Gadis Buta Milik Tuan Arogan

Gadis Buta Milik Tuan Arogan
Bab 34


"Sial..Kenapa aku bermimpi seperti itu??hosh.." ujar Dion langsung beranjak bangkit dan berjalan menuju toilet pribadinya


Ia pun membasuh wajahnya dengan air diwastafel.Ia sengaja ingin menyadarkan dirinya dari mimpi tersebut.Seolah ia masih tidak percaya dengan mimpinya tadi.


Setelah membasuh wajahnya,Dion pun keluar dari toiletnya.Dan terlihat Arga sudah duduk santai disofanya.


"Hai bro.."sapa Arga dengan santainya sambil tersenyum lebar.


Dion yang melihat hanya datar sambil menghela nafas panjangnya.


"Mau apa kau kesini??"tanya Dion dengan nada ketus.


"Ck..masa seperti itu sikapmu kalau best friend mu datang..Minum mana nih??rasanya aku sangat haus hari ini.." ujar Arga dengan sikap tidak tahu dirinya.


Dion masih menatap datar dan aneh pada Arga.


"Lebih baik kau pulang saja,kedatangan mu sangat menganggu ku hari ini.." ujar Dion mencoba mengusir Arga dari pandangannya.


"Eits..masa kau tega mengusir teman mu yang super tampan ini??yang sudah mirip Lee Jung Suk..Hehe.." ujarnya dengan percaya dirinya.


"Heuh..Lee Jung Suk katamu??lebih tepatnya Lee tolol,mukamu yang seperti abstrak kau bilang tampan..Kau tidak pernah berkaca??" sindir Dion dengan kata-katanya tajam.


"Ck..Susah punya kawan yang jiwanya batu,tidak ada humorisnya sama sekali. kenapa aku bisa punya kawan sepertimu. " balas Arga.


"Seharusnya aku lah yang bilang seperti itu,kenapa aku bisa punya teman sinting sepertimu.." sindir balik Dion.


"Aku sedang bosan bro,makanya aku kesini..Susah ya kalau sudah jadi CEO,kita terlalu gabut..Hahaha.."gurau Arga tertawa lebar.


"Itu kau saja,bukan diriku..Aku tidak se gabut dirimu.." jawab Dion menentang gurauan Arga.


Arga langsung menatap sinis kearah Dion.


Dio langsung menatap Arga dengan dingin.


"Aku habis bermimpi buruk ." jawab Dion sambil menghempaskan tubuhnya di sofa,tepatnya disamping Arga.


"Mimpi apa??apa kau dikejar kuyang??hehe.." tanya Arga kembali bercanda.


"Aku serius..apa kau tidak bisa serius sedikit " jawab Dion mulai kesal


"Oke..oke..aku paham..Ya sudah,ceritakan apa yang sudah kau mimpi kan??siang bolong begini,bisa-bisanya kau bermimpi." tanya Arga mulai serius.


"Aku bermimpi mendiang orang tuaku." jawab Dion.


"Hah??kau bermimpi mereka??bukankah terakhir kau memimpikan mereka sudah sangat lama sekali??"tanya Arga yang terkejut dan heran.


"Ya,tapi ntah kenapa aku memimpikan mereka lagi..dan mimpi itu sangat aneh." jawab Dion.


"Aneh seperti apa??"tanya Arga mulai penasaran.


"Mereka memintaku untuk mengungkapkannya kematian mereka..Dan memberi tahu ku,jika ada seseorang yang akan menjadi petunjuk kematian mereka ." jawab Dion.


"Seseorang??petunjuk??ini membingungkan .." tanya Arga yang mulai bingung.


"Ya..aku merasa juga begitu,dan mimpi itu menurutku sangat aneh. Kenapa mimpi itu baru sekarang muncul..Seolah mereka ingin aku mencari seseorang itu."


"Artinya kematian mereka masih belum tenang..Mereka ingin kau membongkar semua teka teki kematian mereka.." sahut Arga menambahkan.


"Ya..tapi pihak kepolisian pernah mengatakan jika kalau kematian mereka murni kecelakaan..tapi ntah kenapa dalam mimpi itu,mereka meminta ku untuk mengungkapkan semua teka teki itu ..ini membingungkan.." ujar Dion.


"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang??" tanya Arga.