
Kakek Marco tampak begitu bahagia mengetahui Joya dan Max datang mengunjungi dirinya walau pun dia tahu jika Max pasti akan menangih janji padanya tapi tidak masalah.
''Hei..Hei...Kemarih lah nak,aku sudah menunggumu kenapa lama baru datang melihat kakek tua ini?''Sapa kakek Marco yang meraih tangan Joya dari genggaman Max,sengaja membuay Max menjadi kesal.
Benar saja wajah Max langsung menunjukkan raut tidak senang"Dia istriku jangan sembarangan merebutnya dariku kakek tua?''protes Max
''Kakek apa kabar?''Tanya Joya yang tidak mau ikut campur masalah kakek dan Max.
''Ahh aku baik setelah kedatangan mu!Mari aku akan menunjukkan sesuatu padamu!''Kakek Marco terus membawa Joya mengikutinya dan membiarkan Max.
''Apa kabar mu nak?''Sapa Jihan pada Max.
''Baik.''Jawab Max singkat,hubungan mereka memang sangat canggung itu semua terjadi karena Bianca.
''Sepertinya kakek sangat menyayangi istrimu.''Jihan masih mencoba berbicara dengan Max sambil tetap menampilkan senyum manisnya.
''Ya,sampai dia lupa siapa cucunya.''Max masih menatap Joya yang terpaksa mengekor pada kakek nya karena tangan nya terus di pegang kakek Marco.
''Mari,ikutlah dengan ku.Aku akan membuatkan teh untuk mu sambil menunggu istrimu sepertinya mereka akan lama!Hari ini bunga kesayangan kakek mekar pasti dia ingin menunjukkan itu pada istrimu.''Ajak Jihan.
Max berpikir tidak ada salah nya ikut dengan tante nya,apalagi saat ini mamanya juga tidak ada maka tidak akan ada yang merecokinya.
''Max..Kapan kau sampai?''Tanya Tuan Nathan yang melihat Max berjalan di belakang istrinya.
"Baru saja!''Jawab Max.
''Apa kakek merebut istrimu?''Tanya Tuan Nathan.
Max menengus kesal.
''Hahaha..Tidak apa apa kita punya kesempatan untuk minum teh bersama.''Tawa renyah Tuan Nathan.
Max tidak terlalu menanggapi ucapan paman nya entah kenapa rasanya aneh karena selama ini dia jarang berkomunikasi dengan keluarga nya ini waktu nya hanya habis untuk mengurus perusahaan dan juga mendengarkan semua rencana mama nya yang tidak ingin harta kakek nya jatuh ke tangan sepupunya.
''Kemari dan duduklah!''Kali ini Nyonya Jihan sudah datang dengan membawa secangkir teh di tangan nya.
''Wah,wah wah..Kau datang Max?Dimana kakak ipar aku merindukan nya?''Tiba tiba Leo sudah ada di antara mereka.
Mendengar pertanyaan Leo membuat wajah Max langsung memerah,hatinya bergemuruh saat sepupunya terang terangan mengatakan rindu pada istrinya.
''Leo jangan ganggu kakak mu atau aku akan menjewer telingamu!''
''Aku tidak mengganggu ma.Aku benar rindu dengan kakak iparku!''Leo masih menyeringai seraya membela dirinya sendiri.
''Kalau kau berani maka sepatu ku akan langsung menempel di kepalamu!''Kali ini suara Tuan Nathan yang menimpali.
Max yang melihat kebahagian keluarga bibi nya merasa sedikit kerinduan di hatinya,dia bahkan lupa kapan dia dan mamanya melakukan nya bahkan Max tidak ingat kapan dia tertawa bersama mama nya sungguh dia iri melihat kebahagiaan keluarga bibinya.
''Aku pergi dulu!''Tiba tiba suara Max menghentikan tawa ketiga nya.
''Ada apa nak?Kau bahkan belum meminum teh mu!''Tanya Nyonya Jihan ada gurat kekeceeaan di wajah nya dan Max bisa melihat itu.
''Emm itu aku harus segera menemui kakek.Maaf!''Entahlah perasaan rumit kini Max rasakan di hatinya ada rasa tidak tega melihat wajah bibi nya yang kecewa.
Max berdiri,dia beranjak dari kursi nya.
''Tunggu!''Max menghentikan langkah nya berbalik menatap bibi nya yang kini sedang menatap nya.
''Bolehkan aku memeluk mu?Rasanya sudah sangat lama dan aku sangat ingin?''Tanya Nyonya Jihan.Tidak hanya Max tapi Tuan Nathan dan Leo juga bingung melihat wanita yang begitu lembut itu.
Max menarik nafas nya pelan,menatap wajah bibi nya yang tetlihat sangat berharap lalu mengangguk.
Dengan wajah yang berubah cerah Nyonya Jihan berhambur ke dalam pelukan Max dan memeluknya erat walau Max belum membalas pelukan itu Nyonya Jihan tidak peduli setidak nya dia bisa memeluk Max saat ini.
Max merasakan tubuh bibi nya bergetar pasti menangis.Tapi Max merasakan kehangatan di hatinya rasa yang telah lama.hilang seakan kembali hadir mengisi kekosongan kini perlahan tangan Max terulur membalas pelukan bibi nya dengan hangat dia memejamkan matanya.Max tidak perasaan ini dia sangat melow sekarang tapi enggan melepaskan pelukan itu.
''Aku tidak tahu bagaimana aku menjelaskan perasaan ku saat ini nak.Tapi aku senang kau mau membalas pelukan ku!''Nyonya Jihan semakin mengeratkan pelukan nya dan Max bisa merasakan itu tubuh bibi nya memberikan sesuatu yang sangat dia rindukan.
Entah bagaimana tapi Max kini merasakan tangan lain melingkar di tubuh nya.Aneh itu lah yang Max radakan saat ini perlahan dia membuka matanya wajah nya sedikit kaget melihat ternyata paman nya juga memeluk nya dengan sangat hangat.
''Aku tidak akan membiarkan ada pria lain memeluk istriku!''Kata nya.
Max tidak tahu perasaan apa yang ada di hatinya rasanya dia kini tersesat sangat jauh di tempat asing tetapi dia merasakan perasaan nyaman sekaligus.
''Dengar kakak kau tidak boleh marah jika nanti aku memeluk kakak ipar karena sekarang aku mengijinkan kau memeluk kedua orang tuaku!''Suara Leo merusak suasana yang indah antara Max dan paman juga bibi nya.
''Iya iya,jangan kalian melihatku seperti itu.Kalian terlihat seperti keluarga sungguhan dan aku penjahatnya!''
Tuan Nathan dan Nyonya Jihan tertawa melihat kekonyolan Leo dan mengurai pelukan mereka pada Max.Max juga menarik sudut bibir nya samar merasakan kebahagian yang Leo rasakan menjadi anak paman dan Bibi nya.
''Terima kasih nak!''Kata Nyonya Jihan menatap mata Max yang tegas.
''Emm ya.''Hanya itu kata yang keluar dari mulut Max.
Lalu pergi meninggalkan keluarga bahagia itu dengan perasaan yang sangat sulit dia ungkapkan,sejenak dia melupakan tekanan yang di berikan mama nya padanya dan merasa dirinya sedikit waras.
Bersambung...