
"Kau harus tahu,hidup mu sekarang berada ditangan kami.Kami ingin lihat apakah Dion akan menolong mu atau kau akan mati begitu saja.haha.." ujar Angela tertawa kejam.
Alice berusaha bersikap tenang walaupun ia sedikit merasa takut dengan ancaman yang dikatakan Angela.
"Nona,tolong jangan libatkan saya.Saya sungguh tidak tahu apa-apa.saya tidak ada hubungan apa pun dengan dia.Anda boleh tanyakan langsung dengannya." ucap Alice mencoba meyakinkan Angela.
Namun,Angela justru tetap tidak mempercayai Alice dan hanya menatap tajam kearahnya.
"Jangan coba untuk membodohi gadis buta.!! apa pun yang kau katakan,aku tetap tidak akan mempercayai mu.Kalian berdua sudah membuat hidup ku hancur,dan itu semua karena kemunculan mu gadis sialan.!!" sentak Angela kembali meluapkan emosinya.
"Jangan luapkan seluruh emosi mu pada gadis itu Angela." sahut Alexander yang muncul dari belakang Angela sambil berjalan kearahnya.
Mendengar suara lelaki yang muncul,membuat Alice sesaat merasa tidak asing dengan suara tersebut.Tapi sayangnya dia tidak bisa melihat siapa orang yang sudah bersuara.
Angela langsung menghampiri ayahnya.
"Aku ingin gadis ini segera di singkirkan pa,supaya Dion bisa kembali lagi kepada ku." ucap Angela dengan nada manjanya.
"Kau tenang saja nak,apa pun akan papa lakukan untuk mengembalikan semua keadaan kita.kalau Dion benar datang untuk menyelamatkan gadis ini,kita tinggal membuat penawaran dengannya.dan semua keadaan kita akan kembali seperti semula." ucap Alexander meyakinkan Angela.
Angela pun langsung tersenyum sinis dan mengangguk,menuruti apa pun yang dikatakan ayahnya.
"Kau pulang saja dulu,nanti papa akan mengabari kabar baiknya untuk mu." ujar Alexander menyuruh Angela untuk pergi meninggalkan mereka.
"oke pa..Aku percayakan semuanya pada mu.."jawab Angela menuruti kembali perkataan ayahnya.Sebelum pergi ia pun menghampiri Alice.
"Selamat tinggal untuk selamanya gadis buta,mungkin ini akan menjadi hari terakhir mu.." ucap Angela memberi peringatan dengan nada sinis pada Alice.
"Kenapa mata mu di tutupi perban ??" tanya Alexander pada Alice.
"Saya baru usai menjalani operasi donor mata ." jawab Alice sambil mencari asal suara tersebut.
"Jadi kau benar buta??" tanya Alexander dengan serius.
"Yah,saya memang buta tuan.."
"Sejak kapan??" tanya Alexander yang tanpa sadar ia tertarik ingin mengetahui tentang Alice.
"Sejak kecil,saat kecelakaan yang menimpa saya." jawab Alice dengan apa adanya.
"Dan apakah operasi mata itu akan membuat mu bisa melihat lagi??"
"Saya tidak tahu tuan,saya hanya berusaha dan berharap jika saya bisa melihat lagi."
"Begitu..dan apa hubungan mu dengan Dion?kenapa Dion bisa lebih memilih mu dibandingkan anak ku?" tanya Alexander mengalihkan pembicaraan nya.
"Maaf tuan,saya benar-benar tidak tahu,dan saya juga tidak ada hubungan apa pun dengan dia.tolong lepaskan saya,saya janji tidak akan menganggu kehidupan kalian." ucap Alice yang kini meyakinkan Alexander agar mempercayainya.
"Bagaimana kau bisa menjamin jika kau tidak ada hubungan apa pun dengan dia??sementara dia begitu membela dan memihak mu.Bahkan sudah berusaha menghancurkan perusahaan ku?" tanya Alexander yang tidak begitu saja percaya dan menceritakan apa yang dilakukan Dion dengan perusahaannya.
"Saya juga bingung bagaimana untuk meyakinkan kalian kalau sayamemang tidak tahu apa-apa." jawan Alice membela dirinya.