
Hari ini dengan perdebatan yang cukup alot akhirnya Max bisa membawa Joya kembali ke rumah nya sendiri.Kakek Marco sangat menyayangkan hal itu karena dirinya masih sangat ingin bersama dengan Joya.
''Apa kau yakin akan ikut dengan suamimu sayang?''Tanya kakek Marco kembali pada Joya.
Max mendengus sementara Joya tersenyum menanggapi ucapan pria tua yang sangat menyayanginya itu.
''Tentu saja kakek.Max adalah suamiku sudah seharusnya aku ikut kemana pun dia membawa ku!''Kata Joya seraya tersenyum dan menggenggam tangan kakek Marco.
Max tersenyum senang atas jawaban Joya yang memilihnya.
''Sudah ku duga,istriku ini sangat pintar dan kau kakek jangan coba coba mempengaruhinya!''
''Hissh kau ini.Aku hanya masih ingin bersama nya.Baiklah,aku mengijinkan nya tapi ingat sayang jika pria tengil ini menyakiti mu maka kau harus memberitahu ku biar aku yang akan menghajarnya nanti untuk mu!'''
Joya merasa hangat berada di antara keluarga Maxim.Dengan sangat tulus Joya memeluk kakek Marco dan yang lain.
''Sering seringlah ke sini ya!''Kata Nyonya Jihan memeluk Joya.
''Akan ku usahakan tante.''Jawab Joya.
''Kakak ipar,jaga dirimu baik baik!Jangan sungkan menghubungi ku jika kau dalam masalah!''Kata Leo
Joya mengerutkan alis nya bingung,sementara Maxim tampak tidak senang dengan apa yang Leo katakan.
''Jaga anak ku baik baik ya!''Kata Nyonya Bianca berbasa basi.
''Kita harus segera pergi,Hans sudah lama menunggu!''Kata Max meraih tangan Joya.
''Kalian semua tenang lah aku hanya membawa nya pulang ke rumah ku bukan ke medan perang.Kalian terlalu berlebihan!''Kata Max sebelum pergi.Kakek Marco yang mendengar nya hanya mendengus saja sementara Leo menatap Joya dengan tatapan yang sendu karena dia pasti akan sangat sulit untuk bertemu dengan Joya setelah dia pergi dari rumah kakek Marco.
Nyonya Jihan yang melihat perubahan wajah anak nya segera menyentuh tangan nya sebelum ada orang yang menyadari nya.
Di dalam mobil suasana sangat tenang,tidak ada pembicaraan sama sekali antara Maxim dan Joya membuat Joya merasa bosan.
Max menatap Joya tanpa menjawab nya.
''Apa pernikahan ini akan berakhir setelah kakek menyerahkan semua harta nya?dan aku akan benar benar bebas?''Tanya Joya tanpa merasa takut karena itu adalah perjanjian mereka.
Mata Max menatap Joya tajam.Entah mengapa dia tidak senang saat Joya mengatakan bebas darinya.
''Apa yang akan kau lakukan jika kau bebas dari ku?''Max tidak menjawab pertanyaan Joya tapi justru bertanya padanya.
Joya bingung tapi tetap berpikir positif''Aku akan mencari pekerjaan,menikah dan punya anak.''Jawab Joya malu malu.
Pernikahan nya dengan Max membuat Joya mempunyai pikiran yang berbeda tentang pernikahan,rasanya dia kini membayang kan akan ada anak yang memanggil nya mama.Joya berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan merawat anak nya dengan baik dan penuh cinta.
''Jika memang seperti itu mengapa kau ingin bebas dariku?Bukan kah sekarang kita sudah menikah kita hanya perlu membuat anak!''Jawab Max dengan senyum nakal di wajah nya.
Joya yang melihat wajah Max tersenyum membuat nya begidik.
'' Tapi pernikahan ini hanya sebatas kontrak tuan.Lagi pula di antara kita tidak ada cinta sama sekali.''Jawab Joya
''Awalnya iya tapi pernikahan ini bukan lah permainan,kita sudah tercatat sebagai suami istri dan itu sah di mata negara.Untuk urusan cinta aku yakin seiring berjalan nya waktu kau pasti akan mencintai ku!''Ucap Max percaya diri.
''Tapi saya belum ingin memiliki ikatan apapun,aku harap.tuan menepati janji tuan untuk melepaskan saya saat tuan sudah mendapatkan semuanya.''Jawab Joya,dia memang ingin menikah tapi bukan saat ini karena dirinya masih ingin menikmati kehidupan baru setelah terlepas dari mama nya yang kejam apalagi dia sama sekali belum mengetahui siapa sebenarnya papa nya.
''Akhhhh...''jerit Joya karena tiba tiba Max sudah mencengkeram pipinya.
''Kau tidak punya hak apapun atas dirimu sendiri.Aku sudah membayar mahal dirimu harus nya kau ingat itu dan jangan besar kepala karena selama ini aku bersikap baik padamu!''Ucap Max dengan menekan kan suaranya serta melepaskan cengkeraman nya.
Joya menitikkan air matanya,rasanya wajah nya sangat sakit walau ini bukan pertama kali nya dia disakiti secara pisik tetapi Jiya merasa hidup nya tidak lebih baik.
Joya tidak bicara lagi,memang benar jika belakangan ini dia merasa Max adalah orang baik dan lupa jika Max sudah membohongi kakek nya sendiri hanya demi harta.
Bersambung..