Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 29.Secuil makanan "cantik"


Max memutar kemudinya walau dia sangat menentang apa yang mamanya katakan tapi Max tidak bisa menolak permintaan mamanya.


Max kembali melewati jalanan yang tadi mereka lewati bersama Joya,dia teringat dengan pedagang makanan yang di lihat Joya.


''Ah itu dia!''Max mengehntikan mobil nya tepat di depan pedagang itu dan membeli nya.


''Ini terlihat tidak begitu enak,tapi kenapa gadis itu terlihat sangat menginginkan nya.''Gumam Max melihat bungkusan yang ada di tangan nya.Sebuah senyuman samar terlihat di bibir Max.


Rasa kesal yang tadi sempat hinggap di hatinya seketika hilang saat Max mengingat wajah Joya.Tak lama Max tiba di apartemen nha kini dia lebih betah disana bersama Joya yang tidak banyak mengaturnya dan hanya akan menurut saja.


''Joya..''Panggil Max saat dia baru tiba.


''Ya Tuan..Ada apa?''Tanya Joya kelau dari kamar.


''Ini makan lah!''Maz menyerahkan bungkusan yang ada ditangan nya tanpa melihat dia terkesan sangat cuek.


Joya menerima bunvkusan yang di ulurkan Max dengan mata menyipit.''Apa ini?''Tanya nya.


''Buka lah dan makan ,aku mau mandi!''Kata Max seraya meninggalkan Joya yang mecium aroma wangi dari bungkusan di tangan nya.


''Wahh,tuan Max sangat baik.Dia membelikan ku makanan ini padahal aku sudah bilang jika aku tidak ingin memakan nya.''Gumam Joya tapi air liurnya hampir menetes karena selera.


Joya menyiapkan makanan yang di bawanya ke meja makan mungkin saja Max juga ingin memakan nya lagi pula makanan sebanyak itu tidak mungkin mampu di habiskan nya sendiri.


''Apa dengan melihat saja maka kau bisa merasakan bagaimana rasa makanan itu?''Tiba tiba Max sudah muncul di belakang Joya membuat Joya terkejut.


''Apa yang aku lakukan sampai aku tidak menyadari kedatangan tuan Max?''Batin Joya.


Joya menatap Max.''Emm saya sudah menyiapkan nya untuk Tuan.'Kata Joya menarik kursi makan agar Max bisa duduk.


Max duduk tapi dia hanya menatap makanan itu tanpa berniat memakan nya''Aku membelikan nya untuk mu!Lagi pula aku tidak suka makanan pedas jadi makanlah aku akan menemanimu!''Kata Max mendorong piring ke hadapan Joya.


Joya merasa malu tapi dia juga sangat ingin memakan nya.


''Ayo makan,tapi jika kau memang tidak mau maka buang saja!''Kata Max mulai kesal dengan sikap Joya yang di nilainya lamban.


''Ehh tidak,jangan di buang!Sangat sayang jika makanan ini di buang banyak orang yang kesulitan makanan jadi jangan membuang buang makanan!''Kata Joya ,tangan nya menarik piring semakin dekat dengan nya.Awalnya dia hanya mencubit sedikti makanan itu dan memasukkan nya ke mualut nya karena merasa malu Max menatap nya terus tetapi lama lama karena rasa makanan itu sangat enak dan pas di lidah nya membuat nya kalap dan lupa jika saat ini dirinya sedang di tatap mata elang Max.


''Wahhh ini enak sekali.Astaga rasanya pas,bagaimana caranya mereka membuat makanan seenak ini?''Gumam Joya seraya tetap mengunyah makanan di mulut nya yang penuh.


''Setelah memakan nya apa kau jadi ingin memasaknya?''Tanya Max tetap memperhatikan gerakan Joya yanv makan seperti orang kelaparan.


Joya terdiam dirinya merasa malu.''Maaf tuan tidak.Saya hanya kagum dengan mereka yang pandai memasak makanan enak seperti ini.'Jawab Joya


''Apa tuan tidak ingin mencicipinya sedikit,mungkin tuan juga akan menyukainya!''Joya menawarkan secuil makanan yang ada di tangan nya pada Max.


Max menatap secuil makanan itu lalu kemudian menatap Joya yang dengan wajah imut dan mata cantiknya juga menatap dirinya.


Tanpa sadar Maxim membuka mulut nya lalu perlahan Joya mengulurkan tangan nya semakin dekat dan memasukkan makanan itu pada Max.Max sendiri masih menatap mata Joya yang indah sambil mengunyah secuil makanan itu.


''Cantik!''Gumam Max tanpa sadar.


''Uhuk..minum!''Kata Max yang tersadar jika dirinya telah terhipnotis dengan mata Joya jadi Max berpura pura meminta minum untuk mengalihkan perhatian Joya.


'Ini tuan.Maaf saya memaksa tuan untuk memakan makanan ini!''Joya menyodorkan segelar air putih,dirinya juga merasa khawatir takut jika Max akan marah dan menghukum dirinya.


''Boleh aku bertanya sesuatu?''Tanya Max menatap Joya serius.


Joya balik menatap Maxim dengan pandangan aneh tapi Joya mengangguk.


''Jika ada yang kau inginkan dariku maka kau ingin apa?''Tanya Max


Joya menatap Max dengan pandangan kagum,matanya terlihat sekali jika Joya bahagia mendengar pertanyaan itu.


''Saya ingin meminta bantuan Tuan untuk mencari tahu siapa papa saya!''Jawab Joya penuh harap.


Max menyipitkan matanya''Kau tidak tahu siapa papa mu?''Tanya Max.


Joya menggelengkan kepalanya pelan dan menunduk.


''Kenapa mamamu menjualmu?''Tanya Max lagi.


Joya lagi lagi menatap Max tapi kali ini matanya menyiratkan kesedihan''Karena mama membenci papa.''Lirih Joya.


Max merasa kasihan pada gadis yang ada dihadapan nya ini.Entah dari mana datang nya hati lembut Max bahkan Max sendiri merasa jika dirinya lebih mirip dengan Leo sekarang yang punya hati baik dan lembut.


''Baiklah sudah habiskan makanan mu itu.Nanti malam aku akan membawa mu makan di luar agar kau tidak bosan dan juga agat kau bisa mengatakan pada kakek tentang makan malam kita.Masalah papamu aku akan menyelidikinya jadi jangan khawatir!''Kata Max lalu pergi meninggalkan Joya sendirian di meja makan.


Joya menatap kepergian Max dengan pandangan yang rumit,hatinya merasa senang sekaligus khawatir.Senang karena jika Max menemukan siapa papanya maka dia akan bertemu dengan nya ,khawatir jika ternyata papanya juga tidak mengharapkan nya.Maka lenhkap sudah dirinya akan mendapat gelar anak yang tidak di inginkan.


Joya tidak lagi berselara menghabiskan sisa makanannya.Dia bangkit dan menyimpan makana itu di kulkas agar besok masih bisa di panaskan jika dirinya ingin memakan nya lagi.


Max duduk di tepi ranjang,dia pernah merasa dirinya di perlakukan tidak adil oleh mamanya tapu setelah mendengar sedikit tentang Joya ternyata gadis itu lebih menderita darinya.Bahkan dirinya di benci karena hal yang dirinya sendiri tidak tahu.


''Dia terlihat baik baik saja.Padahal dia sudah di perlakukan tidak adil ,menjadi pelampiasan kebencian mamanya.Bahkan sampai di jual ,bagaimana nasib nya jika orang yang membelinya berniat jahat padanya?''Gumam Maxim.


''Bodoh,aku juga memanfaatkan nya.Tapi aku lebih baik karena setelah ini selesai maka aku akan tetap memberinya imbalan dan membebaskan nya.''Max terus bergumam pada dirinya sendiri,menyalahkan bahkan membenarkan dirinya sendiri seperti orang yang memiliki kepribadian ganda.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung...


Jangan lupa like,komen dan Vote nya ya.


Baca juga cerita aku yang berjudul


Mencintai pembunuh suamiku.


Terima kasih.