan kemana mana tapi memang benar dia bosan berada di rumah saja apalagi tidak ada yang bisa di kerjakan nya.
"Kemana?"Tanya Gea.
"Baiklah,kita jalan jalan ke taman saja!!"
Rehana mengangguk"Ok.Sekarang pergilah bersiap!!"
Rehana membantu Gea berdiri padahal tubuh nya kini sudah baik baik saja,tapi wanita itu memperlakukan nya sangat lembut dan hati hati.
Hanya butuh waktu sebentar Gea sudah turun dari kamar nya menemui Mommy nya di bawah,dia tidak merias wajahnya hanya mengganti baju serta mengoles tipis lip balm di bibirnya agar terlihat lebih segar.
"Sudah siap?"Tanya Rehana meraih tangan Gea lembut.
"Sudah Mom."Jawab Gea tersenyum.
Kedua nya segera keluar menuju mobil yang sudah menunggu mereka dan siap mengantarkan kemana pun mereka pergi,sebelum nya Rehana sudah meminta ijin kepada suaminya yang tentu di sambut baik Mario.
"Mommy ingin mengajakmu berbelanja dulu ya!Setelah itu kita akan pergi ke taman!"ajak Rehana yang hanya di angguki Gea.
Tak lama mereka tiba di sebuah tempat perbelanjaan yang sangat besar bahkan Gea sampai terkagum melihat nya entah mengapa rasanya dia belum pernah masuk ke bangunan yang sangat besar hingga membuat nya sangat kagum.
Di ikuti dua orang di belakang nya Rehana membawa Gea ke tempat menjual pakaian wanita,dia ingin membelikan Gea banyak pakaian cantik.
"Mom,Mommy ingin membeli pakaian?"Tanya Gea.
Rehana tersenyum"Tidak sayang,Mommy ingin membelikan mu!Kau tidak boleh menolak!!"
"Tapi Mom,pakaian Gea masih banyak yang belum terpakai.Sangat mubajir jika Mommy membeli nya lagi!"Gea berusaha menolak karena ya saat dia pulang dari rumah sakit dan Mommy nya menunjukkan pakaian nya semua masih baru dengan brand dan harga yang tidak main main.
Rehana diam,dia gahu Gea pasti akan menolak tapi dia sangat ingin membelikan sesuatu untuk Gea putri suaminya yang kini menjadi putrinya.
"Baiklah,Mommy akan membelikan mu yang lain sebagai hadiah dan kau tidak boleh menolak atau Mommy akan sangat sedih!!"Bujuk Rehana.
Gea menghembuskan nafasnya pasrah"Baiklah tapi jangan pakaian,mereka akan hidup di dalam lemari karena terlalu banyak!"
"Hehe..jangan bercanda!!"Ucap Rehana tersenyum.
Akhirnya disinilah mereka berada,di tempat penjual perhiasan wajah Gea masih terlihat tidak senang tapi dia tidak bisa menolak sesuai janji nya agar Mommy nya merasa senang.
"Kau mau yang mana sayang,pilih lah mana yang kau sukai!!"
Mata Gea memindai perhiasan yang terlihat sangat indah di matanya dari mulai cincin,gelang dan juga kalung hingga matanya melihat sebuah kalung yang sangat indah.
Kalung yang terlihat sangat sederhana di mata Gea,dengan bandul kecil lucu sebagai hiasan nya sangat sederhana.
"Kau suka yang itu?"Tanya Rehana saat mata Gea hanya memandang sebuah kalung.
Gea mengangguk"Ya,Gea menyukainya Mom.Sangat sederhana tapi sangat indah!"
Kalung itu kini sudah ada di tangan Gea dan Rehana segera memasangkan nya di leher Gea memang terlihat sangat cantik dan sesuai dengan Gea.
Tanpa menanyakan harga Rehana segera membayar kalung itu,hingga Gea tidak tahu jika kaluang yang di pakainya kini berharga sangat pantastis.
Hemm penampilan yang menipu.