Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 27.Direktur


Briyan berjalan dengan sangat gagah di sebelah Miranda,wajahnya yang tampan dan masih muda membuatnya tampak sangat mempesona apalagi Briyan termasuk pria yang pandai mengucapkan kata kata manis membuat Miranda yang kekurangan kasih sayang pun sampai klepek klepek.


''Jaga mata mu sayang!''Kata Miranda mengingatkan Briyan bagaimana pun pegawai wanita di kantor Miranda juga sangat canti dan muda tentu saja hal itu membuat Miranda sedikit khawatir.


''Jangan khawatir sayang,jika kau ragu kau boleh mengumumkan pada mereka jika aku adalah calon suamimu dengan begitu tidak satupun karyawan mu yang berani mendekati aku!''Jawab Briyan.


Miranda merasa senang mendengar apa yang Briyan katakan itu artinya Briyan memang bersungguh sungguh padanya.''Baiklah aku akan mengumumkan dirimu sebagai cakon suamiku dan akan menempati jabatan sebagai direktur di perusahaan ku ini menggantikan direktur lama yang telah menyelewengkan dana perusahaan.Aku harap kau bisa membantuku mengembangkan perusahaan ini sayang agat masa depan kita menjadi lebih baik!''Kata Miranda .


Briyan membuka mulut nya lebar tidak percaya dengan apa yang di katakan Miranda jika jabatan yang di berikan Miranda untuk nya adalah direktur.


''Apa kau tidak salah sayang.Kau memberiku jabatan tinggi tanpa mengujiku terlebih dahulu?''Tanya Briyan seakan akan merasa tidak enak hati.


'Benar sayang,aku tidak salah dana ku tidak perlu mengujimu karena aku percaya padamu!''Jawab Miranda.


''Oh sayang terimakasih.Kau sungguh wanita yang luar biasa aku bangga menjadi kekasihmu.''Briyan mengecup lembut bibir Miranda.


''Baiklah sekarang waktunya aku mengumumkan siapa dirimu dan jabatan baru mu!''


Semua karyawan sudah berkumpul dan kini Miranda sedang mengumumkan siapa sebenarnya Briyan kepada semua karyawan nya.


Briyan merasa sangat beruntung karena jalan nya akan semakin sangat mulus dengan di umumkan nya dirinya adalah calon suami pemilik perusahaan ini maka tidaka kan ada orang yang berani membantah dirinya tidak peduli omongan karyawan yang menganggap nya benalu.


''Terima kasih sayang.Entah bagaimana aku harus mengungkap kan rasa cinta ku padamu yang semakin besar sayang.''Briyan memeluk Miranda dari belakang,melingkarkan tangan nya di perut Miranda.


''Tidak perlu berterima kasih sayang,kita akan menikah dan semua ini akan menjadi milik kita berdua.''Jawab Miranda.


''Semua ini akan menjadi milik ku tanpa aku harus menikah dengan mu sayang.Kau memang bodoh!''Batin Briyan senang.


''Baiklah sekarang ayo,kita harus bekerja bukan?Aku sudah tidak sabar ingin mengembangkan perusahaan ini agar lebih maju dan sukses.''Kata Briyan penuh semangat.Miranda sangat senang mendnegar nya padahal sebenarnya Briyan ingin memajukan perusahaan dan mengalihkan semua nya atas namanya sendiri.


''Baiklah,aku akan mengantarmu!''Miranda menggandeng tangan Briyan dan membawa nya ke ruangan direktur yang sudah di bereskan.Setiap karyawan yang mereka lewati hanya menunduk hormat padahal mulut mereka sudah sangat gatal ingin membicarakan bos mereka yang terlihat seperti kakak dan adik.


''Apa kau yakin jika calon suami bu Mitanda benar benar mencintainya?''Kata seorang karyawati setelah Miranda dan Briyan menjauh.


''Sepertinya tidak.Lihat lah pria itu masih sangat muda dan tampan ua walau pun bu Miranda masih cantik tapi tetap saja usia mereka terlihat sangat jauh.''


''Iya kau benar.''


''Jangan banyak bergosip.Mau kalian di pecat?''tanya seorang karyawan lain yang mendengar teman teman nya bergosip.


''Tidak lah.Makanya jangan sampai ketahuan.Hihihihi...''


''Ah kalian ini.Sudah sana cepat bekerja nanti bu Miranda marah!''


Mereka bubar dan kembali melanjutkan pwkerjaan mereka masing masing dari pada kena omel dan uang lebih parah kena pecat.


''Bagaimana sayang kamu suka?''Tanya Miranda.


''Tentu saja sayang.Dimana pun asal dekat dengan mu aku senang.''


''Jangan terus menggodaku sayang.Ini di kantor aku tidak mau sampai kita melakukan nya disini.''


''Bukan kah lebih menarik?Kita akan terburu buru karena takut ketahuan karyawan mu!''Goda Briyan.


''Jangan macam macam.Sudah cepat kerja!''Miranda tertawa dan meninggalkan Briyan di ruangan nya dia tidak perlu menjelaskan apapun pada Briyan karena akan ada bawahan nya yang menjelaskan nya nanti.


Briyan duduk di kursinya dengan bangga,senyum mengembang lebar di bibir nya rasanya tidak sabar ingin memiliki perusahaan Miranda dan menikah dengan Jeny.


''Sabar sayang ini tidak akan lama!''


Dirumah Miranda


''Dimana dia menyimpan nya?Aku yakin brangkas nya ada di dalam lemari ini.''Gumam Jeny kesal.


Derrrttt....Derrrttt


Jeny terkejut saat ponsel.yang ada di saku nya bergetar,dia sampai memegang dada nya karena kaget.


''Astaga,hampir copot jantungku!''Gerutunya seraya mengangkat panggilan itu.


''Kau membuatku kaget sayang.''Omel Jeny.


''Hahaha kau pasti sedang mencurikan?''Kata Briyan menebak.


''Ya aku sedang berusaha mencuri tapi belum bisa karena aku tidak menemukan kuncinya.Apa kau tahu dimana wanita itu menyembunyikan nya?''Tanya Jeny mungkin saja dia mengetahuinya.


Briyan tampak berpikir ''Ahh coba lihat di dalam guci kecil yang ada di rak buku.Aku rasa dia menyimpan nya disana''Kata Briyan dengan yakin.



Jeny melihat ke arah yang di saran kan Briyan''Iya ada,aku melihat nya coba akan ku periksa dulu ya!''Jeny mendekati guci itu dan '''Ahh sayang aku menemukan nya.Tunggu aku akn membuka lemari nya tapi aku tidak tahu kode bragkasnya?''


Briyan kembali mengingat ingat''Coba tanggal ulang tahun nya!''


''Tidak.Ini tidak berhasil.''Jeny merasa kesal karena usaha nya gagal.


''Bagaimana jika tanggal jadian kami!''Kata Briyan.


''Bahkan kau mengingat tanggal jadian kalian.''Omel Jeny kesal.


''Bagaimana aku bisa lupa ,jika setiap tahun dia meminta merayakan nya?''Jawab Briyan terkekeh.


''Ini juga tidak berhasil.Artinya kau tidak berharga dimatanya.''Ejek Jeny.


''Tidak masalah karena aku hanya ingin hartanya.Jika itu gagal lalu apa?''Briyan tampak berpikir keras,dia sampai memijit pelipisnya.


''Sayang,mungkin tidak jika kodenya memakai tanggal ulang tahun mu?''Tanya Jeny.


Briyan tersenyum''Ya ,coba saja siapa tahu aku begitu berharga di matanya!''Kata Briyan memanas manasi Jeny.


''Kau menyebalkan Briyan,aku tidak akan memberi jatah padamu!Ahh bisa sayang bisa hahahaha...!''Jeny merasa senang karena dirinya bisa membuka brangkas Miranda.


''Berhasil?Bagus sayang tetapi ingat ambil apa yang kita butuhkan saja lalu segera alihkan kepemilikan rumah itu.Jangan sampai dia curiga!''Kata Briyan mengingat kan.


''Iya aku tahu.Tapi disini banyak perhiasan dan uang.Rasanya tidak sabar ingin memiliki semua ini.''Kata Jeny menyentuh semua perhiasan Miranda dengan mata yang berbinar.


''Bersabarlah,sudah cepat sayang jangan pikirkan yang lain.Ambil surat surat nya lalu serahkan pada Bram!''


''Kau sedang apa?''


Bersambung...


Baca juga ya novel aku yang lain!


Mencintai pembunuh suami ku


Terimakasih.


Jangan lupa like,komen,vote nya ya.


💙💙💙💙💙