
Seluruh anak buah Max di turunkan untuk mencari keberadaan Max dan Joya.Walau kemungkinan selamat sangat kecil namun mereka akan terus berusaha.
Leo dan pihak berwajib juga sudah tiba di tempat kejadian perkara,kepulan asap pekat masih terlihat mengepul di udara dan membuat sesak orang orang bukan hanya karena menghirup asap tetapi juga karena takut.Medan yang terjal dan di tambah gelapnya malam membuat pencarian bertambah sulit.
Sudah beberapa jam berlalu,pencarian masih terus di lakukan,tanpa rasa lelah mereka terus mencari.Tangisan Nyonya Jihan juga tidak bisa di hentikan wanita itu terus menangis di dalam pelukan suami nya.
"Sudahlah sayang,kita sebaiknya pulamg saja.Biar Leo dan yang lain nya yang mencari Max dan Joya semoga mereka selamat.Karena pihak berwajib sudah memastikan jika di dalam mobil tidak ada mereka berdua.Kemungkinan mereka pasti selamat!!!"Tuan Nathan mencoba menenangkan istrinya.
"Aku juga berharap seperti itu!Aku yakin Max dan istrinya pasti selamat.Max anak yang kuat dan keras kepala dia pasti bisa menyelamatkan dirinya sendiri dan melindungi Joya!!"Kata Nyonya Jihan diiringi air mata.
"Iya,kalau begitu ayo kita pulang.Kasihan papa sendiri di rumah dia juga pasti tidak tenang!"Tuan Nathan membawa istrinya ke mobil dan melajukan mobilnya menuju rumah besar keluarga Anderson.
Semenatar di tempat lain,Jeremy tengah mengadakan pesta bersama dengan Bianca dan juga Rebeca.Pesta kecil kecilan mereka adakan untuk merayakan keberhasilan mereka menyingkirkan Max dan Joya di tambah lagi kini kesehatan Tuan Marco memburuk setelah mendengar kabar tentang Max dan Joya.
"Bagus,kerja kalian bagus saya suka tapi setelah ini pergilah yang jauh dan jangan menampakkan batang hidung kalian lagi disini.Aku yakin setelah ini Hans dan Leo akan memburu pelakunya!!Mereka tidak akan tinggal diam begiti saja."Jeremy menyerahkan segepok uang pada para penjahat yang di bayarnya untuk melenyapkan Max dan Joya.
"Tenang Tuan.Kami tahu apa yang harus kami lakukan.Kami juga tidak ingin tertangkap!!"Kata penjahat itu seraya mengendus segepok uang yang baru di dapatkan nya dari Jeremy.
"Bagus!!!Sekarang cepat pergi dari kota ini atau sekalian pergi jauh dari pulau ini agar mereka tidak bisa menemukan jejak kalian!!!"Imbuh Bianca.
Para penjahat bayaran itu segera meninggalkan Klub malam.Dengan senyum puas mereka bertiga melanjutkan pesta mereka.
Deerrttt Deerrttt
Ponsel Bianca bergetar.Bianca melirik nya sekilas ternyata itu adalah panggilan dari Nyonya Jihan.Entah sudah berapa panggilan yang di lakukan Jihan namun Bianca masih enggan mengangkatnya.
"Angkat saja.Kau juga harus pintar ber akting kan?""Ucap Jeremy
Dengan malas Bianca mengangkat panggilan di ponselnya yang terus berdering.
"Ada apa?Jika tidak ada yang penging sebaiknya tutup telpon mu dan jangan menggangguku!!!"Ucqp Bianca ketus.
"Baiklah aku akan segera pulang!!!"Bianca sengaja terdengar panik agar Jihan percaya jika dirinya baru mendengar tentang kecelakaan Max.
"Apa mama akan benar benar pulang?"Tanya Rebeca.
"Sebentar lagi.Biarkan dia menunggu!!Toh Max juga sudah tiada,jadi mama rasa tidak perlu terburu!!"Kata Bianca menarik sudut bibir nya dan menyesap minuman nya.
"Mama memang licik!!!"Rebeca juga menarik sudut bibir nya dan menyesap minuman nya hingga tandas.
Di rumah
"Bagaimana apa Bianca akan pulang?"Tanya Tuan Marco.
Jihan menatap nanar sang ayah yang sedang terbaring lemah namun masih memikirkan keadaan Max dan Joya""Iya pa.Bianca akan pulang,tampak nya dia baru tahu jika Max dan istrinya mengalami kecelakaan!!"Lirih Jihan.
Tuan Nathan mengelus punggung istrinya dengan lembut.
"Apa belum ada kabar lagi?"Tanya Jihan menatap suaminya.
"Belum,mereka belum menemukan nya.Kondisi jurang yang terjal dan keadaan yang gelap memebuat mereka kesulitan.Kita harus bersabar!!"Ucap Nathan.Wajah nya juga tampak khawatir namun dia tidak bisa menangis seperti istrinya yang kini bengkak di area matanya.
Deru mesin mobil berhenti di halaman tumah keluarga Anderson.Bianca tampakmempercepat langkah nya untuk masuk ke dalam rumah.Dilihat dari wajah nya dia terlihat sangat panik dan janvan lupakan air mata yang sudah mengalir di pipinya.
"Bagaimana keadaan Max.Kenapa kalian baru menghubungiku?"Bianca masuk ke kamar Tuan Marco dan memberondong pertanyaan yang menyakitkan seolah dirinya teraniaya agar kondisi Tuan Marco semakin memburuk.
"Tenanglah Bianca.Kami sudah mencoba mengabari mu sejak tadi namuan tidak satupun panvhilan kami yang kau angkat.Tentang kondisi Max dan Joya mereka belum di temukan!!"Jelas Jihan sambil menyusut airmatanya yang mulai keluar lagi.
"Apa mereka hangus terbakar?"Tanya Bianca antara sadar dan tidak.
Kakek Marco menatap Bianca,begitu juga dengan Tuan Nathan mereka bingung dengan maksud ucapan Bianca.Apakah dia tahu sesuatu atau justru karena dia tidak tahu apapun?Namun sebagai orang tua sudah seharusnya Bianca berpikir positif dan mengharapkan keselamatan anak nya,bukan sebalik nha.