Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 54.Merebut Joya


Mata kedua pria beda usia itu langsung menatap ke arah pintu sungguh sangat kesal ada seseorang yang lancang berani membuka pintu yang tidak boleh di masuki siapapun.


''Aku hanya ingin melihat Max!Jangan menatapku seolah aku adalah penjahat!''Tanpa merasa bersalah Nyonya Bianca tiba tiba saja masuk dan merusak pembicaraan antara Kakek Marco dan Maxim.Untung saja dia telah selesai memasukkan foto foto itu dan menyimpannya sesaat sebelum pintu itu terbuka.


Max melihat tatapan tidak suka kakeknya pada mama nya hal itu sedikit membuat Max merasakan penasaran apalagi dalam foto yang di tunjukkan kakek nya tadi ada juga foto mamanya.


''Ada apa mencariku ma?Bukan kah sudah ku katakan agar mama menunggu ku di rumah?''Tanya Max ada nada keberatan disana karena dia bukan anak kecil yang harus selalu di awasi kemanapun pergi.


''Mama hanya khawatir saja jadi jangan menganggap berlebihan.Bagaimanapun kau adalah anak ku satu satunya dan mama hanya mempunyai kau saja.''Kata Bianca duduk di sebelah Max.


''Jadi bagaimana?''Tanya nya tidak sabar.


Bianca merasa kepalanya akan meledak jika hanya menunggu saja dirumah dan lagi Bianca tidak yakin Max akan menekan kakek nya mengingat sebenarnya hati Max sangat baik jika bukan karena dirinya yang selalu mencuci pikiran Max maka Max tidak akan arogan seperti sekarang ini.


''Apa nya!''Tanya kakek Marco


Bianca tersenyum tentu saja itu bukan senyum yang tulus''Apa papa sudah menyerahkan semua nya pada Max?Bukan kah dia sudah menuruti semua kemauan mu jangan bilang kau mengulur waktu?''Bianca tidak segan segan lagi sekarang radanya dia sudah bosan dengan permainan yang dia mainkan selama bertahun tahun ini.


''Ma,bisa tinggalkan kami dan biarkan aku yang menyelesaikan ini?''Tanya Max menatap mamanya.


Bianca kesal dengan apa yang Max katakan tapi menunjukkan ketidak senangan nya juga bukan hal bagus saat ini.


''Baiklah mama akan meninggalkan kalian berdua tapi jangan buat mama kecewa!''Bianca beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan mereka berdua di sana.


Setelah pintu benar benar tertutup kakek Marco menghembuskan nafas nya kasar wajah nya menggelap rasanya ingin menghancurkan menantu itu dengan kedua tangan nya andai saja Max sudah mengerti semua nya.


''Jadi bagaimana kek?''Tanya Max.


''Apa setelah melihat foto foto itu kau tidak bisa menyimpulkan sesuatu?Harus nya kau jeli Max,ingat kita tidak bisa mempercai siapapun.Seseorang yang terlihat baik sekalipun belum tentu tidak menyimpan rahasia.''


''Aku belum yakin,maksudku ini terlalu mendadak.Aku akan menyelidikinya!''


''Aku belum tahu,jujur ini mengejutkan dan masih membuatku penasaran.''


Max tidak tahu harus apa sekarang dia seperti ada di persimpangan.


''Baiklah aku akan pergi.Masalah warisan itu aku akan mencari alasan nya.''


''Jangan katakan apapun padanya,diam dan amati semua nya.''


Max keluar meninggalkan kakek Marco dengan banyak pikiran di kepala nya.Dia bisa saja mengatakan semua nya secara jelas pada Max tetapi pria itu tahu jika cucunya tidak akan percaya padanya dan biarkan dia memecahkan nya sendiri dengan begitu dia akan percaya dan semoga tidak ada tindakan yang akan membahayakan Max dan Joya nantinya.


Max mencari keberadaan Joya di taman ternyata benar isyrinya sedang duduk dan bersenda gurau dengan paman dan bibi nya dan tidak lupa ada Leo yang menyebalkan disana.Entah apa yang mereka bicarakan hingga membuat Joya tertawa bahagia tawa yang belum pernah Max dengar sebelum nya dan sekarang Max merasa jika hidupnya kaku dan merasa iri dengan Leo yang mempunyai keluarga yang sangat hangat.


''Kau lihat sekarang mereka mulai mempengaruhi istrimu agar dekat dengan mereka,mama yakin sebentar lagi mereka akan merebut istrimu untuk Leo.Tidak masalahs etrlah urusan kita selesai biarkan dia mendapat kan nya kita tidak membutuhkan nya lagi!''Suara Bianca bagai suara iblis di telinga Max.Bahkan Max sampai menggelengkan kepalanya.


''Jangan berpikir terlalu jauh,aku yakin mereka tidaka kan melakukan itu walau pun Leo berusaha tapi paman dan bibi tidak akan mengijinkan hal itu terjadi.


Max merasa jika paman dan bibi nya juga menyayangi dirinya walau entah perasaan nya saja namun pelukan hangat dari mereka tadi memberikan kesan berbeda dihati nya


Wajah Bianca menunjukkan ketidak senangan nya.''Sudahlah hanya wanita kampunh sekarang katakan bagaimana apakah pria tua itu sudah menyerahkan nya padamu?''Bianca tidak akan mau melepaskan buruan nya sama sekali.


''Satu minggu lagi kakek akan menyerahkan nya saat ini pengacaranya sedang mengurusnya!Jangan khawatir.''Jawab Max.Sebenarnya dia yang membutuhkan waktu satu minggu untuk mendapatkan bukti kebenaran nya.


''Hanya menyiapkan dikumen membutuhkan waktu selama itu?Dia hanya mengulur waktu saja atau jangan jangan dia memang tidak berniat menyerahkan padamu.''Bianca terus meracuni kepala Max dengan ucapan nya.


''Aku ingin ke kantor.Sebaik nya pulang dan menemani wanita \*\*\*\*\*\* itu.Biarkan Joya disini aku akan menjemputnya nanti!''


''Baiklah!''


Bianca tetus mengamati Max yang berjalan mendekati istrinya,mungkin hanya berpamitan terlihat Joya menganggukkan kepalanya namun hal yang sangat Bianca benci saat Max mencium Joya dugaan nya semakin kuat jika Max sudah jatuh hati pada Joya.