
Leo yang mendapat pertanyaan seperti itu dari kakek nya menghembuskan nafasnya pelan.Emosinya masih belum reda tapi tidak mungkin juga dia mengamuk di hadapan Mama dan Kakek nya.
"Aku menemukan Max dan sekarang dia sedang berada di rumah sakit.Namun aku masih merahasiakan keberadaan nya!!"Kejujuran Leo sontak membuat Kakek Marco dan Jihan menganga tidak percaya sekaligus senang.
"Kenapa kau tidak mengatakan nya.Katakan sejak kapan?"Tanya Jihan tidak sabar,dia yang tadi tenang saat mendapat hasil tes kini justru menangis karena mendengar kabar jika sebenarnya Max sudah di temukan.
Leo menatap wajah mamanya yang terlihat sangat tidak sabar begitu juga dengan kakek nya"Sudha beberapa hari lalu.Aku dan Hans tidak mengatakannya sebelum bisa menemukan siapa pelakunya."Jawab Leo.
."Bagaimana keadaan nya?"Tanya kakek Marco.
Leo menggeleng"Dia masih koma!!"Lirih nya sekalipun saat ini dia sedang kesal dengan Max namun dia juga tidak bisa membohongi hati nuraninya jika dia juga peduli dengan Max.
Jihan tersenyum tapi air matanya tetap mengalir ,entah bagaimana yang dia rasakan saat ini senang tapi juga sedih."Kita kesana sekaligus melakukan tes DNA Max dan Bianca.Bukan kah di cangkir itu ada liur nya?Kita bisa menggunakan itu!!"
"Bagaimana dengan Joya?"Tanya kakek lagi.
Jihan mengangguk"Benar bagaimana dengan Joya,apa juga sudah di temukan?"
..Kali ini wajah Leo memuram"Belum,kami tifakenemukan nya."
Tidak hanya kakek tapi mereka semua merasa sedih karena Joya belum di temukan.
Kakek menghela nafasnya"Kita akan menjenguk Max.Aku ingin melihat nya!!"Wajah pria itu terlihat semakin menua,guratan guratan kesedihan terlihat jelas.
"Aku juga!!"Jihan menimpali.
Kita akan pergi setelah memastikan Bibi tidak tahu dan curiga.
Mereka mengangguk tapi tidak dengan Nathan yang hatinya sedang gundah,bagaimana dia menjelaskan semua nya pada istrinya.Tenang nya Jihan bukan berarti tidak akan ada masalah.Nathan masih menatap wajah istrinya yang tidak juga menoleh ke arahnya,Bingung itulah yang sedang di rasakan Nathan saat ini bagaimana mungkin hasilnya bisa positif Max anak kandung nya.
"Sayang....!!"Lirih Nathan saat dia dan istrinya berada di dalam kamar.
"Ada apa?"Tanya Jihan tanpa ekspresi.
Hati Nathan sedih,dia tidak pernah di perlakukan seperti ini sebelum nya"Aku tidak selingkuh!"Hanya itu kata yang bisa keluar dari mulut seorang Nathan.
Jihan tersenyum"Kita lihat bagaimana hasilnya nanti!!Tenang dan tidak terbaca itulah Jihan.Ekspresi datar membuat Nathan semakin gelisah.
Jihan meraih berbaring di ranjang dan meraih selimut untuk menutupi dirinya sendiri tanpa memperdulikan suaminya yang sedang gelisah.
Derrrtt Derrrtt
Ponsel Nathan bedering tapi dia mengabaikan nya,tidak ingin menambah masalah dengan mendengar masalah lain nya.
Jihan hanya melirik sekilas suaminya yang menygar rambutnya frustasi lalu memejamkan matanya.
Nathan naik ke ranjang menyusul istrinya lalu meraih tubuh wanita yang sangat dia cintai,lalu mencium lembut tengkuk Jihan"Percayalah ,kau adalah satus atunya wanita yang aku cintai dan aku tidak pernah mengkhianatimu!!Percayalah pasti ada kesalahan dengan hasil tes itu,aku yakin!!"Bujuk Nathan.
Jihan tidak menanggapi walau dia mendengar apa yang di ucapkan suaminya dan belum tertidur tapi dia enggan.Jika terbukti Bianca memang ibi kandung Max maka bagaimana.Sakit pasti itu yang akan dia rasakan.
"Tidurlah,aku lelah.Terlalu banyak kejutan malam ini!!"Suara itu semakin membuat seorang Nathan merasa sangat bersalah.
Nathan tidak mengatakan apapun lagi tapi dia tidak melepaskan pelukan nya pada sang istri.Ada ketakutan sendiri. Jika benar Leo akan membawa istrinya dan menyembunyikan nya.
Di kamar nya kakek Marco.juga tidak.bisa tidur,dia masih mengurai benang merah yang terjadi dalam keluarga nya.Kepalanya terasa berdenyut di usia nya yang sekarang membuat nya epunyai batas untuk berpikir,belum lagi tentang Joya yang belum di temukan semakin menambah rasa gagal sebagai pelindung keluarga.
"Semua ini pasti ada hubungan nya dengan mu!!Kau sudah menghabisi putraku dan aku tidak bisa menyentuhmu karena kau menggunakan Max sebagai tameng mu.Tapi aku janji jika kali ini kau juga terlibat maka aku akan menghabisimu,kau tidak termaafkan lagi.!!"Kakek Marco teringat kembali kejadian beberapa tahun yang lalu saat putra nya,papa Max menguhubunginya dan mengatakan jika dia memergoki Bianca selingkuh dan akan menceraikannya.Namun bukan nya kembali putra nya hanya pulang setelah menjadi mayat.
Dirinya tentu menakan Bianca tapi hasilnya sia sia karena Max yang saat itu sangat dekat dengan Bianca membuatnya tidak berdaya.
Bersambung.....