
Setelah cukup lama menemui seorang dokter,Ken dan Alice meninggalkan rumah sakit.
Kini Ken mengajak Alice ketempat taman yang letaknya cukup jauh dari perkotaan.Taman yang tempatnya sangat cocok untuk piknik dan bersantai.Terlebih taman tersebut juga memiliki danau kecil yang bagus dan beberapa hewan yaitu angsa dan burung bangau yang dilepas bebas.Menambah suasana taman tersebut semakin menarik dan sangat cocok untuk hanya sekedar refreshing dan menghilangkan penat.
Alice walau tidak bisa melihatnya,tapi dia dapat merasakan suasana taman itu dengan tenang.Hati dan pikirannya pun sesaat merasa damai,kala merasakan angin yang sejuk dan suara air danau yang begitu tenang.
"Sayang sekali kau tidak bisa melihat tempat ini,tapi kuharap tempat ini bisa kau rasakan secara tenang dan damai." sahut Ken.
"Iya kak, aku bisa merasakannya kalau tempat ini pasti indah..Terima kasih kakak sudah mengajak ku kesini." ujar Alice tersenyum tipis.
Senyuman tipis yang ditunjukkan Alice,seketika membuat Ken merasa membuatnya bahagia.Senyuman yang begitu tulus dan polosnya,yang telah membuatnya benar-benar jatuh hati terhadap Alice.Hanya saja,Ken masih belum berani untuk mengungkapkannya.Ia khawatir jika mengutarakan perasaannya,akan membuat Alice tidak nyaman dan justru menjauhinya.Ken hanya bisa menunggu waktu dimana akan ada saatnya,mengungkapkan perasaannya pada Alice.
"Bagus lah kalau kau menyukainya." ujar Ken.
"Maaf,boleh aku bertanya kak??" tanya Alice.
"Tentang apa??apa yang dirumah sakit tadi??"tanya balik Ken menebak.
Alice mengangguk pelan.
"Kenapa kakak tiba-tiba mendaftarkan ku untuk menerima donor mata itu??"tanya Alice ingin tahu.
"Sebelumnya aku ingin bertanya,apakah ada keinginan mu untuk bisa melihat lagi??" tanya Ken lebih dulu.
"Itu sebabnya kenapa aku ingin mendaftarkan mu untuk menerima donor mata dari seseorang yang bersedia mendonorkan matanya untukmu..Karena aku ingin kau bisa melihat lagi,melihat bagaimana indahnya kehidupan yang kau jalani nantinya." jawab Ken menjelaskan.
Ken ternyata sengaja membawa Alice,untuk berkonsultasi kepada dokter ahli bedah mata.Bukan hanya melihat kondisi mata Alice saat ini,tapi juga berharap dapat menerima donor mata dari pasien siapa pun,yang bersedia mendonorkan kornea matanya.
"Tapi kak,biaya operasi mata itu pasti akan sangat mahal..aku tidak memiliki uang untuk operasi itu." ujar Alice dengan polosnya.
Sesaat Ken langsung tertawa kecil.
"Haha.. memangnya aku meminta biaya operasi mata mu??" tanya Ken yang merasa lucu dengan ucapan Alice.
"Tidak,tapi darimana mendapatkan uang untuk membiayai operasi itu kak??" tanya Alice dengan perasaan ragu.
"Soal itu kau tidak perlu pikirkan..Kau hanya fokus pada dirimu,fokus pada kesehatanmu..Banyak berdoa supaya kau cepat mendapatkan pendonor mata itu..masalah biaya,biar itu menjadi urusan ku.." ucap Ken memberi semangat pada Alice.
Alice tersenyum tipis sambil mengangguk.
"Terima kasih kak,kakak sampai harus melakukan ini untukku..Aku tidak tahu harus bagaimana membalas kebaikan kakak dengan cara apa..hanya Tuhan lah yang akan membalas kebaikanmu kak." ucap Alice berterima kasih pada Ken.
Ken hanya tersenyum.
Kuharap akan ada saatnya kau bisa menerimaku Alice..Hanya itu yang kuharapkan darimu..'batin Ken.