
Leo bersungut sungut di tangan nya juga sudah kekuar hasil tes yang kemarin dia serahkan pada Dokter untuk di periksa dan hasilnya sangat membuat dia kecewa dan meradang.Berulang kali Leo membuka dan membacanya memastikan jika apa yang di lihatnya salah.
Leo berjalan ke ruangan dimana Max sampai saat ini belum sadarkan diri,luka luka di tubuhnya mulai kering tapi mata itu masih enggan terbuka,sementara pencarian Joya tetap terus di lakukan mereka tidak akan menyerah sebelum menemukan Joya sekalipun itu mayat nya tapi Leo sangat yakin jika Joya masih hidup.
"Aku tidak tahu bagaimana kau bisa punya hububgan dengan papaku.Tapi aku tidak akan memaafkan kalian jika ternyata papaku selingkuh dengan mamamu.Ingat Max aku tidak akan mengakui kau sebagai saudaraku!"Leo tampak mengeraskan rahang nya tekadnya sudah bulat akan membawa mama nya pergi dan menjauh dari papanya.
Sementara Bianca hanya sesekali pulang ke kediaman Marco,hanya sekedar untuk menanyakan apakah mereka sudah menemukan Max atau pun Joya.Seperti hari ini Bianca datang ke kediaman Marco dengan niat tertentu.
"Pa ,karena Joya dan Max tidak ada maka perusahaan dan yang lain nya biar aku yang mengelola sampai mereka di temukan!!"Kata Bianca penih percaya diri dan tak tahu malu.
"Apa kau mampu?sementara selama ini yang ku tahu kau tidak pernah bekerja di perusahaan sama sekali.Jika kau yang memimpin maka sudha pasti semua akan hancur!!"Tuan Marco tidak lagi bisa menyembunyikan ketidak sukaan nya terhadap menantunya itu.Apalagi di tambah dengan apa yang Tuan Nathan sampaikan jika selama ini Bianca sering bertemu dan berkomunikasi dengan Jeremy.
"Jangan khawatir,aku bisa belajar dengan cepat lagi pula aku adalah mama Max dan semua harta yang Max dapatkan akan berpindah padaku jika mereka tidak di temukan!!"Jawab Bianca yang terlihat tidak khawatir sama sekali.
"Ka..."
"Baiklah kau bisa ke kantor besok dan memulai pekerjaan mu!!"Kali ini Tuan Nathan yang bicara menghentikan Tuan Marco mendebat Bianca lagi,karena percuma wanita keras kepala dan licik itu tidak akan pernah menyerah.
Tuan Marco menatap menantu nya dan terlihat Tuan Nathan mengangguk samar,Tuan Marco yakin jika menangunya punya rencana lain.Sementara Jihan tidak ingin banyak bicara dia hanya diam dan mengamati semua nya.Miris rasanya melihat kelakuan Bianca karena di saat semua orang sedang berusaha keras mencari Max dan Joya dirinya justru lebih memikirkan perusahaan yang jelas jelas sedang di handel Hans.
Bianca tersenyum senang penuh kemenangan"Baiklah aku akan pergi dan besok aku akan mulai ke kantor."Bianca meraih tasnya lalu bangkit berdiri dan keluar meninggalkan ketiga nya yang hanya bisa mengeglengkan kepala.
"Apa rencanamu?"Tanya Tuan Marco menatap Tuan Nathan.
"Dia akan bekerja tidak masalah kan.Selama keputusan ada di tangan papa.Aku rasa dia lupa jika semua masih ada di bawah kendali papa.Disana juga masih ada Hans yang akan mengurus dirinya!!"Kata Tuan Nathan tenang dia yakin jika Bianca hanya akan bertahan beberapa waktu saja disana.
Tuan Marco mengangguk dirinya juga lupa jika keputusan masih ada ditangan nya bahkan pengalihan belum di tanda tangani Joya jadi secara hukum masih milik Tuan Marco.
Braakkk
Ketiga nya kaget terutama Nyonya Jihan yang sangat tidak menyangka Leo yang baru tiba langsung melempar amplop di meja.
"Sayang kenapa kau tidak sopan seperti ini?"Tanya Nyonya Jihan sedih.
Leo menatap mata mamanya,semakin sedih melihat wanita itu ternyata sudah di tipu mentah mentah oleh suaminya sendiri.Itulah yang ada dalam pikiran Leo saat ini.
"Apa sudah keluar?"Tanya Tuan Nathan santai.
Tuan Marco dan Nyonya Jihan saling pandang dengan heran"Hasil apa?"Tanya Kakek Marco.
"Silahkan di buka Tuan Nathan dan aku tidak main main dengan ancamanku!!"Sorot mata Leo tidak biasa,ada sinyal bahaya yang dirasakan Nyonya Jihan karena tidak biasanya putra nya bersikap begitu kurang ajar pada papanya tapi kali ini entah kesalahan apa yang membuat Leo bisa semarah ini.
"Jangan membuat masalah disaat seperti ini!!Katakan apa yang terjadi dan jangan membuat keributan saat ini kita sednag berduka!!"Tegur kakek Marco.
Tuan Nathan juga tidak tenang,pria itu menatap kemarahan Leo,jelas ada yang tidak beres disini.Tangan Tuan Nathan terulur membuka amplop dengan hati hati mengeluarkan isinya perlahan dan membacanya.Semua tegang bahkan nafas mereka seakan sulit keluar apalavi Tian Nathan sendiri.
"Ini pasti salah .Leo papa tidak seperti yang kau bayangkan!!"Tuan Nathan berdiri ingin menghampiri Leo yang menatapnya marah.
Nyonya Jihan meraih kertas yang tergeletak begitu saja di meja lalu membaca nya dengan teliti,wajah Nyonya Jihan berubah tegang,sorot matanya berubah dan itu tidak luput dari perhatian ketiga pria berbeda generasi disana.
"Ada yang bisa menjelaskan ini?"Tanya Nyonya Jihan dalam kebingungan nya.
"Ada apa?"Tuan Marco meraih kertas yang ada di tanga NYonya Jihan lalu membaca nya juga.Sama rwaksinya juga sangat terkejut pikiran buruk pun mulai berlarian di kepalanya.
Tuan Nathan langsung menghampiri istrinya"Sayang pasti ada yang salah.Jangan mudah percaya begitu saja!!"Ucap Tuan Nathan khawatir.
"Apa yang salah disana jelas tertera jika kalian adalah ayah dan anak.Lalu dimana salah nya?Ya aku tahu salah anya adalah papa telah berselingkuh,iyakan??"Ucap Leo
NyOnya Jihan menatap suami dan anak nya bergantian.
"Tidak sayang,aku tidak seperti itu.Aku tidak pernah berselingkuh dari mu!!"Elak Tuan Nathan membela diri.
"Setelah bukti ada di depan mata,papa mau bersilat lidah lagi?Sebaiknya papa jujur pada kami!!!"
"Diamlah Leo,berapa kali harus papa katakan jika papa tidak pernah mengkhianati mamamu!!"Sanggah Tuan Nathan,dia panik?tentu saja dia sangat mencintai istrinya wanita yang berhasil membuatnya terhanyut dengan kelembutan nya.
Leo mendecih.
"Kita tes DNA Bianca dan Max!!"Ucapan Nyonya Jihan yang tenang membuat ketiga pria itu menoleh bersamaan.Jika analisanya benar itu artinya selam ini mereka memelihara ular.
"Tapi bagaimana bukan kah Max dan Joya belum di temukan?"Tanya Tuan Marco.
Suasana menjadi hening..
Bersambung....