Gadis Buta Milik Tuan Arogan

Gadis Buta Milik Tuan Arogan
Bab 51


Cukup lama Alice menghabiskan waktunya dimakan sang ibu,Alice pun berniat akan meninggalkan tempat pemakaman tersebut,untuk berangkat ketempat kerjanya.


Saat akan meninggalkan makam sang ibu,Alice tidak menyadari jika tanpa sengaja Dion melihat dirinya.


Dion pun begitu terkejut melihat keberadaan Alice ditempat pemakaman yang kebetulan ia juga akan kesitu.Dion rupanya juga sama ketempat tersebut,karna ingin mengunjungi makam kedua orang tuanya.Tidak mengira akan bertemu tanpa sengaja oleh Alice yang akan meninggalkan tempat tersebut.


Dion memilih untuk tidak berpapasan dengan Alice,dan membiarkan Alice pergi begitu saja.


Ia pun melanjutkan perjalanannya menuju makam kedua orang tuannya.


Setelah dari makam kedua orang tuanya,Dion langsung bergegas pulang.Tapi,sebelum akan meninggalkan tempat pemakaman ia sejenak ia bertemu dengan penjaga makam yang kebetulan juga mengenal Dion.


"Tuan Dion.." sapa penjaga makam tersebut.


Dion hanya tersenyum.


"Tumben tuan kesini,sepertinya sudah lama sekali tuan tidak datang kesini."ujar sang penjaga makam.


"Iya,karna saya terlalu sibuk pak.." jawab Dion.


"Oh..iya saya mengerti tuan.." ujar sang penjaga makam.


"Tadi tidak sengaja saya melihat seorang gadis baru meninggalkan tempat ini..dia gadis buta,apa bapak mengenalnya??" kata Dion berpura-pura ingin tahu.Yang padahal tanpa sadar ia ingin mencari tahu tentang Alice .


"Oh..nona Alice..Iya tuan,saya sangat mengenal nona Alice..Dia sering kesini.."


"Sering kesini??apa dia juga mengunjungi makam seseorang??" tanya Dion makin penasaran.


"Iya tuan..Disini tempat ibunya dimakam kan..saya dengar dari bibinya,dia kehilangan ibunya saat kecelakaan 15tahun yang lalu tuan." jelas sang penjaga makam.


Mendengarkan penjelasan sang penjaga,sesaat Dion mengernyitkan pandangannya.


"Lalu apa benar dia buta??"tanya Dion ingin memastikan.


"Benar tuan..dia mengalami kebutaan setelah dia mengalami kecelakaan..Kecelakaan yang juga merenggut nyawa ibunya." jawab sang penjaga itu lagi.


"Dan nona itu bisa saja kembali melihat,jika ada orang yang mau mendonorkan kornea matanya..Tapi sayangnya mereka masih belum mendapatkan donornya..Dan juga terkendala biaya.."timpal sang penjaga itu lagi.


Dion hanya diam dan tidak bertanya lagi.


...****************...


Sore harinya,Ken menepati janji nya untuk menemani Amanda sang ibu bertemu dengan teman lamanya.Disebuah cafe yang sudah ditentukan oleh Amanda sebelumnya.


Tiba di cafe tersebut,Ken mencari sosok ibunya.Karna merasa tidak ketemu,dia pun mencoba menghubungi ibunya.


"Ibu aku sudah sampai..ibu dimana??" tanya Ken sambil memperhatikan sekeliling cafe tersebut.


"Ah..Ken,ibu lupa memberitahu mu ibu mungkin sedikit terlambat..kau cari saja seorang gadis berambut pendek dengan pakaian blazer putih yang duduk disebelah dinding kaca..dia bernama Calista..temui dulu saja gadis itu,nanti ibu akan datang." jawab Amanda memberitahu pada Ken.


"Tapi..-" sahut Ken yang belum melanjutkan kalimatnya,tapi panggilannya sudah ditutup oleh Amanda.


Membuat Ken sesaat menarik nafas panjangnya.


Ken berjalan mencari sosok gadis yang diberitahukan oleh ibunya.Dan terlihat sosok gadis yang sesuai petunjuk Amanda sedang duduk manis sambil memainkan ponselnya.


Ken pun langsung menghampiri gadis itu.


"Maaf,apakah kau bernama Calista??" tanya Ken memastikan lebih dulu.


Gadis bernama Calista itu pun langsung menoleh dan tersenyum pada Ken.