Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
43.Perhatian Max


Mata indah Zoya mengerjap,rasanya pinggang nya terasa sangat berat namun dia tidak berani banyak bergerak karena mata nya sekilas melihat ada sebuah tangan besar yang sedang melingkar.Walau jantung nya berdetak tidak menentu tapi Zoya memberanikan diri menatap si empunya tangan yang dengan tenang nya berada di pinggang nya.


''Kau tampan jika sedang tertidur seperti ini tuan.''batin Zoya.


Dia ingat bagaimana Max merawat nya semalaman dan berkali kali memegang dahi nya hanya sekedar merasakan suhu panas nya.


''Terima kasih,walau terkadang anda menakutkan tapi terkadang anda sangat baik.''Lirih Joya pelan agar tidak membangunkan Max.


''Tidurlah agar tubuh mu benar benar sehat.Aku tifak mau mengeluarkan banyak uang untuk merawatmu!'''Kata Max namun mata nya masih terpejam.


Joya sedikit merasa nyeri di hatinya tapi tetap diam dan memejamkan matanya karena tidak ingin jika Max akan menangih nya sebagai hutang.Sedang mama nya sendiri saja bisa melakukan nya apa lagi orang lain yang sangat asing.


''Bagaimana kabar nya sekarang?''Batin Joya walau dengan mata terpejam.Sekejap dia mengingat mama nya,bagaimana keadaan nya sejak Joya tidak berada di rumah nya.''Ahh pasti dia sangat bahagia dan hidup nya sangat tenang sekarang.''batin nya.


''Bagaimana keadaan mu?''Tanya Max kali ini dia menatap wajah Joya,Max tahu jika Joya tidak bisa lagi tidur.


''Hemm...''Jawab Joya bingung.


''Kau tidak mendengarku?''


''Maaf,,saya sudah baikan.Emm boleh saya turun dari ranjang?''Tanya Joya ragu ragu.


''Tidak kau harus tetap di ranjang sampai aku memutuskan kau baik baik saja!''


Joya mengeryitkan alis nya,jelas dia bingung dengan sikap Max yang seperti musim berubah ubah.''Saya ingin ke kamar mandi,rasanya sudah tidak tahan lagi!''Akhirnya Joya mengumpulkan keberanian nya dari pada dia buang air kecil di ranjang pasti akan langsung di habisi Max.


''Hemm...Kenapa tidak mengatakan nya sejak tadi?''Geram Max dan menarik tangan nya agar Joya bisa turun dari ranjang nya.


''Eughhh....!!''Lirih Joya.Kepalanya masih terasa sedikit pusing walau tidak seperti malam tadidanperut nya sudah sedikit terasa nyaman seperti nya obat yang Max berikan lumayan membantu.


''Kau masih sakit,setelah dari kamar mandi segera berbaring.Aku akan menemui pelayan agar menyiapkan sarapan mu!''


Max meraih piyama nya dan tidak lupa membawa ponselnya yang bergetar sejak tadi.


''Baik..''Jawab Joya.Kali ini dia tidak akan membantah Max karena tubuhnya memang masih lemah.


Joya kembali ke ranjang setelah membersihkan tubuh nya yang terasa lengket dan mengganti pakaian nya yang masih ada di dalam koper.


''Tokk...Tokk...


Joya melihat seorang pelayan yang malam tadi datang membawa makanan kini berdiri di ambang pintu seraya membawa troley makanan.


''Nyonya ini sarapan anda!''Kata Rona dengan wajah menunduk sopan.


''Terima kasih..tapi saya bisa turun untuk sarapan tidak perlu repot membawa nya kesini!''Jawab Joya yang merasa sungkan dan tidak pantas di layani seperti itu.


''Ini sudah tugas saya.!''Rona tidak berani menatap Joya fokus nya hanya menata makanan di atas meja dan membatu Joya makan.


''Saya bisa sendiri.Jangan terlalu repot!''Kata Joya saat Rona ingin menyuapkan sarapan nya.


''Tapi...''


''Biar saya,saya tidak biasa di layani seperti ini !''


''Ada apa?''Suara bariton membuat tubuh kedua nya menegang.Joya bisa melihat jika Rona juga gemetar.


''Keluar..!''Perintah Max tanpa melihat wajah Rona.


''Biaraku suapi!''Max tifak menunggu jawab Joya langsung menarik mangkuk yang ada di tangan Joya.


''Tuan...!''


''Jangan membantah,aku tidak suka!''


Joya membuka mulut nya menerima suapan dari Max bahkan sampai bubur habis walau Joya sudah sangat kenyang.


''Aku akan pergi dan kau harus makan tepat waktu agar segera sembuh.Aku tidak ingin mendengar keluhan tentang mu!''Kata Max setelah memberika Joya obat.


Joya hanya mengangguk mengiyakan apa yang Maxim katakan padanya.


Setelah nya Max meninggaljan Joya lalu pergi membersihkan tubuhnya dan kembali dengan memakai pakaian lengkap sungguh tampan sekali.


''Ingat jangan macam macam,nanti Hans akan datang memberikan ponsel buat mu.''Max pergi dan tidak lupa mencium kening Joya.Membuat Joya terpaku,seketika darah nya berdesir darah nya pun terasa hangat mengalir sampai sampai Joya tidak sadar jika Max sempat tersenyum melihat reaksinya sebelum benar benar pergi meninggalkan Joya yang masih seperti patung.


''Apa yang dia lakukan?Astaga..Hanya ciuman di kening tapi rasanya tubuh ku semakin lemah.''Gumam Joya lalu berbaring dan menutup tubuhnya sampai kepala menyembunyikan wajah nya.