
"Sudah bro.. kasihan,kau tidak lihat gadis ini buta???lihat tongkat yang dipegangnya." sahut Arga sesaat membisikkan nya pada Dion sambil menahan bahunya.
Dion pun langsung menghempaskan tangan Arga.
"Memangnya kenapa kalau dia buta??apa kau percaya jika gadis ini buta??dia pasti cuma sandiwara..sengaja ingin mencari perhatian padaku,karna dia pasti tahu aku pemilik perusahaan ini.!!" ujar Dion yang justru tidak percaya dengan gadis yang ada didepan matanya benaran buta.
Mendengar ucapan Dion,Alice pun seketika syok.Tidak mengira jika dirinya akan menerima hinaan dari pria asing yang tidak dikenalnya.
"Sudahlah kita pergi saja,semua staffmu memperhatikan mu..Ayo." ujar Arga memaksa mengajak Dion pergi.Karna menurutnya Dion sudah sangat keterlaluan.
Tapi Dion masih tetap dengan wataknya yang keras.karna ia masih belum puas dengan pernyataan maaf yang hanya keluar dari mulut Alice.
"Ayo,bagaimana kau akan bertanggung jawab untuk kemeja ku??"tanya Dion masih meninggikan nada bicaranya pada Alice.
Arga hanya bisa memijat dahinya karna tidak tahu harus bagaimana memaksa Dion untuk menyudahi emosinya.
"Ba..baiklah tuan,aku akan bertanggung jawab untuk kemeja anda..Berapa biaya yang harus saya ganti??mudah-mudahan saya bisa membayarnya." tanya Alice lebih memilih mengalah ketimbang harus melawani sifat arogan Dion yang tidak tahu seperti apa sosoknya.
Mendengar pertanyaan Alice,Dion justru menyunggingkan bibirnya keatas.Seakan memandang remeh pada Alice.
Alice sekali lagi merasa sangat syok,karna harus menerima penghinaan lagi dari Dion.Alice begitu merasa direndahkan harga dirinya oleh Dion,hanya karna sebuah kemeja yang sudah ia kotori.
Dion yang sudah merasa kesal,memilih pergi meninggalkan Alice dan juga Arga begitu saja.
"Memangnya kenapa jika saya buta??memangnya kenapa saya miskin??Apakah saya menyusahkan hidup anda??apakah kebutaan saya merugikan anda??"sahut Alice kini memberanikan diri untuk membela harga dirinya.
Dion langsung menoleh tajam kearah Alice.
"Apakah anda menilai orang hanya dari kesempurnaan?dan memandang sebelah mata dengan orang yang memiliki kekurangan??Ingat tuan,tidak semua manusia terlihat sempurna,aku memang buta tapi setidaknya aku masih memiliki pemikiran orang normal dan sikap yang berpendidikan..Daripada anda yang terlihat sempurna tapi tidak memiliki etika dalam bersikap layaknya orang yang berpendidikan..Dan saya tidak berharap sama sekali mencari perhatian pada orang yang tidak berperasaan seperti anda..." sahut Alice menjawab panjang lebar dengan kata-katanya yang menyindir.Alice seakan tidak peduli membalas penghinaan yang diucapkan oleh Dion.
Baginya mempertahankan harga diri lebih penting daripada dipandang rendah oleh orang yang merasa di atasnya.Alice merasa kesabarannya memuncak kala ia dianggap sebagai gadis miskin dan menipu.Menganggap jika kebutaan yang dimilikinya hanya taktik yang ingin meminta belas kasihan dari orang-orang.
Mendengar sindiran tajam dari Alice,Dion semakin menatap tajam kearah Alice.Arga yang menyadari akan amarah Dion yang kian memuncak langsung menarik Dion untuk pergi.
Sebab dia tidak mau,jika Dion melakukan tindakan kasar terhadap wanita.Arga memahami sifat Dion yang arogan dan bahkan sangat emosian.Hanya dirinya lah yang mampu mengendalikan emosinya jika Dion dibiarkan melampiaskan emosinya.