
''Wahh sayang lihat lah semua pakaian ini!Bagus bagus sekali dan aku yakin harga nya pasti sangat mahal.''Miranda memegang sebuah gaun dengan mulut dan mata yang terbuka lebar karena takjub.
''Benar sayang,lihat lah pakaian ini bermerek semua,wah kita sangat beruntung sekali!''Briyan memegang sebuah jas berwarna hitam di tangan nya.
''Kita sangat beruntung sayang.Awalnya aku ragu padamu bagaimana mungkin kau bisa mendapatkan undangan dari pemilik perusahaan terbesar di kota ini?''
''Aku juga awalnya tidak ingin pergi karena merasa ragu tapi sekarang lihatlah bahkan kita sangat di hormati disini.Hahaha...''
''Ya ..Baiklah sekarang ayo kita segera mengganti pakaian kita agar kita bisa segera bertemu dengan pengantin nya.Ahh aku sudah tidak sabar!''
Briyan mengangguk membenarkan ucapan Miranda.Dengan cepat mereka mengganti pakaian kotor mereka dengan pakaian baru dan mahal itu.
Hans masih setia menunggu mereka di luar pintu,baginya tidak masalah berdiri menunggu disana agar bisa memberi Miranda dan Briyan pelajaran.
Ceklek
Pintu terbuka keluarlah Briyan dan Miranda.
''Tuan Hans,anda masih disini?''Tanya Briyan tidak percaya jika Hans masih menunggu disana.
''Iya tuan,saya masih disini .Sekarang apakah anda berdua sudah siap bertemu dengan pengantin nya?''Tanya Hans.
Briyan dan Miranda saling melempar pandang merasa senang''Tentu tuan ,kami sudah siap!''Kata Briyan penuh semangat.
Hans berjalan di depan sementara Miranda dan Briyan mengukutinya dari belakang.Senyum mengembang dari wajah kedua nya.
Hans berhenti di sebuah ruangan yang hanya ada Maxim ,Joya dan beberapa bodyguard.Hans membisikkan sesuatu pada Max dan terlihat Max menganggukkan kepalanya.Tetapi Briyan dan Miranda belum melihat wajah kedua nya.
''Apa yang dia katakan?''Tanya Briyan berbisik.
''Tenang lah aku juga tidak tahu,mungkin Hans sedang memberi tahu bahwa kita ada disini.''Jawab Miranda
''Sialahkan Tuan.Kalian bisa bertemu dengan tuan Max.''
''Selamat datang!''Ucap Maxim sembari berdiri dan membalikkan tubuhnya.
Briyan dan Miranda terdiam di tempat nya,wajah mereka pucat pasi tentu saja mereka belum lupa pria yang memukul Briyan di restoran saat mereka makan malam.
''Kau,dasar bajingan!''Briyan melangkah cepat ingin menghampiri Maxim tapi beberapa bodyguard sudah menghalangi Briyan sebelum dia berhasil menyentuh Max.
Miranda membulatkan matanya''Jika pria ini disini apakah Joya juga ada disini?Tidak,tidak mungkin aku menjual Joya pada pria jelek bukan dia.''Batin Miranda
Joya muncul di belakang para bodyguard,ketenangan nya bagai badai yang membuat Miranda ketar ketir.Jantung Miranda bahkan hampir lepas dari tempat nya karena tidak percaya bahwa Joya anak yang dia sia siakan bahkan di jual karena kebencian nya pada papa Joya kini berdiri bersisian dengan seorang pria tampan dan kaya raya.
Hati nya mencelos tapi kebencian nya tidak berubah justru semakin besar pada Joya.
''Apa yang ingin kau lakukan tuan?Memukul ku?''Tanya Max menghampiri Briyan tetapi tangan nya menggenggam tangan Joya.
Wajah Briyan memerah dia sama sekali tidak menyangka jika disini dia akan bertemu dengan pria yang sudah membuatnya kesal.
''Ayo ,kita pergi dari sini!''Ajak Miranda menggamit tangan Briyan karena tidak ingin membuat keributan apalagi jelas jika situasinya tidak akan berpihak pada mereka.
Briyan menatap marah pada Max dan Joya.''Kau pikir dirimu hebat huh.Kau bahkan menikahi seorang anak pembatu!Apa kau bangga dengan itu?''Ucap Briyan yang mulut nya kembali seperti emak emak komplek yang lagi bergosip.
Miranda terkesiap tapi dirinya kembali menenangkan hatinya sendiri karena yakin jika Joya tidak akan berani mengatakan yang sebenarnya.
Max menggeram marah,pria di hadapan nya ini memang sangat bodoh bahkan dirinya tidak mengetahui jika Joya yang dipikirnya adalah anak pembantu ternyata adalah putri kandung dari kekasih nya.
''Kau menganggap dirimu pintar Tuan Briyan Armando?''Tanya Max dengan nada dingin dan sangat tenang.
Mata Briyan membelalak bagaimana Max bisa tahu nama lengkap nya.
''Coba kau tanya kekasih mu ini,sepertinya dia lebih tahu tentang siapa istriku ini!''Ucap Max seraya mencium lembut punggung tangan Joya.
Miranda mulai ketar ketir karena saat ini mata Briyan menatap nya dengan tatapan curiga.Miranda membuang tatapan nya pada Joya yang tampak tenang lalu berpindah pada Max yang terlihat senyum menyeringai.
''Tentu saja dia tahu karena ibu gadis ini adalah pembantu dari kekasihku.Hah..Dan kau tahu jika sekarang ibu mu itu sudah di pecat?Seharusnya kau mencarinya tapi mungkin kau malu jika suami mu sampai tahu jika kau hanya anak pembantu!''
''Tutup mulut mu tuan!''Kata Joya dengan suara keras.
''Ouhh sekarang kau berani bersuara lantang ternyata.Apa karena kau sudah bersuamikan pria kaya?''Kali ini Miranda membalas ucapan Joya karena merasa tidak suka Joya sudah berbicara lantang pada Briyan.
''Tentu saja,jika tidak maka dia hanya akan menjadi pengemis saja dan bicara lirih meminta belas kasihan orang lain!''
Max marah andai saja dia tidak berjanji dengan Joya agar tidak ada saling pukul maka sudah pasti Briyan akan sekarat saat ini.
''Siapa pengemis dan berteriak pengemis?Kau bahkan memakai pakaian yang bukan milik mu!Kau ingin datang ke pesta tapi tidak punya pakaian yang bagus lalu berpura pura menjadi korban padahal sebenarnya kau hanyalah seorang pembohong besar.''cibir Max.
Mata Miranda dan Briyan terbuka lebar mereka seakan di jebak.
''Lucuti pakaian mereka dan usir dari sini!''perintah Max yang tidak ingin berbasa basi lagi.
Miranda terlihat panik bagaimana mungkin dia keluar tanpa busana apalagi diluar ada beberapa kolega nya,hal ini pastu akan sangat memalukan.
''Jangan!Hans yang meminta kami mengganti pakaian karena kecerobohan pelayan disini hingga membuat pakaian kami kotor.''
''Jangan kau pikir karena kau mempunyai perusahaan besar maka kau bisa seenaknya saja memperlakukan orang lain sesuka hatimu!Aku bahkan tidak takut dengan mu!''Kata Briyan dengan sombongnya.
Max mengendikkan dagunya,beberapa bodyguard langsung membuka pakaian Briyan dengan paksa walau mendapat perlawanan dari Briyan namun perlawanan nya tidak berarti apa apa.
Miranda ketakutan setengah mati,bagaimana jika pria pria itu memaksanya membuka pakaian nya juga.Mata Miranda menatap Joya yang hanya diam tanpa mengatakan apapun.
''Joya katakan padanya agar tidak melakukan itu.Ingat denga semua yang sudah aku lakukan padamu Joya!''Kata Miranda penuh harap.
Joya tersenyum simpul''Aku adalah miliknya Nyonya.Bukan kah kau yang sudah menjualku padanya?jadi tidak mungkin aku memerintah nya dan apa tadi yang Nyonya katakan?Aku harus mengingat semua yang anda pernah berikan padaku?Yang mana?''Ucap Joya tegas.
Bsrsambung..