
Braakkkk...
Bianca menutup pintu kamar nya dengan sangat keras.Dia pulang tanpa menunggu pesta selesai dan meninggalkan semua keluarga besar nya di gedung tempat di adakan nya pesta pernikahan Max dan Joya.
''Awas saja kau Max!Kau berani membantah ku sekarang lihat saja setelah semua harta keluarga Anderson jatuh ke tangan ku maka kau akan ku jadikan gembel agar kau tahu rasa tanpa aku maka kau tidak berguna sama sekali.Cihh..''Geram Bianca yang sedang marah karena belakangan ini Maxim selalu membantah ucapan nya.
Bianca mengeluarkan semua isi tas nya untuk mencari ponsel nya,rasanya benar benar marah hingga dia tidak sabar untuk merogoh ponselnya.
Tuttt...
Tuttt....
''Dimana anak ini?Akhhh di saat seperti ini bahkan dia juga tidak mengangkat ponselnya,apa dia tidak tahu jika sekarang aku sedang berjuang untuk memberinya kemewahan?''Lagi lagi Bianca kesal karena panggilan nya tidak di jawab.
Bianca menarik rambut nya frustasi.Amarah dalam hatinya benar benar memuncak apalagi saat ini Max sepertinya sangat melindungi Joya membuat dia sedikit kesulitan untuk mengendalikan Max.
'''Aku harus bisa memaksa si tua Marco untuk segera memberikan harta nya pada Max dan aku akan langsung mengubahnya atas namaku!Aku akan membalas semua nya dan menghancurkan keluarga ini!''Mata Bianca menyala karena marah dia memukul ranjang yang kini sudah kacau.
Derrttt
Derrrttt
Bianca menatap ponsel nya yang tadi sempat di lemparkan nya tanpa berniat mengambilnya walau jelas ada panggilan disana.
Derrtttt
Derrrttt
Lagi suara getar ponsel terdengar tapi kali ini Bianca meraihnya dan membaca siapa si pemanggil.
''Hallo..!''Suara di seberang terdengar saat panggilan nya di angkat.
''Kemana saja kau?sejak tadi aku menghubungimu tapi kau tidak menganggkat ponselmu?''Bianca langsung menyembur saat tahu siapa si pemanggil.
''Dasar anak tidak tahu diri.Disini aku sedang berusaha agar kau dan Max bisa bersama tapi disana aku yakin kau sedang bersenang senang bersama pria miskin itu kan?''Omel Bianca.
''Jika kau hanya ingin marah lebih baik matikan saja.Aku sedang tidak ingin mendengar ocehan mu!''Kata Rebecca tanpa basa basi.
''Tunggu!''Kata Bianca melemahkan suaranya rasanya juga tidak pas jika dia melampiaskan amarah nya pada Rebecca sekalipun semua yang di usahakan nya sekarang adalah untuk kebaikan mereka.
Rebecca mendengus''Ada apa?''Tanya nya lagi.
''Bagaimana kabar papamu?''Tanya Bianca.
''Dia baik.Apa kau merindukan nya?''Tanya Rebecca tanpa sungkan sedikitpun.
''Tentu,katakan padanya untuk menungguku sebentar lagi semua akan membaik dan kita bisa bersama sama.''Bianca kini membayang kan hidup bahagia bersama dengan pria yang dicintai nya di tambah harta Anderson yang tidak akan habis tujuh turunan.
''Kenapa mama tidak menemui papa?Aku yakin papa akan sangat bahagia,ini sudah sangat lama.''Ucap Rebecca pelan.
''Mama tahu,sabar sayang hari ini Max baru saja menikah dan sebentar lagi harta Anderson akan di berikan padanya saat itu terjadi maka akan sanagt mudah mengendalikan nya.Tenang lah,mama juga sangat merindukan papa mu dan kau kenapa tidak datang?''
''Aku sedang sibuk.Lain kali aku akan datang dan bertemu dengan istri kontrak Max.Tenang saja aku akan membantu mama mendapatkan semua nya.''Kata Rebecca yakin.
''Bagus,itu yang mama harapkan darimu!Sekarang kau jaga diri baik baik dan sampaikan salam mama pada papamu.mama sangat merindukan kalian!''
''Kenapa mama tidak menghubungi papa saja dan mengatakan nya sendiri?''
''Tidak,belum saat nya.Mama akan menghubungi papamu saat semua sudah terkendali.Baiklah selamat malam,jaga dirimu!''Kata Bianca sebelum mengakhiri panggilan nya dengan Rebecca.
Bianca berbaring di ranjang dengan kaki yang masih menjuntai di lantai,mata nya kini sedikit berbinar membayangkan pertemuan nya dengan Jeremy pria yang paling dia cintai.Sudah sangat lama sejak Bianca tidak bertemu dengan Jeremy terakhir beberapa tahun yang lalu tapi sayang pertemuan nya dengan Jeremy justru di ketahui oleh suami nya dan semua rahasianya hampir terbongkar.
Tapi Bianca menghabisi suaminya sebelum suaminya mengungkap semua pengkhianatan nya dan agar memudahkan nya menyetir Maxim.Sejak saat itu Bianca memutuskan untuk tidak saling bertemu dengan Jeremy agar tidak ada lagi yang mengetahui perselingkuhan nya.
Bersambung...