
Max merasa sangat bahagia sepnajang jalan dia terus saja mengembangkan senyum nya ,sangat berbanding terbalik dengan Joya yang tampak malu.Entahlah rasanya dia masih malu jika mengingat dirinya dan Max akan melakukan nya lagi dalam keadaan sadar.
"Kenapa wajah mu memerah sedari tadi,jangan katakan jika kau sudah membayangkan adegan panas kita nanti?''Goda Max menatap ke arah istrinya.
Joya mencebikkan bibirnya''Jangan bicarakan itu,aku malu.''Jawab Joya.
"Hahaha...Tidak ku sangka kau ternyata malu pasti kau mengingat bagaimana liarnya dirimu tempo harikan?Aahh rasanya sudah tidak sabar melihat mu kembali menaklukan diriku.''
Wajah Joya semakin merah padam namun dia lebih memikih diam tanpa membalas ucapan Max karena semakin di jawab maka Max akan mengatakan yang bukan bukan lagi.
Jalanan tidak terlalu ramai namun juga tidak sepi.Mobil mereka merayap santai karena hanya mereka berdua saja di dalam mobil saat ini Max menyetir untuk istrinya,sementara Hans sudah pulang dengan supir yang membawa Joya tadi.
Braakkk
Max dan Joya tersentak,mobil mereka di tabrak dari belakang.Joya sampai terbentur begitu juga dengan Max.Wajah keduanya tampak panik,tidak terkecuali Max yang sedikit gusar karena saat ini dia sedang bersama dengan Joya.
"Apa yang terjadi?"Tanya Joya takut tangan nya meremas seltbeat.
"Tenanglah dan berpegang yang kuat."Max berkonsentrasi dengan jalanan,walau dia sangat marah sekarang namun dia tidak ingin mengambil resiko dengan gegabah dan membahayakan Joya.
Mobil di belakang juga tidak menyerah,semakin cepat mobil Max meluncur maka mereka juga terus mengejar bahkan ternyata ada dua mobil yang mengejar mereka.
"Shiit siapa sebenarnya mereka dan apa mau nya?"Geram Max marah.Max sempat melirik ke arah Joya yang wajahnya kini tampak pucat karena ketakutan.
Max mengarahkan laju mobilnya menghindari keramaian agar tidak terlibat kecelakaan dan bertabrakan dengan pengendara lain.Tak lupa dia menguhubungi Hans dan anak buah nya untuk membantu.
Jalanan sepi menjadi pilihan Max,namun bukan pilihan bagus sepertinya karena mobil musuh terus mengejar dan menghimpit.
Brukk..
Kembali Max dan Joya membantur dashboard mobil hingga kepala Joya sudah terlihat memerah dan membuat Max semakin meradang.
"Jangan takut!"Kata Max mencoba menenangkan Joya walau dia sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi.
Di mobil musuh.
''Sepertinya kita akan berhasil.Lihatlah dia hanya sendiri!''Ucap seorang pria yang dengan tenang melajukan mobilnya mengejar mobil Max.Sudah dua kali dia berhasil menabrak mobil Max.
"Ya kau benar.Di depan sana ada jurang yang cukup dalam kita harus bisa menghabisinya disana!''Teman nya memberi saran.
Pria di belakang kemudi tersenyum jahat,lalu menginjak gas dan menambah kecepatan dia tidak boleh menyia nyiakan kesempatan sekecil apapun itu agar dirinya berhasil.
Sementara Hans yang mendapat sinyal berbahaya dari Max langsung menuju tempat dimana Max dan Joya sekarang berada.Hans membawa banyak anak buah mereka untuk membantu Max dan meringkus penjahat yang mengejar Max.
Braakkk..
Wajah Joya memutih begitu juga dengan Max.Bukan karena dia takut ajal menjemputnya namun dia pucat karena melihat wajah Joya yang beberapa kali terbentur bagian mobil.Darah menetes dari pelipis dan hidung Joya bahkan pecahan kaca ada yang menusuk di bagian wajah.Kondisi Max juga tidak lebih baik mereka sudah di ambang pintu kematian.
Tabrakan nmbesar yang di lakukan musuh membuat mobil Max kehilangan kendali dan membentur pembatas jalan dan meluncur bebas ke jurang.
"Sayang..."Lirih Max sesaat dirinya hampir kehilangan kesadaran nya.
Mobil menghantam bebatuan sebelum meledak dan hancur berkeping keping di dasar jurang.
Benar saja sesaat setelah mereka pergi,Hans dan anak buah nya tiba di lokasi.Wajah Hans merah,jantung nya berdegup sangat kencang melihat kepulan asap yang sangat tebal mengepul di bawah sana.
Seketika nyalinya menciut,dia merasa gagal melindungi Tuan nya.
"Cepat kita harus mencari Tuan Max.!''Meskipun kecil kemungkinan nya tapi Hans tidak akan menyerah dia akan berusaha sebisanya untuk menemukan Tuan dan Nyonya nya.
Anak buah Max segera membawa peralatan yang di butuhkan untuk mereka turun kebawah mencari Max dan Joya,bahkan Hans sendiri juga ikut dalam misi pencarian itu.
"Cari terus sampai mereka di temukan!Aku yakin jika mereka pasti selamat!''Teriak Max memerintahkan anak buah nya.
Mereka terus menyusuri hutan sekitar mobil Max meledak.Kejadian itu juga sudah di laporkan Hans pada pihak berwenang.
"Apa?''Mata kakek Marco nyaris keluar saat mendengar apa yang di sampaikan anak buah Hans tentang yang dialami Max dan Joya.
Dia sampai syik dan memegangi jantung jya yang terasa berdenyut.
"Leo..!''Panggilnya dengan segenap kemampuan nya.Dia tidak bisa diam saja dan menikmati rasa sakit nyatidak ingin kejadian beberapa tahun lalu terulang kembali.
"Ad,,Astaga kakek apa yang terjadi?''Tanua Leo panik melihat keadaan kakek nya ya g sedang sanagt kesakitan.
"Mama,Papa..Tolong...!''Kali ini teriakan Leo yang menggema dan membuat semua yang mendengar langsung berlari untuk melihat apa yang terjadi.
"Kakek ,apa uang terjadi?''Leo berusaha membawa kakek nya ke ranjang dan membaringkan nya.
"Ada apa Leo?''Tanya Tuan Nathan.
"Panggil Dokter pa.Sepertinya kakek terkena serangan jantung!''
Keadaan sangat kacau sementara kakek Marco belum bisa mengatakan apa yang sedang terjadi.
Nyonya Jihan menggenggam tangan kakek Marco dengan lembut.''Semua akan baik baik saja.Jangan khawatir,papa harus tenang agar jantung papa baik baik saja!''Ucap Nyonya Jihan lembut.
"Cari Max dan Joya!''Di tengah tengah rasa sakit nya kakek Marco masih bisa memberikan perintah pada Leo untuk mencari Max.
Leo dan mama papanya mengeryitkan alisnya bingung,mereka saling pandang namun belum paham.
"Bukan kah mereka baru kembali,Apa ada yang papa ingin sampaikan?''Tanya Nyinya Jihan.
"Leo cepat cari Max.Seseorang sudah mencelakai mereka.''Lirih kakek Marco sambil meringis menahan sakit.
"Apa?''Leo dan yang lainnya sangat terkejut.
Segera Leo meraih ponselnya di saku dan mencari kontak Max dan mengubunginya namun sia sia panvgilan itu tidak tersambung.Begitu juga saat Leo mencoba menvhubungi Joya hasilnya juga sama tidak tersambung.
Wajah Leo semakin pucat,bayangan hal mengerikan mulai terlintas di benak Leo.
"Bagaimana?''Tanya Tuan Nathan.
Namun Leo hanya menggeleng sebagai jawaban.
Bersambung....