Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 44.Bukan milik nya lagi


Miranda datang ke kantor nya pagi ini sama seperti biasanya tapi langkah nya terhenti saat seorang satpam menghentikan langkah nya.


''Ada apa?''Tanya Miranda yang memang kurang ramah pada karyawan nya.


''Maaf,ibu di larang masuk ke kantor ini!''


Miranda seketika menautkan alis nya''Siapa kamu berani melarang saya masuk ke kantor saya sendiri,apa kamu lupa siapa saya huh?''Miranda berang wajah nya kini sudah memerah.


''Saya tahu ibu adalah pemilik perusahaan ini tapi itu dulu sekarang ibu bukan siapa siapa dan pemilik perusahaan yang sekarang melarang ibu untuk masuk ke dalam dan sebaik nya ibu pergi jangan sampai saya bertindak kasar!''Pria bertubuh tegap itu tidak mau mengalah karena dia juga menjalan kan perintah atasan nya sekaligus membalas sakit hatinya pada Miranda yang sering menghinanya.


''Heh,,Jangan asal bicara kamu!Saya adalah pemilik perusahaan ini.''Miranda tidak menggubris pria itu dia melangkah lebar masuk menuju ke ruangan nya tidak peduli dengan teriakan satpam yang juga turut mengejarnya.


''Cepat hentikan dia sebelum pak Briyan melihat nya!''Kata Satpam pada resepsionis.


Langkah Miranda kembali terhenti mendengar nama Briyan di sebut sebut.


''Apa maksud mu?''Tanya Miranda berbalik menatap satpam dan resepsionis yang sedikit menunduk karena takut.


''Benar,pak Briyan melarang ibu masuk ke kantor ini karena ibu bukan lagi atasan dan oemilik perusahaan ini.Kami hanya menjalankan tugas.''


Darah Miranda mendidih,bagaimana mungkin mereka bicara sembarangan seperti itu.


Tanpa mengatakan apapun Miranda melanjutkan langkah dengan tergesa dan segera menaiki lift menuju ke ruangan nya.


Braakkk


Tanpa basa basi Miranda membuka pintu ruangan nya dengan kasar tanpa peduli pintu itu akan rusak karena perbuatan nya.Miranda melihat Briyan yang sedang duduk santai di kursi kebanggaan nya dan tersenyum penuh ejekan.


''Sayang,apa maksud nya ini?Kenapa mereka melarang aku masuk,jangan membuat lelucon yang tidak lucu sayang.''


Briyan berdiri menghampiri Miranda yang masih menahan emosi nya terlihat jelas dari nafasnya yang turun naik.


''Ini bukan lelucon sayang,ini adalah kenyataan nya.Kau memang bukan pemilik perusahaan ini lagi karena semua sudah menjadi milik ku dan aku tidak mengijinkan kau untuk ada di kantor ini walau hanya di halaman depan saja.Jadi silahkan keluar sebelum satpam menyeretmu dan membuatmu kehilangan wajah!''Kata Briyan dengans angat tenang namun setiap kata yang keluar dari mulutnya sangat menyakitkan bagi Miranda.Briyan juga menunjukkan surat surat yang jelas itu adalah tanda tangan Miranda sendiri.


''Tidak,ini adalah kantor ku!Aku tidak pernah menyerahkan nya padamu.Kau jangan macam macam.Satpam...!''Teriak Miranda kencang.Dia tifak lagi peduli Briyan adalah kekasih nya baginya saat ini menyelamatkan perusahaan nya jauh lebib penting karena itu adalah peninggalan orang tuanya.


Satpam yang tadi datang dengan tergesa.


''Hahahhaaa.....Kau sangat lucu sayang!Usir dia!!''Suara Briyan sangat keras hingga menembus jantung Miranda.Matanya seketika membola,kemarahan nya sudah berada di ubun ubun tanpa pikir panjang dia segera meraih apa saja yang ada di dekatnya dan melemparkan nya pada Briyan yang wajah nya kini terlihat seperti monster.


''Aku tidak akan pergi,kau yang harus keluar dari sini!''Teriak Miranda yang kini sudah dalam cekalan dua orang satpam.


''Lepaskan aku!Bajingan kalian.Lepas!!''Miranda meronta tapi mereka tidak peduli dan tetap menyeret Miranda keluar sementara karyawan lain melihat Miranda tanpa kasihan karena sikap Miranda selama ini sangat kejam pada mereka.


''Briyan,,kau tidak bisa melakukan ini padaku!Aku yang mengangkatmu dari jalanan,ingat itu!Briyaaaaannnn''


Brukkk


Miranda tersungkur di lantai halaman kantor,keadaan nya sungguh sangat menyedihkan rambut dan pakaian nya sudah sangat berantakan apalagi dandanan nya.


Tidak mau menyerah Miranda bangkit berdiri dan ingin kembali menerobos dua satpam yang tadi menyeretnya dan masih berdiri di depan pintu kantor.


''Sebaiknya ibu pergi,dari pada ibu mempermalukan diri ibu sendiri!''Kata salah seorang satpam.


''Saya atasan kalian dan saya pemilik perusahaan ini.Dia sudah melakukan kecurangan pada saya.Saya tidak akan tinggal diam.Awas kamu Briyan.''Maki Miranda.


Miranda mengendarai mobil nya dengan kecepatan maksimal rasanya ingin segera sampai di rumah dan membuang semua barang barang milik Briyan,rasa cinta yang besar seketika padam karena perbuatan Briyan yang telah mengambil alih perusahaan nya yang sampai saat ini dia belum paham kapan dia menandatangani semua surat surat itu.


''Akhhhhh..Briyan bajingan jadi selama ini dia hanya membodohi aku dan bodoh nya aku percaya begitu saja padanya.Akkhhh sial,sial..''Umpat Miranda seraya memukul stir mobilnya karena marah.


Tanpa terasa air mata nya tumpah,kini Miranda menangis di pinggir jalan karena merasa dada nya sangat sesak merasakan hidup nya yang tidak pernah bahagia sejak dia mengandung Joya anak yang sebenarnya tidak tahu apa apa.


''Jika saja dia tidak meninggalkan ku dan mau bertanggung jawab maka semua ini tidak akan terjadi.Akhhhhh......''Miranda menangis,dia menarik rambut nya serta memukul dadanya sendiri lalu mengusap kasar air matanya dan kembali menginjak gas agar bisa segera sampau di rumah nya.


Mobil berdecit kencang saat kaki Miranda menginjak rem mobilnya.Matanya tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


''Tidak..Apa apaan ini?


Bersambung.....


Terimakasih