
Max berdiri di depan kaca menatap keluar gedung kantor nya.Pikiran nya benar benar kacau sekarang setelah apa yang kakek nya sampai kan dirinya benar benar dilema.
''Masuk..!''Kata Max saat mendengar pintu ruangan nya di ketuk.
Hans datang dengan membawa beberapa dokumen di tangan nya.''Saya butuh tanda tangan anda tuan.''Hans meletakkan dikumen yang di bawanya di meja kerja Max tapi Max hanya diam dan kembali menatap keluar jendela.
''Apa sudah ada kabar?''Tanya Max tanpa menoleh.
''Jeremy datang!Dan Nyonya yang menjemputnya di bandara!''Hans tidak langsung melanjutkan ucapan nya tapi melihat reaksi Max yang masih tampak biasa saja.
''Lanjutkan!''
''Setelah dari bandara mereka makan di restoran sebelum Nyonya mengantar tuan Jeremy ke rumahnya.''
Max tidak mengatakan apapun walau hatinya diliputi kabut sekarang untuk apa mama nya menjemput papanya Rebeca bukan kah itu bukan tanggung jawab nya.
''Apa kau sudah mendaoatkan informasi tentang kecelakaan itu?''Tanya Max lagi.
Hans menghembuskan nafasnya perlahan''Sepertinya kecelakaan itu memang ulah seseorang karena malam sebelum Tuan mengalami kecelakaan dia keluar dari sebuah hotel dengan kesal sepertinya dia baru saja bertengkar dengan seseorang.''
Max mengeryitkan alis nya kakek nya tidak mejelaskan apapun hanya menduga kecelakaan itu bukan lah kecelakaan biasa.
''Siapa yang di temui papa disana?''Max masih terus menerka nerka apakah ada saingan bisnis papanya yang melakukan nya.
''Tuan bertemu dengan klien nya disana namun sampai mereka selesai tidak terjadi keributan saya sudah memeriksa semua rekaman cctv tapi tidak menunjukkan apapun hanya saja Tuan besar keluar dua puluh menit setelah pertemuan itu selesai.''Hans memang sudah memeriksa semua rekaman cctv walau sangat sulit dia dan anak buah nya bekerja keras untuk mengungkap semua kebenaran nya.
''Bagaimana dengan cctv jalanan,apa sudah kau periksa jalan yang kemungkinan di lewati papa?''Tanya Max lagi keterangan Hans membuat dia samakin yakin jika apa yang kakek nya sampaikan adalah benar.
''Itu...''Ucapan Hans terhenti saat mendengar suara ketukan di pintu.
''Masuk!''Max dan Hans menghentikan pembicaraan mereka,Max kembali ke kursinya dan mulai membuka dokumen yang di bawa Hans.
''Kakak sepupu apa kabar?''Leo masuk dengan senyum lebar di wajahnya bahkan melihat nya saja membuat Max dan Hans merasa geli.
''Ada apa?''Tanya Max dingin.
''Tidak bisakah kau bersikap ramah padaku,padahal aku sama sekali tidak pernah menyinggingmu?''Keluh Leo.
''Jangan membuang waktu katakan saja untuk apa kau datang kesini,aku yakin pekerjaan mu juga banyak.''
''Hemm kau menyebalkan!Baiklah aku hanya ingin mengatakan jika tadi aku melihat kekasihmu sedang berjalan jalan dengan bibi dan papanya.Apakah mereka tidak mengajakmu?''Leo memang melihat nya dan sebenarnya dia juga tidak suka ikut campur dengan urusan orang lain tetapi dia sangat senang melihat Max kesal karena Max tidak pernah mengijinkan dirinya berbicara dengan Joya.
Max yang mendengar apa yang Leo katakan seketika menjadi muran bahkan Hans merasa jika udara di ruangan itu kian menipis tetapi dia tidak bisa meninggalkan Max karena takut Max akan kehilangan kendali.
''Apa sekarang kau akan menjadi pria bermulut lemes yang suka bergosip?''Alih alih menjawab ucapan Leo Max justru mengejek Leo.
'''Tidak,aku hanya merasa aneh karena mereka terlihat seperti keluarga bahagia dan bukan sebagai mantan calon besan.''Kali ini Leo sedikit serius dalam ucapan nya dan sedikit membuat Leo menatap Hans.
''Pergilah aku banyak pekerjaan!''Usir Max.
Leo mendengus tidak suka Max mengusir nya tapi apa yang ingin dia sampai kan sudah dia katakan.
''Leo!''Panggil Max sebelum Leo berhasil meraih gagang pintu.
''Harus kau tahu jika Beca bukan kekasihku karena sekarang ada Joya dan dia adalah istriku jadi jangan pernah memikirkan sesuatu yang tidak seharusnya!''Lanjut Max menegaskan.
''Aku tahu, tapi bukan berarti aku akan membiarkan Joya dalam masalah!'''Kata Leo tegas lalu keluar meninggalkan Max yang wajahnya memerah.
''Brengsek!''Umpat Max geram mengepalkan tangan nya marah.
Hans justru memikirkan sesuatu yang aneh bagaimana mungkin Nyonya nya dan juga papa Rebeca berjalan jalan.Rasanya itu tidak lah pantas mengingat Rebeca hanya wanita yang akan di jodohkan dengan Max apalagi mereka hanya pergi bertiga dan bukan salah Leo jika berpikiran seperti itu.
''Ini memang janggal Tuan!''Kata Hans mengalihkan emosi Max.
Max menatap Hans dengan mata yang masih seperti elang ''Aku tahu.Jadi jangan membuang waktu dengan diam saja disini sebaiknya segera cari tahu semua nya dan apa yang mama lakukan.Laporkan segera!''Max menjadi sangat curiga dengan semua yang terjadi sekarang.
''Baik tuan,saya mengerti!''Hans keluar dari ruangan Max dan langsung menghubungi anak buah nya.
''Sepertinya semakin menarik!''Gumam Hans
Bersambung....