Gadis Buta Milik Tuan Arogan

Gadis Buta Milik Tuan Arogan
Bab 92


Mengetahui sang ayah berada dipenjara,Angela langsung ingin bertemu dengan nya.


Dan saat bertemu terlihat Alexander lusuh dan tidak bersemangat.Ia tidak bisa berbuat apa pun setelah dirinya resmi ditahan,atas tuduhan berbagai macam kesalahan.Yang diawali dengan rencana pembunuhan pada kedua orang tua Dion sampai akhirnya ingin membunuh Alice dan Dion.


Angela saat menemui ayahnya,bukan merasa kasihan atau prihatin.Ia justru menatap tajam kearah ayahnya.


"Kenapa papa bisa disini??bukankah papa sudah berjanji akan menyingkirkan gadis buta itu??kenapa hidup mu jadi berakhir disini pa..!!" sentak Angela yang langsung meluapkan seluruh emosinya.


"Maafkan papa nak..Papa bersalah untuk semua masalah ini..Papa tidak bisa menepati janji padamu.Karena sudah waktunya papa menebus semua kesalahan papa disini." ungkap Alexander yang tertunduk lesu.


"Tapi bukan itu yang ku ingin dengar dari mu pa..!! bagaimana aku bisa bersama Dion,jika kau sudah disini dan gadis buta itu mendapatkan Dion." protes Angela dengan lantang.


"Sebaiknya kau lupakan saja dia. Berubah lah nak dan jalani hidup mu lebih baik.Jaga juga mama mu.Karena cuma dia lah keluarga mu." jawab Alexander langsung kembali ke dalam sel tahanan.


Angela seakan tidak terima dengan jawaban Alexander,langsung berteriak histeris.


"Papa..!! kau tidak bisa melakukan ini padaku..Aku sangat membenci mu..!!" teriak Angela yang melampiaskan emosinya pada Alexander.


Alexander sendiri memilih untuk merenungkan semua kesalahan yang telah ia perbuat selama ini.Yang ternyata hanya lah menjadi akhir dari segalanya.Dan tidak menjamin jika kekuasaan yang selama ini ia incar dengan cara licik,membuatnya justru kehilangan semuanya. Termasuk keluarga yang selama ini sudah tulus mencintainya.


...****************...


Seminggu kemudian..


Dion yang kondisi nya sudah sembuh dan membaik.Akhirnya diperbolehkan pulang.


Alice pun menemani Dion untuk pulang ke kediamannya.Hubungan mereka pun kini sudah terjalin semakin membaik.Walaupun Alice masih belum menjawab ungkapan Dion yang ingin menikahinya.


"Jadi bagaimana??apakah kau sudah bisa memberiku jawaban??" tanya Dion yang kembali membahas ungkapan perasaannya pada Alice.


Dion langsung menarik pinggang Alice kedalam dekapannya.Dan ia pun menatap serius kearah Alice.Sementara Alice berusaha mengalihkan wajahnya dari tatapan Dion.


"Jangan pura-pura tidak mengerti gadis kecil..kau masih saja meragukan diri ku." ucap Dion dengan sengaja tetap menatap serius pada Alice.


"Soal itu,bagiku terlalu cepat tuan.Mungkin untuk seumuran mu sudah waktunya menikah,tapi untuk ku masih terlalu awal.Aku masih ingin menjalani masa muda ku dengan melakukan sesuatu yang bermanfaat." jawab Alice yang masih menolak lamaran Dion.


"Apa kau sudah mengetahui siapa orang yang sudah membantu mu mencarikan pendonor mata itu??" tanya Dion langsung mengalihkan pembicaraan.


"Belum tuan."jawab Alice singkat.


"Ayo kita temui dokter itu." ujar Dion langsung menarik tangan Alice pergi menuju rumah sakit.


...****************...


Tiba di rumah sakit..


Dion dan Alice menemui sang dokter yang telah mengoperasi mata Alice.


"Dokter,boleh kah saya tahu siapa orang yang sudah membantu mencarikan donor mata untuk saya??" tanya Alice yang penasaran.


"Oh,rupanya kamu masih belum mengetahuinya ya." ujar sang dokter.


"Belum dok." jawab Alice sambil menggelengkan kepalanya.


Sementara Dion duduk tenang di samping Alice sambil melipat kedua tangannya di dada.


Sang dokter hanya tersenyum.