
Nyonya Bianca terus mengawasi Joya dan kakek Marco yang terlihat sangat akrab.Entah apa yang mereka bicarakan hingga tawa kakek Marco dan Joya terdengar sampai ke tempat Nyonya Bianca.
''Cepat sekali mereka akrab,sihir apa yang di gunakan bocah itu hingga kakek tua itu sangat akrab dengan nya?padahal Rebecca jauh lebih dari segalanya tapi kakek tua itu tidak menyetujui hubungan mereka.''Gumam Bianca kesal.
Dari kejauhan Nyonya Bianca melihat Jihan dan Nathan sedang berjalan ke arah Joya dan Kakek Marco.
''Mereka lagi?Kenapa pulang terlalu cepat?''Omel Nyonya Bianca.
Nyonya Bianca terus mengamati Jihan dan suaminya yang berjalan ke arah kakek Marco.
''Wah ada tamu?Tampak nya sangat istimewa sampai sampai kakek terlihat sangat bahagia sekali?''Nyonya Jihan merasa senang karena papanya terlihat lebih sehat dan bersemangat.
''Ohh Hai nak.Kau sudah pulang?Kenalkan dia adalah Joya calon istri Max!Joya mereka adalah om dan tante Max.Jihan dan suaminya Nathan!''Kakek Marco memperkenalkan Joya pada anak dan menantunya.
''Joya..''Ucap Joya memperkenalkan dirinya sendiri.
''Kau cantik sekali nak.Tapi wajahmu terlihat tidak asing, benar kan pa?''NyonyaJihan menyipitkan matanya seakan mengingat ingat dimana dia pernah bertemu dengan Joya atau orang yang sangat mirip dengan nya.
''Benar,tapi aku tidak yakin seperti nya kita belum pernah bertemu dengan gadis ini!Atau kita pernah bertemu dengan seseorang yang sangat mirip dengan nya?''kata Tuan Nathan.
''Benarkah anda pernah bertemu dengan orang yang mirip dengan ku om,tante?''Tanya Joya sangat antusias.Joya berharap jika benar om dan tante Max pernah bertemu dengan orang yang mirip dengan nya karena kemungkinan itu adalah papa nya.
''Kami tidak yakin nak.''Jawab Nyonya Jihan.
''Kenapa kalian membahas sesuatu yang lain dan mengabaikan àku?''Tanya Kakek Marco cemberut.
''Hahahaha...tidak pa,Jangan cemburu begitu!Kami hanya ingin mengenal calon istrinya Max.''Jawab Nyonya Jihan seraya terkekeh.
''Baiklah nak,kami akan masuk dulu kalian lanjutkan saja!''Kata Nyonya Jihan kemudian.
Joya mengangguk dan tersenyum,dia sangat bahagia ternyata keluarga Maxim sangat hangat membuat nya bisa merasakan bagaimana rasanya mempunyai keluarga walaupun kehadiran nya dalam keluarga Max hanya sementara tapi Joya sangat bersyukur.
Di kamar nya Nyonya Jihan dan Tuan Nathan masih mengingat siapa orang yang sangat mirip dengan Joya.
''Sayang aku merasa memang pernah melihat Joya sebelum nya tapi versi pria hanya saja aku tidak ingat pasti siapa orang nya?''Kata Nyonnya Jihan.
''Ya kau benar sayang,aku juga merasa begitu.Wajah nya sangat familiar sekali tapi entahlah kapan dan dimana aku tidak ingat juga entah ini hanya kebetulan atau bagaimana.''
''Aku jadi penasaran dengan asal usul calon istrinya Max?''
''Sudahlah tidak usah ikut campur lagi pula kak Bianca juga tampaknya merestui hubungan mereka jadi kita tidak usah memikirkan hal lain yang bukan urusan kita.Aku tidak ingin kau disalahkan lagi,lebih baik kita me.ikirkan bagaimana jika kita memberi adik untuk Leo!!''Kata Tuan Nathan menggoda istrinya.
''Astaga sayang.Kau masih memikirkan adik untuk Leo?Harus nya sekarang kita memikirkan mencari calon sitri untuk Leo bukan adik untuk Leo.''Jawab Nyonya Jihan yang tidak habis pikir dengan suaminya.
''Memang kenapa?tidak ada yang melarang kok,lagi pula Leo masih pantas punya adik?''Tuan Nathan masih kekeh dengan keinginan nya.
''Leo masih pantas punya adik tapi kita yang sudah tidak pantas punya bayi.Sudahlah jangan membicarakan bayi lagi,atau akan ada orang yang mentertawakan kita nanti!''Nyonya Jihan meninggalkan suaminya dan pergi ke kamar mandi.Sementara Tuan Nathan tertawa melihat istrinya kesal seperti itu.
''Ternyata nasibku tidak terlalu buruk sekalipun aku di jual setidak nya Max dan keluarga nya memperlakukan ku layak nya manusia dan mereka masih menghargaiku tanpa banyak bertanya.''Batin Joya.
''kenapa kau melamun?''Tanya kakek Marco yang heran melihat Joya hanya diam menatap Nyonya Jihan dan Tuan Nathan.
''Tentu saja,kakek juga sangat senang bisa bertemu dengan mu.Kakek harap hubungan mu dan Max tidak akan terputus!''Kata Kakek Marco menyentak hati Joya karena jelas saja hubungan nya dan Max akan selesai seiring harta yang jatuh ke tangan Max.
''Semoga saja kek!''Jawab Joya.
''Apa pekerjaan orang tuamu Joya?''Tanya Kakek Marco.
Joya bingung harus menjawab apa karena dia dan Max tidak pernah membicarakan hal ini sebelum nya.
''Bagaimana ini apa yang harus aku jawab?jika aku jujur maka rencana Max akan berantakan dan Max akan menghukumku tapi jika aku berbohong maka itu bertentangan dengan hatiku?''Batin Joya bingung.
''Joya..?''Panggil kakek Marco yang melihat Joya hanya diam.
''Ekhhmm..Joya hanya sendiri kek.''Jawab Joya akhirnya memilih jujur soal Max dia akan terima jika pada akhirnya Max akan menghukumnya.
Kakek Marco mengerutkan alis nya''Maksudmu?''Tanya Kakek Marco menatap Joya dengan serius.
Joya yàng gugup memilin milin ujung bajunya dia sama sekali tidak berani menatap kakek Marco.
''Katakan!''Kata kakek Marco dingin.
Joya semakin menunduk dalam,remasan di bajunya sudah semakin kuat membuat ujung baju nya kusut.Bianca yang sejak tadi mengawasi kedua nya merasa ada yang aneh dengan sikap Joya.
Tanpa pikir panjang lagi Bianca langsung menghampiri keduanya agar Joya tidak salah bicara atau membuat kesalahan.
''Pa,sudah waktunya kau minum obat dan istirahat!''Kata Nyonya Bianca.
Kakek Marco mendengus kesal pada Nyonya Bianca yang datang dan mengacau.Sementara Joya merasa tenang tapi juga sangat takut karena Nyonya Bianca menatap nya dengan tatapan mengancam.
''Ayo pa.Kau masih bisa bicara dengan Joya nanti.Lagi pula tidak lama lagi Max dan Joya akan menikah ,papa dan Joya bisa mengobrol nanti sampai puas!''Nyonya Bianca tidak menyerah begitu saja.
''Baiklah Joya,kakek istirahat dulu kau juga istirahat sambil menunggu Max kembali!''Kata Kakek Marco kepada Joya.
''Dan kau Bianca tunjukkan dia kamar tamu agar dia bisa istirahat!''
''Baik pa.Jangan khawatir aku akan menjaga Joya dengan baik.''
''Ya sudah.''Kakek Marco meninggalkan Nyinya Bianca dan Joya berdua di taman.
Setelah kakek Marco menjauh Nyonya Bianca langsung menarik tangan Joya dengan kencang membuat Joya sampai meringis sakit tapi dia hanya diam.
''Apa yang kau katakan tadi?''Tanya Nyonya Bianca ketus.
''Maaf Nyonya,Joya hanya tidak berani berbohong tentang keadaan Joya Nyonya.Lagi pula jika kakek mengetahuinya dari orang lain itu akan membuat nya kecewa.''Jawab Joya menundukkan kepalanya.
Bersambung..