Gadis Buta Milik Tuan Arogan

Gadis Buta Milik Tuan Arogan
Bab 37


"Sebaiknya ibu pulang saja,ibu sudah merusak hariku.." ujar Ken mengusir ibunya untuk menyuruhnya pulang.


Amanda yang sebelum disuruh,sudah lebih memilih keluar dan ruangan Ken untuk pulang.Seraya berjalan melalui Alice,Amanda hanya melirik sinis.Alice yang tidak bisa melihat pun,tidak mengetahui jika lirik kan Amanda mengartikan dirinya yang benar-benar tidak suka dengan Alice.


Tapi,Cecilia justru menyadari akan tatapan Amanda.Ia bisa menebak jika tatapan Amanda memang tidak suka dengan Alice.


Setelah ibunya pergi,Ken pun langsung menghempaskan tubuhnya di kursi sambil memijit dahinya.Ia begitu pusing dengan kedatangan ibunya yang tiba-tiba.Yang ternyata sengaja menemui Alice ,hanya untuk memberi peringatan pada Alice.


Ken mulai mengkhawatirkan perasaan Alice,ia tidak tahu apa yang sudah dikatakan ibunya pada Alice.Namun,Ken menebak jika perkataan ibunya pasti sudah menyakiti perasaan Alice.


*


*


Menjelang sorenya,Dion bergegas meninggalkan kantornya untuk pulang ke kediamannya.


Ia pun langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.Dan pada akhirnya ia terjebak dengan kemacetan yang sangat dibencinya.


"Ck.. Sial,kenapa selalu saja jam segini macetnya..'' gerutu Dion merasa sebal.


Mau tak mau Dion harus esktra sabar menunggunya dimobil.Sambil menunggu mobilnya berjalan yang sangat lambat untuk maju,Dion menyalakan musik untuk menghilangkan rasa bosannya.


Sampai ia mendengar sebuah lagu yang membuat hatinya sedikit tenang.Lagu yang begitu bagus dengan suara yang sangat indah.Dan tanpa sadar, membuatnya terhanyut dalam alunan musik dan suara yang dinyanyikan oleh seorang wanita yang sudah cukup terkenal


Reff :🎶 Walau pun dirimu tak bersayap,ku akan percaya..


Kau mampu terbang bawa diriku..


Tanpa takut dan ragu..


Walaupun kau bukan titisan dewi..


Karena kau jadikan ku sang dewi..


Dalam taman surgawi..


Dan akhirnya membuat Dion mendengarkan lagu tersebut sampai selesai.Dion sesaat tersenyum,merasa terkesan dengan lagu yang dinyanyikan wanita tersebut.


Hingga tanpa sengaja Dion menoleh kearah jendela mobilnya.Melihat sosok gadis yang tidak asing baginya,dari kejauhan.Karna mobilnya secara kebetulan melewati tempat gadis tersebut.


Gadis itu tidak lain adalah Alice,yang sedang mengobrol dengan Cecilia dari balik dinding kaca yang dapat dilihat dari luar.Sesaat tanpa sadar,Dion memperhatikan Alice dengan serius.Memperhatikannya bukan karena benci,tapi merasa sedikit penasaran.Sebab untuk pertama kalinya ia melihat Alice tersenyum.Senyuman yang begitu cantik dan manis,yang belum pernah ia lihat sekali pun.


Berbagai banyaknya wanita yang pernah ia lihat saat tersenyum,tidak seindah yang ditunjukkan oleh Alice.Senyuman seperti tanpa beban dan sangat polosnya.


Dion yang menyadari yang telah memperhatikan Alice,langsung tersadar sambil menggelengkan kepalanya.


"Apa yang sudah kulihat??untuk apa aku melihat gadis buta itu..'' ujarnya bicara sendiri dan langsung mengalihkan pandangannya dari Alice.Ia pun melajukan mobilnya dan melalui toko tempat Alice bekerja.


"Bagaimana bisa aku tanpa sadar memperhatikan gadis penipu itu.. Seharusnya dia tidak ada urusannya lagi denganku.'' ujar Dion bicara sendiri.


Disaat dirinya sedang ngedumel sendiri,tiba-tiba ponselnya berbunyi.Menandakan panggilan masuk,yang ternyata adalah Arga.


Dion langsung menerima panggilan tersebut melalui earphone nya agar dia tetap fokus mengemudi.


"Kenapa??Aku sedang mengemudi.'' tanya Dion sambil tetap menyetir mobilnya.


"Nanti malam datang lah ke Bar tempat biasa,mereka mengadakan reunian." ujar Arga memberitahu Dion.


...****************...