Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 35.Mengendap endap


Briyan menggeram marah begitu juga dengan Miranda.Kini mereka merasa tidak punya wajah dan andai punya mereka tidak berani menunjukkan nya pada tamu dan kolega mereka yang sekarang berada di pesta itu.


''Aku bersumpah akan membalas semu penghinaan yang mereka berikan pada kita hari ini!''Ucap Briyan dengan wajah memerah marah.


''Ya kau benar sayang,aku akan membalas mereka terutama Joya,aku tidak akan membiarkan dia hidup tenang dan bahagia.Lihat saja aku punya banyak cara untuk membalasnya!''Balas Miranda tak kalah marah nya.


Briyan dan Miranda kembali ke ruangan di mana mereka meninggalkan pakaian kotor mereka karena tidak mungkin mereka keluar hanya dengan menggunakan pakaian dalam mereka saja.


''Bajingan,lihatlah mereka sudah merencanakan semua ini.Akhhh!''Maki Briyan saat tahu jika ternyata pintu ruangan itu telah terkunci rapat.


''Dobrak sayang!Kita tidak mungkin keluar dalam keadaan seperti ini!Ya ampun..''


Brakk..


Briyan mendobrak pintu itu dengan sekuat tenaga tapi pintu itu tidak terbuka.


Brakkk


Percobaan kedua juga sama Briyan tidak mampu mendobrak pintu itu bahkan kini lengan nya sudah terlihat memerah.


''Akhhh sial,dari apa mereka membuat pintu ini?Lengan ku sampai sakit!''Briyan mengusap lengan dan bahu nya karena sakit.


''Lalu kita harus bagaimana sekarang?''Miranda menoleh ke kanan dan kekiri khawatir jika ada yang melihat keadaan mereka yang seperti itu.


''Bagaimana caranya?Kau lihat bagaimana kita sekarang!Kita tidak mungkin melewati mereka.''Ucap Miranda frustasi.


Briyan menarik tangan Miranda dan membawa nya melewati lorong sepi mencari jalan keluar tanpa harus bertemu dengan orang lain.


Briyan menggunakan instingnya untuk mencari jalan keluar walau harus mencari jalan bagian belakang.


Miranda mulai merasakan dingin karena saat ini dia hanya menggunakan tank top dan sebuah ****** ***** pendek begitu juga dengan Briyan di sepanjang jalan dia terus saja mengumpat dan bicara kasar karena merasa kesal di permainkan oleh Max dan Joya.Sikap Joya yang acuh seakan tidak mengenal mereka dan terkesan sombong semakin membuat Briyan merasa sangat geram,padahal dia tidak tahu siapa sesungguhnya Joya dan siapa ibunya.


''Tenanglah jangan terus mengumpat karena itu tidak ada gunanya,sekarang kau pikirkan bagaimana kita sampai ke mobil kita dan pergi dari sini?''Miranda merasa jengah dengan Briyan yang terus marah marah padahal Miranda sendiri juga sangat marah sekarang.


Briyan menarik tangan Miranda dengan sedikit kasar hingga membuat Miranda meringis kesakitan tetapi Miranda tidak mengeluh karena Miranda paham saat ini Briyan juga tengah marah .


''Kau lihat! aku bisa menemukan jalan keluar dari gedung ini dengan mudah tetapi masalah nya kita harus melewati penjaga sialan itu agar bisa sampai pada mobil kita.''Ucap Briyan yang mampu menemukan pintu untuk keluar tetapi penjagaan yang Max lakukan sangat ketat,jika mereka keluar dengan keadaan seperti itu maka sudah pasti para penjaga itu akan menghentikan mereka.



''Jika seperti itu maka pikirkan bagaimana cara nya agar kita bisa segera pergi dari sini!Aku sudah tidak tahan lagi,di sini sangat dingin!''


''Aku tahu,aku juga kedinginan sekarang.Tunggu..!!''Briyan mencari sesuatu yang bisa mereka gunakan untuk menutupi tubuh mereka berdua dan berencana mengecoh penjaga yang berdiri tak jaih dari tempat mereka bersembunyi.


Bersambung....