Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 73.Hasil tes.


Seorang pria berusia sekitar kima puluh tahun tampak tengah duduk termenung di samping brangkar rumah sakit.Wajah nya tampak kuyu karena sepertinya sudah beberapa hari dia tidak bisa memejamkan maganya dengan benar dan belakangan makan nya juga sering terlambat.


Tangan lembut menyentuh bahu pria yang masih larut dalam kesedihan itu,wanita itu juga tidak baik baik saja hatinya sakit melihat suaminya tampak tidak berdaya dan lelah.


"Sayang ,istirahatlah serahkan semua nya pada Dokter disini.Kau tidak perlu khawatir kita akan melihatnya lagi nanti!!"Bujuk wanita yang cantik walau usia nya sudah tidak muda lagi.Kembali netra itu menatap sosok lemah di atas brangkar yang masih betah memejamkan matanya,entah apa yang membuatnya sangat betah tertidur.


"Bagaimana aku bisa meninggalkan nya lagi??Setelah dua puluh tahun kini aku baru bisa melihatnya aoa sekarang aku harus meninggalkan nya lagi.Sayang aku takut kehilangan dia lagi!!"Pria yang di kenal tegas dan garang dalam dunia bisnis itu kini tampak lemah seperti seeokor singat yang kehilangan taringnya.


Wanita itu tidak menyerah,dia tidak ingin suaminya sakit apalagi saat ini suaminya tidak muda lagi,terus menunggu di rumah sakit bukan lah pilihan yang baik.


"Bagaimana jika dia bangun nanti dan melihatmu?Apa kau yakin ingin memperkenalkan dirimu dengan wajahmu yang seperti ini?"Bujuk Reana Caroline.


Sekali lagi netra itu menatap ke brangkar,ada rasa takut yang menjalar di hatinya tapi apa yang dikatakn istrinya juga tidak salah,setelah sekian lama haruskah dia menampakkan wajahnya yang seperti ini?"Baiklah kita akan pulang,tapi besok jangan melarangku untuk menemuinya!!"Mario Martes berdiri dari sofa yang sudah hampir seminggu ini menemaninya.


Reana tersenyum mendengar keputusan suaminya."Ayo,aku sudah mengatakan pada Dokter agar mengabari kita jika dia bangun.Aku juga sudah meminta perawat agar khusus menjaga putri kita."Reana tahu apa yang akan di katakan suaminya jadi sebekum suami nya bertanya dan berubah pikiran dia sudah menjelaskan lebib dulu.


Mario menedekati ranjang tangan nya terulur menyentuh kening wanita yang masih memejamkan matanya."Daddy pulang dulu ya,cepat bangun agar kita bisa pulang bersama.Daddy akan memberimu hadiah!!"Mario mengecup kening itu lembut,rasanya tidak rela meninggalkan buah hatinya sendirian di rumah sakit.


Reana mendekati suaminya mengusap lembut bahi kokoh itu,"Dia akan baik baik saja percayalah!!"Ucapnya tenang dan mengulas senyum,matanya juga menatao wanita tak berdaya itu"Mommy juga pulang ya sayang,janji kau akan cepat bangun kami sudah menunggumu!!"Reana juga ikut mendaratkan ciuman lembut di kening wanita itu.


Kedua nya kini sudah berada di dalam mobil,tidak ada yang bicara keduanya hanya larut dalam pikiran masing masing.Mario mengingat kembali kejadian seminggu yang lalu saat dirinya sedang melakikan perjalanan bisnis ke negera I dan tidak sengaja menemukan seorang wanita yang penuh luka tergeletak di pinggir sungai tak jauh dari tempatnya bertemu dengan klien nya.Jika dilihat dari kondisinya wanita itu sudha terbawa arus cukup jauh.


Melihat wajah wanita itu Mario membelalakan matanya begitu juga dengan Reana,meski mereka beru pertama kali nya melihat tapi wajah itu sangat mirip dengan wajah Mario suaminya.


Seketika itu juga jantung Mario langsung berpacu cepat,tangan nya sedikit gemetar menyentuh tubuh yang lemah dan basah.


"Dia masih hidup sayang,walau sangat lemah.Kita masih punya harapan untuk menyelamatkan nya!!"Reana menyentak suaminya yang masih terpaku,meski wajahnya penuh lukan namun mereka berdua dapat melihat dengan jelas jika wanita itu mirip Mario.


Begitulah akhirnya mereka membawa Joya kembali ke negara P setelah mendapat ijin dari rumah sakit.Dengan menggunakan jet pribadi miliknya mereka membawa Joya di bawah pantauan seorang Dokter yang khusus mereka panggil dari Negara P.


Dan berbekal kemiripan wajah mereka Mario memberanikan diri melakukan tes DNA antara dirinya dan Joya guna memastikan dugaan nya dan hasilnya DNA mereka cocok.Rasa haru tidak hanya di rasakan Mario tetapi juga Reana wanita lembut itu tidak menolak kehadiran Joya dia justru merasa senang akhirnya dia punya seorang putri dan yang lebih mengejutkan lagi adalah ternyata Joya sedang mengandung.



"Maafkan aku!!"Ucap Mario lirih.Reana menghenyikan langkahnya laku berbalik menatap suaminya.


"Untuk??"Tanya Reana bingung.


"Karena larut dalam kesedihan dan mengabaikan dirimu!!"Jawab Mario.Dia tidak pernah melakukan ini pada istrinya tapi kali dia benar benar larut dalam kesdihan setelah dua puluh tahun berfikir jika anaknya telah pergi kini tanpa senagaja mereka bertemu dalam keadaan yang dangat menyakitkan bahkan dia juga tidak tahu siapa nama anak nya dan kenapa dia bisa seperti ini.


Reana tersenyum,senyum yang sama membuat Mario merasa teduh dan kuat"Kau tidak bersalah,aku pasti juga akan melakukan hal yang sama sepertimu atau bahkan lebih parah darimu jika berada di posisimu.Lagi pula aku juga menyayangi nya,dia putriku juga."Reana tidak memungkiri jika awalnya tentu dia menuntut penjelasan dari suaminya namun dia tidak bisa merubah apapun,semua sudah terjadi.


"Dad..!"Suara berat Georgano menyapa gendang telinga Mario dan Reana.


"Son.!"Mario merentangkan tangan nya memeluk putranya hangat.


"Maafkan Daddy!!"Lirih suara Mario terdengar sangat lelah rasa bersalah tentu lebih mendominasi.


"No Dad..Jangan meminta maaf!!Kita adalah keluarga."Sikap bijak dari anak dan istrinya membuat Mario sangat senang,hatinya menghangat berkat dukungan dari anak dan istrinya.


"OK..sekarang pergi bersihkan tubuhmu,Aku akan membantu Berline menyiapkan makan malam untuk kita."Reana sangat merasa bersyukur memiliki suami seperti Mario walau awalnya mereka hanya di jodohkan namun seiring berjalannya waktu akhirnya mereka jatuh cinta.


"Jangan terlalu lelah!!"Ucap Mario meninggalkan Istri dan anaknya.


"Mom,Apa Mommy baik baik saja?"Tanya Georgano mada sang mama karena biasanya seorang istri akan sulit menerima anak dari suaminya bersama wanita lain.


Reana tersenyum"Tak pernah lebih baik dari ini sayang.Kita adalah keluarga!!"Ucap Reana bijak mengusap lembut rambut anak nya.


Georgano merasa lega mendengar jawaban yang di berikan Mommynya karena dirinya juga bisa menerima wanita yang katanya putri kandung Daddy nya.


Bersambung...