
Pada saat Alice sedang duduk bersama Cecilia Ken datang menghampiri mereka.
"Apakah kalian saat ini sibuk??" tanya Ken pada mereka berdua.
Cecilia pun langsung menoleh kearah Ken.
"Tidak pak,kenapa pak??apa kami ada tugas??"tanya Cecilia langsung beranjak bangkit.
"Begini,bisakah kamu mengantarkan beberapa lusin kue kekantor yang tidak terlalu jauh dari toko kita..??pesanan ini sebenarnya sudah dari kemarin,tapi saya lupa harus mengantarnya dan ternyata ini waktunya tidak tepat..karna saya harus bertemu dengan relasi saya..Apakah kamu bisa menggantikan saya??" ujar Ken menjelaskan pada Cecilia.
"Tentu saja bisa pak,tapi apa boleh saya mengajak Alice untuk menemani saya??" jawab Cecilia dan bertanya pada Ken untuk mengajak Alice.
"Ya.. tentu saja,asal Alice merasa tidak keberatan." ujar Ken sesaat melirik kearah Alice.
"Saya,bersedia menemani Cecilia pak Ken." sahut Alice sambil tersenyum.
"Asiikk.." seru Cecilia yang seketika bersemangat.
"Ya sudah,kuenya akan disiapkan boleh staff dibelakang,kalian silakan bersiap-siap saja..dan terima kasih kerja sama nya." kata Ken meninggalkan mereka.
"Sama-sama pak Ken." jawab Cecilia tersenyum.
"Cecil.. Apa kau yakin ingin mengajakku menemanimu mengantar kue itu??" tanya Alice.
"Memangnya kenapa ?" tanya Cecilia sesaat menoleh kearah Alice.
"Aku takut merepotkan mu Cil.." jawab Alice sesaat memasang wajah murung.
Cecilia hanya tersenyum dan memahami perasaan Alice yang selalu merasa sungkan padanya.
"Alice..Kalau menganggap kau merepotkan ku,untuk apa aku minta kau temani aku??Sudah,ayo kita bersiap-siap dulu.." ujar Cecilia meninggalkan Alice ke belakang untuk menyiapkan kue yang akan mereka antar.
...****************...
Arga meninggalkan Dion untuk ke toilet dan tidak jadi memesan minuman.Beberapa saat ia meninggalkan Dion,akhirnya ua pun kembali.Dan secara kebetulan Arga melihat Dion akan menyeruput sisa minumannya,Arga dengan cepat menghampiri Dion.Dan tanpa pikir panjang,Arga menepuk pundak Dion secara tiba-tiba dan cukup keras.Karna ia menganggap mendapatkan kesempatan untuk membalas Dion sebelumnya.
"Bro ayo kita balik ke kantormu." sahut Arga yang langsung menepuk pundak Dion.
Buk..
Sontak membuat Dion langsung tersedak dan terbatuk-batuk.
"Uhuk..Uhuk.." rintih Dion yang merasa terkejut dan tersedak.
"Brengsek..Sialan..!!kau sengaja ya??" sentak Dion yang seketika emosi dan menoleh tajam kearah Arga.
"Hehe..Maaf-maaf,aku reflek,tidak sengaja bro..Haha.." sahut Arga langsung tertawa seolah merasa tidak terjadi apa-apa yang telah dia lakukan.Tapi ia begitu puas sudah membalas Dion.
Dion hanya menatap tajam kearah Arga sambil mendengus kesal.
"Sudah ayo..kan tidak sengaja..Hehe.." ajak Arga dengan santai nya.
Dion dan Arga akhirnya meninggalkan restoran dan kembali ke kantornya.
...****************...
Cecilia dan Alice pun pergi menuju sebuah kantor untuk mengantarkan pesanan kue dari salah satu pihak kantor tersebut.
Tiba dikantor,Cecilia menuntun Alice kebagian resepsionis.
"Selamat siang mba." sapa Cecilia pada wanita cantik dibagian resepsionis tersebut.
"Selamat siang,maaf ada yang bisa saya bantu??" jawab wanita itu dengan ramah.
"Sebentar,akan saya konfirmasikan dulu." jawab wanita langsung menghubungi Anna yang memesan kue itu.
Cecilia pun mengangguk dan menunggu dengan Alice yang berada dibelakangnya.
Beberapa saat kemudian,sang wanita itu pun menghampiri Cecilia.
"Maaf mba,silakan kuenya dititipkan disini saja,nanti nona Anna akan mengambilnya sendiri..Dan untuk pembayaran katanya sudah dibereskan melalui atasan mba." ujar wanita itu memberitahu Cecilia.
"Oh..Iya mba..ini kuenya,saya titipkan pada mba..Terima kasih dan sampaikan pada nona Anna terima kasih juga sudah membeli kue kami." ujar Cecilia sembari memberikan bingkisan kue tersebut.
"Baik.." jawab wanita itu.
"Kalau begitu kami permisi." ucap Cecilia berniat akan meninggalkan kantor tersebut.
"Ayo Alice,kita kembali ketoko." ujar Cecilia menuntun Alice untuk meninggalkan kantor tersebut.
Tapi,baru beberapa langkah Cecilia tiba-tiba berhenti.
"Alice,sepertinya aku mau ke toilet dulu kau tunggu disini sebentar ya..aku tidak akan lama." ujar Cecilia.
"Iya Cil..Aku tunggu disini." jawab Alice sambil tersenyum.
"Oke." jawab Cecilia langsung meninggalkan Alice untuk ketoilet.
Dion dan Arga akhirnya tiba dikantor,dan berjalan memasuki area kantornya.
"Thanks ya bro,sudah ditraktir beli minuman." sahut Dion sengaja menyindir Arga.Akibat ulahnya tadi Dion pun menuntut Arga untuk membelikan dia minuman Latte.
Arga pun langsung memasang wajah datar.
"Sial..Makan tadi aku yang traktir,minuman pun kau minta traktir..Sepertinya aku merasa dibodohi." gerutu Arga cemberut.
Dion hanya tersenyum puas sambil berjalan dan melihat wajah Arga yang cemberut.Ia pun merasa puas sudah membalas ulah Arga padanya.
Saat Dion masih menoleh kearah Arga,tanpa diduga tiba-tiba ia menabrak seseorang.
Bruk..
Seketika minuman yang masih ia pegang tumpah seluruhnya kearah pakaian yang ia pakai.
Dion pun langsung terkejut dan langsung menoleh tajam kearah seseorang yang dia tabrak..
"Hei..!!! apa kau buta??kalau jalan pakai mata..!!" sentak Dion yang langsung emosi.Melihat pakaiannya jadi basah dan kotor.
Mendengar sentakan suara Dion yang tinggi membuat seseorang yang ia tabrak pun terkejut.Begitu juga pada staff kantor yang tadinya sibuk dengan masing-masing,menjadi sesaat memperhatikan mereka.
"Ma..maaf saya tidak sengaja tuan.."jawab Alice yang ternyata sudah ditabrak oleh Dion.
"Maaf katamu??Apa kau tidak lihat pakaian ku jadi kotor..!!apa kau tidak bisa lihat kantor ini luas,apakah harus kau sengaja menabrakkan diri padaku??kau sengaja ingin mencari perhatian??hah??" bentak Dion yang masih emosi pada Alice.Gadis yang sebenarnya tidak ia kenal,tapi tanpa peduli dia membentak Alice dengan nada tinggi.
Alice hanya berusaha memasang wajah panik karna merasa dia tidak tahu,apakah dirinya yang bersalah atau lelaki asing yang sudah menabraknya.
Sedangkan Arga sesaat memperhatikan penampilan Alice yang terlihat sederhana.Dan beberapa saat perhatiannya pun tertuju pada tongkat yang dipegang Alice dan mata Alice yang menunjukkan tidak normal.
"Maaf tuan saya benar-benar tidak tahu,jika saya menabrak tuan.Dan saya tidak berniat mencari perhatian pada siapa pun disini,termasuk tuan sendiri." jawab Alice yang masih meminta maaf pada Dion.
"Bagaimana bisa kau tidak tahu??apa matamu buta??kau punya dua mata,seharusnya kau bisa lihat orang yang ada di depanmu..!!" bentak Dion lagi yang masih tidak peduli dengan siapa ia membentak.Sekali pun seorang wanita,ia tetap tidak peduli.
Arga yang melihat sikap Dion yang sudah berlebihan langsung menarik lengan Dion.