Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 72.Belum ketemu.


Sudah dua hari berlalu sejak kejafian kecelakaan Max dan Joya,pencarian sudha di hentikan oleh pihak berwajib setempat namun tidak dengan anak buah Leo,Hans dan juga tuan Nathan.Mereka tidak akan putus asa,selama Joya belum di temukan maka mereka akan tetap terus mencari jika di katakan meninggal maka mereka butuh bukti setidaknya mayat nya harus di temukan.


Kondisi Max juga tidak jauh lebib baik,tubuhnya terpasang selang selang penyambung hidupnya dan penanda hidup Max hanya bunyi bip dari layar monitor.Sementara kondisi Tuan Marco Anderson juga sudah pulih namun dia belum mengetahui jika Max sudah di temukan hanya Hans,Leo dan Tuan Nathan yang mengetahuinya dan mereka sepakat untuk merahasiakan nya sampai kondisi Max memungkinkan.


"Kenapa kalian belum juga menemukan dimana keberadaan mereka?Apa kerja kalian huh?"Omel Kakek Marco pada anak buahnya yang masih belum bisa menemukan cucu nya.


Anak buah berbadan tegap hanya bisa menunduk lesu,mereka sudah berusaha keras menyusuri hutan dan aliran sungai yang ada di sekitar rempat kejadian namun hasilnya tetap nihil.


"Pa,sudahlah mereka juga sedang berusaha bahkan anak buah Leo dan Hans juga ikut membantu.Kita harus banyak berdoa semoga mereka dalam keadaan baik baik saja!"Jihan menuntun Papa nya duduk dan memberinya air putih,dia juga tidak ingin papanya kembali jatuh sakit sementara Max dan Joya belum bisa di temukan.



"Di usiaku yang sudah sangat tua kenapa aku harus mengalami hal buruk seperti ini?Max sudah menderita sejak kecil dia bahkan tidak mendapatkan kasih sayang yang harusnya dia dapatkan dan setelah dia bisa tersenyum kenapa hal ini harus terjadi??"Lirih Kakek Marco mengusap wajah tuanya yang sedih.



"Aku tahu Pa.Tapi tidak ada yang bisa kita lakukan sekarang selain menunggu kabar dari mereka kuta tidak akan menyerah begitu saja!!"Jihan memeluk papanya,hatinya juga hancur tapi dia menyembunyikan nya sendiri dan tidak ingin melihat keluarga nya yang lain semakin bersedih.


Di balik tirai Tuan Nathan mendengarkan dengan jelas percakapan istri dan mertuanya tentu dirinya merasa bersalah namun mereka melakukan ini demi keselamatan Max sendiri.


"Apa Bianca belum pulang sejak kemarin?"Tanya Tuan Nathan menghampiri dua orang yang dia kasihi.


Jihan menatap kedatangan suaminya lalu menggeleng"Belum,sejak kemarin aku belum melihatnya kembali.Mungkin dia pulang ke rumah Max."Jawab Jihan.


"wanita ular itu sudah cukup merusak keluarga kita dan bagaimana penyelidikan mu apakah dia benar benar terlibat dengan kecelakaan Max?"Tanya Tuan Marco menatap Tuan Nathan.


Tuan Nathan mengulas senyumnya"Belum ada kabar,anak buah ku masih memastikannya terlebih dahulu hanya ada beberapa info yang mengatakan jika Bianca terlihat sering bertemu dengan seorang pria dan disana juga ada Rebeca,atau mungkin pria itu adalah papanya Rebeca?"Ucap Tuan Nathan yang belum mengenal papanya Rebeca.


"Bisa jadi,tapi mengapa dia selalu menemui papanya Rebeca?Atau sebenarnya ada sesuatu yang tidak kita ketahui?"Tanya Jihan menatap intens suaminya.


"Jangan pikirkan,biar aku yang mencari tahu semua nya.Sebaiknya kalian jaga kesehatan saja masalah Max dan Bianca serahkan padaku!!"Tangan Tuan Nathan mengusap lembut punggung tangan istrinya.


Sebenarnya Tuan Nathan sudah mengetahui hubungan yang terjadi antar Bianca dengan pria bernama Jeremy yang tidak lain adalah papa nya Rebeca dan juga kemungkinan keterlibatan Bianca dengan kasus kecelakan Max namun dia tidak ingin terburu buru dan ingin lebih meyakinkan serta mengumpulkan bukti yang lebih banyak lagi agar Bianca ataupun Jeremy tidak bisa berkilah lagi.


Bahkan dari hasil penyelidikan yang di lakukan anak buah Nathan dia mulai kembali menguak kejadian kecelakaan yang menyebabnya papanya Max meninggal walau semua masih samar namun Nathan yakin semua ada kaitan nya.


Sementara Leo mendesak pihak rumah sakit untuk mempercepat hasil tes DNA antara papanya dan Max.Benar setelah mendapatkan rambut papanya Leolangsung mengambil sampel rambut Max untuk segera di tes.


"Besok Tuan.Saya janji semua akan beres besok!!"Ucap sang Dokter dengan wajah yang sedikit pucat.


"Saya tunggu kabar dari anda besok dan saya tidak mau mendengar alasan lagi!!"Leo kekuar dari ruangan dokter dengan wajah kesal,di kepalanya sedang terbayang hasil tes.


"Bagaimana kondisi Max?"Tanya tuan Nathan yang ternyata juga sedang berada di ruangan Max.


"Masih seperti biasa!"Jawab Leo datar.


Tuan Nathan menatap wajah anak nya yang datar dan tidak bersahabat seperti biasanya.Tuan Nathan hanya menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


"Son,apa wajahmu ini hasil dari kecurigaan mu beberapa hari yang lalu pada papa?"Tanya Tuan Nathan menatap anak nya.


Bukan nya menjawab tapi Leo justru mendengus menatap Papanya,entahlah kesal.yang tidak beralasan sebenarnya hanya saja dia tidak sanggup jika ternyata papanya berselinvkuh dari mamanya.


"Oh baiklah.Bagaimana dengan Joya?Ini sudah dua hari berlalu apa kalian belum menemukannya?"Tanya Tuan Nathan mengalihkan pembicaraan.


Wajah Leo muram mengingat wanita yang ingin dia jaga justru hilang dan belum di temukan."Kami belum menemukan nya,sekarang Hans juga terus mencari."Leo duduk di sofa yang ad adi ruangan Max diikuti papanya.


Tuan Nathan menepuk pelan bahu putranya yang tampak lelah"Istirahatlah,kau juga butuh istirahat papa yakin mereka akan baik baik saja."


"Ya,aku akan pulang!"Jawab Leo yang memang terus menunggu Max di rumah sakit sementara Hans mengurus perusahaan Max yang mulai goyah karena kabar kecelakaan Max.


"Papa pergi dulu dan ingat untuk oulang kasihan mama mu papa tahu dia sangat terpukul namun tidak mengatakan nya pada kita!!Setidak nya jika ada dirimu di rumah dia tidak akan terlalu larut!."Ucap Tuan Nathan menasehati anak nya.


"Baiklah."


Tuan Nathan meninggalkan Leo yang masih duduk menatap mata Max yang tertutup rapat ,kaki Leo berjalan mendekat ke ranjang dimana Max terbaring"Bangun kau,apa kau tidak ingin mencari istrimu yang hilang?Atau kau ingin aku yang mencarinya tapi ingat jika aku yang menemukan nya maka aku tidak akan emnyerahkan nya padamu.Aku akan memberinya obat agar dia melupakan mu!!"Ancam Leo menatap tajam Max yanv masih tenang dalam pembaringan nya.


Bersambung...