
Pada saat jam makan siang tiba,Dion beranjak bangkit akan makan siang sekaligus menyuruh Rudi untuk menemuinya.
Namun,sebelum ia akan meninggalkan ruangannya tiba-tiba seorang lelaki yang tak asing baginya datang memasuki ruangannya.Lelaki tersebut berjalan dengan santainya sambil tersenyum.
"Hai mas bro..apa kabar??" sapa Arga pada Dion.
Dion seketika terheran dengan kemunculan Arga tanpa memberitahu dirinya jika dia akan datang.
"Kau..kenapa bisa kesini??bukannya .-" seru Dion yang masih merasa heran dengan kemunculan Arga mengejutkan dirinya.
"Hehe.. kau pasti terkejut bukan?apa kau mengenaliku?bagaimana penampilan ku sekarang,sudah tampan seperti oppa Lee Dong Wook??hehe.." tanya Andi sambil tersenyum nyengir sembari menunjukkan penampilannya yang berbeda dari sebelumnya.
Dion hanya menatap aneh dan datar dengan penampilan Arga sekarang.
"Jawab saja,kenapa kau bisa tiba-tiba muncul??bukannya kau sedang melakukan perjalanan bisnis di Singapura??" tanya Dion masih datar.
"Bisnis ku sudah beres dan aku kembali memang sengaja tidak memberitahumu,karna kejutan..hehe." jawab Arga masih tersenyum nyengir.
Dion pun tidak menanggapi ucapan Arga dan langsung beranjak bangkit menuju pintu ruangannya.
"Aku mau makan siang,kalau kau mau ikut cepat lah.." ujar Dion berjalan lebih dulu meninggalkan Arga
Arga pun langsung bersemangat dan mengikuti Dion dari belakangnya.
Dan sebelum meninggalkan kantor,Dion menghampiri sang sekretaris pribadinya.
"beritahu Rudi,temui aku setelah makan siang diruangan ku." ujar Dion pada sang sekretarisnya.
"Baik pak..Eh,tapi pak..-" jawab sang sekretaris dan mencoba mengatakan sesuatu.
Dion mengernyitkan tatapannya pada sang sekretaris bernama Bella.
"Tapi apa??" tanya Dion dengan nada tegas.
Dion seketika menyunggingkan bibirnya keatas sambil menatap sinis.
"Perhatikan saja posisimu,apakah kau pantas makan siang bersama pemilik perusahaan??Dan apakah pernah aku menyuruhmu untuk makan siang bersama ku??pertahankan saja posisi mu jika tidak mau disingkirkan." jawab Dion dengan tegas dan dingin.
Dion pergi meninggalkan Bella begitu saja,tanpa peduli perasaannya yang sudah ditolak mentah.
Arga yang melihat justru langsung mendekati Bella.
"Neng.. daripada sama serigala kutub mending sama abang aja..Abang dengan senang hati menemani neng Bella makan siang." sahut Arga yang mulai gombalin Bella dengan percaya dirinya.
Bella pun langsung melirik sinis kearah Arga.
"Ngaca dulu bang,tampilanmu mirip fashionweek Citayem,pede amat mau menemani aku makan siang.." jawab Bella langsung menolak dengan sombong.
Dan dia masih belum mengetahui siapa sosok Arga sebenarnya.
"Dihh..sok kecakepan..bedakmu tebal 5centi sudah merasa paling wow gitu.??ngaca balik woii.." balas Arga dengan sengit dan langsung pergi.karna Bella sudah menolak kebaikannya untuk mengajak makan siang bersamanya.
"Hei.. cepat lah,kau mau ikut atau tidak??"sahut Dion sedikit berteriak memanggil Arga dari jarak yang sudah cukup jauh.
"Ngikut donk mas bro.." jawab Arga bergegas menyusul Dion yang sudah jauh dari nya.
Bella hanya melihat Arga yang pergi dengan kesal dan sinis.
"Amit-amit aku punya pacar seperti ondel-ondel..Dihh." gerutu Bella yang seketika merasa ilfil karna melihat penampilan Arga yang begitu mencolok.Sebab Arga selalu saja berganti penampilan yang menurutnya banyak diminati kaum wanita.
Terlebih dengan style yang mengarah pada K-pop star.
Penampilan Arga yang berubah jauh dari sebelumnya,justru membuat Bella pun merasa aneh dan jijik.