
Sudah entah berapa kali Leo menyugar rambut nya frustasi,dirinya masih merasa tidak percaya dengan apa yang telah di jelaskan oleh mama nya.Wajah tegang nya belum mengendur sedikit pun.
"Jangan membohongiku untuk melindungi suami mu mom!!"Leo masih menatap sinis pada Nathan.
Jihan tersenyum lembut menyentuh rambut putra nya,dia tahu jika sikap yang di tunjukkan Leo adalah bentuk kasih sayang dan perlindungan untuk nya"Jangan bicara seperti itu nak.Apa yang mama katakan adalah benar jika Max adalah kakak kandung mu."Dengan sangat lembut dan hati hati Jihan menjelaskan pada Leo.
Ekor mata Leo melirik papa nya yang hanya diam seraya menatap ke arah nya.
"Kenapa mama begitu yakin?hanya karena hasil tes Max dan bibi Bianca tidak cocok mama bisa menyimpulkan jika Max anak mama.Bisa saja itu anak dari wanita lain dan mereka melakukan permainan yang apik di belakang mama kan?"
"Hais..Rasanya aku sangat ingin menyumpal mulut mu dengan sendal ku Leo.Kenapa kau sangat memaksa aku papa mu berselingkuh?"Nathan sangat kesal mendengar pemuturan anak nya yang dirasa sangat menjengkelkan sekali.Susah payah dia meyakinkan istrinya jika dirinya tidak selingkuh tapi anak nakal nya ini justru berpikir terlalu jauh.
Leo tidak bergeming"Aku masih bingung Mom!"
Senyum Jihan yang lembut membuat Leo tenang"Yakinlah,mama tidak mungkin salah.Yang harus kita lakukan sekarang adalah membuat Bianca mengakui semua kejahatan nya dan menjebloskan dia kepenjara!!"Tekad Jihan sudah bulat,jika selama ini dia mengalah tapi tidak untuk kali ini.Karena Bianca dia, kehilangan momen berharga bersama Maxim putra pertama nya.
"Tapi bagaimana cara kita menyampaikan ini pada Max??"Lirih Nathan.
Mereka semua terdiam,Max bukan orang yang mudah percaya begitu saja tanpa ada bukti yang jelas walau ada hasil tes itu tetap saja pengakuam Bianca akan lebih meyakinkan Maxim.Sifat keras Maxim sangat sulit di lunak kan.
Leo mengangguk kali ini dia akan menuruti apa yang dikatakan mama nya"Baiklah Leo akan membantu mencari bukti kesalahan Bibi Bianca tapi sekarang yang harus kita hadapi adalah pertanyaan Max tentang Joya.Aku bingung harus mengatakan apa padanya jika dia terua bertanya."Leo bangkit dari duduk nya.
Mereka kembali saling pandang,benar apa yang di katakan Leo.Apa yang harus mereka jawab jika Max lagi lagi menanyakan keberadaan Joya yang entah dimana.
Deerrtt Derrrttt
Ponsel Leo bergetar mengalihkan sedikit fokus ketiga nya.
"Ya Hallo….!!"
________
"Ok,baiklah aku akan segera kesana!!"Jawab Leo sebelum memutuskan panggilan telepon nya.
"Ada apa nak?"Tanya Jihan dengan raut khawatir,sebab Leo segera bangun dari duduk nya.
"Kita harus ke ruangan Max sekarang Mom!Apa yang kita khawatirkan terjadi.Max memaksa mencari Joya yang tidak pernah menemuinya sejak dia sadar!"
Leo segera keluar dari ruangan itu disusul kedua iranv tua nya di belakang.
"Tenanglah,kita hadapi bersama sama ya!!"Nathan yang tahu jika istrinya gemetar pun mennenagkan nya dengan menggenggam tangan Jihan erat.Dirinya juga sama seperti istrinya yang tegang karena untuk pertama kalinya mereka akan menemui Max dengan status yang berbeda.Ada rasa senang sekaligus sedih melihat bagaimana tumbung kembang Maxim di bawah asuhan Bianca.
"Jangan mencegahku jika kalian tidak bisa menjawab dimana istriku!!"
Prang..
Suara amukan Maxim.sudah terdengar bahkan sebelum pintu ruangan nya terbuka.Suster yang berada disana tidak bisa berbuat banyak karena tidak ingin mendapat amukan yang mengerikan dari Max.
"Cepat panggil istriku jika kalian tidak mengininkan aku pergi!!"Omel Max lagi.
Dua suster disana salinh melepampar pandang,bingung harus mengatakan apa karena mereka juga tidak tahu siapa istri Max.
"Akhhh sialan brengsek kalian!!"
Max melepas infus yang tertancap di tangan nya dan tanpa peduli dengan darah yang mengucur serta kepala yang terasa berputar Max memaksa bangun dari brangkar nya untuk menghampiri suster yang sejak tadi hanya mengatakan maaf tanpa melakukan apa apa itu.
"Max….!"
Suara Leo menghentikan Max yang masih berusaha untuk menghampiri suster yang gemetar karena takut.
"Cihh kau lagi.Bahkan kau sendiri tidak mengatakan dimana istriku.Lihat saja aku akan menghukum kalian semua jika kalian berniat memisahkan aku dan Joya!"Enyah sejak kapan Max tidak tahu perasaan itu tumbih dalam hati nya.Rasa takut kehilangan membuat Max nyaris menggila.
Lewat ekor matanya Leo meminta para perawat iti untuk meninggalkan ruangan Max dan tanpa membuang waktu keduanya langsung pergi tanpa banyak bertanya lagi.
"Katakan dimana Joya,Leo!!"
Leo berjalan mendekat"Tenanglah,jika kau terus berteriak dan marah marah seperti ini maka kau tidak akan cepat pulih!"Leo menahan dadanya yang sesak ingin memeluk Max sebagai kakak kandung nya.
Nafas Max memburu,tapi dia berusaha tenang dan mebgontrol emosi nya yang sednag di ubun ubun.
"Max..!!"Suara lembut itu memasuki gendang telinga Max,rasnaya tenang sekali tapi Max yang keras kepala mengabaikan nya."Tenanglah nak,semua akan baik baik saja!!"Tambah Jihan seraya memeluk Max hangat dan tanpa terasa air matanya tumpah begiti saja.
"Dimana Joya,dimana istri ku Bibi?"Lirih Max dalam pelukan Jihan.
Jihan memejamkan matanya seraya mendongak dia merindukan Max sebagai putra nya.Hak nya yang di renggut paksa oleh Bianca entah untuk tujuan apa.
"Sayang,lihat Mama!!Kau harus tenang agar segera pulih setelah itu kami akan mengatakan semua nya!!"Jihan menangkup wajah Max dengan lembut lalu mendaratkan ciuman hangat di kening Max.
Max mengeryit bingung,kenapa Bibi nya terlihat aneh dan apa katanya mama?Mas tentu bingung.
"Katakan saja ada apa,jangan menyembunyikan apa pun dari ku!"Lirih Max dalam pelukan Jihan.
"Dia kabur bersama laki laki lain!!"
Duarrr
Semua terpaku di tempatnya,mata Max membola sempurna degub jantung nya memompa lebib cepat dari biasanya.
Entah dari mana tapi kini Bianca sudah berdiri di ambang pinti bersama Rebeca.Jihan,Nathan dan Leo saja tidak menyadari kehadiran Bianca disana dan bagaimana dia tahu jika Max sudah di temukan dan berada di rumah sakit ini.
"Kau bagaimana kau bisa ada disini??"Wajah Jihan memerah karena marah pada Bianca tapi dia tidak bisa berbuat banyak.Andai saja bisa rasanya dia ingin mencabik cabik Bianca dan menjadikan nya santapan singa.
"Itu tidak penting,sekarang yang harus kau tahu Max,bahwa istrimu itu bukan lah wanita setia.Dia meninggalkan mu setelah keadaan mu seperti ini!"
"Jangam bicara yang tidak tidak Bianca!Aku bersumpah akan menghabisi mu jika kau mengatakan kebohongan lagi!!"Jihan mengacungkan jafi telunjuknya mengancam Bianca.Sementara Bianca sendiri menghentikan langkah nya sebentara lalu kembali mengayunkan kaki nya menghampiri Maxim di ikuti Rebeca yang sedari tadi hanha diam mengamati.
"Kau yang jangan mempengaruhi anak ku!!"Tekan Bianca pada kata anak.
Plakk….