
"Aku malas,kau saja yang pergi."jawab Dion.
"Kau yakin tidak mau datang?ku dengar Megan juga datang." tanya Arga memastikan dan menyinggung nama Mega.Yang membuat Dion sesaat terdiam.
"Aku harap kau datang bro..kalau kau memang minta dijemput,aku akan jemput." ujar Arga langsung menutup panggilan nya.
Dion pun melepas earphone nya dam berpikir sejenak.
Megan??untuk apa dia datang??'batin Dion merasa bingung.
...****************...
Malamnya..
Alice dan Cecilia kini bersiap-siap akan pulang.Setelah menutup toko,Cecilia lebih dulu pulang.Ia terpaksa pulang lebih dulu,sebab sang pacar sudah menjemput dirinya.Dan kini Alice hanya sendirian yang akan pulang kerumahnya.
Baru akan berjalan,Ken datang menghampiri Alice.
"Alice,kau sudah mau pulang??"tanya Ken pada Alice.
"Iya pak." jawab Alice tersenyum.
"Ini sudah diluar jam kerja,jangan panggil aku bapak..Ayo,aku akan mengantarmu pulang." ujar Ken yang mencoba menggandeng tangan Alice.
Tapi,Alice justru menolak saat Ken akan menggandeng tangannya.Membuat sesaat Ken menatap bingung.
"Maaf kak,aku pulang sendiri saja..Terima kasih untuk tawarannya..kakak pulang saja..selamat malam." jawab Alice menunjukkan sikap ramahnya.Yang justru membuat Ken merasa aneh dan heran.
"Kenapa??kau tidak biasanya menolak ku untuk mengantarmu pulang.."tanya Ken bingung.
Ken langsung menahan tangan Alice,menghentikan langkah kaki Alice yang akan meninggalkannya.
"Apakah kau sedang mencoba menjaga jarak dengan ku?" tanya Ken menebak,karena dia mengerti melihat sikap Alice yang sudah berbeda sejak bertemu dengan ibunya.
"Tidak kak.." jawab Alice singkat.
"Lalu??kenapa sikapmu seperti ini??kau seperti menghindari ku??"tanya Kek lagi.
"Aku cuma tidak mau membuat kakak salah paham..kalau aku tidak berniat apa pun pada kakak." jawab Alice yang terpaksa mengungkap nya.
"Apa maksudmu?? niat apa??"tanya Ken yang semakin bingung.
"Maaf kak,sebaiknya jangan membahasnya lagi..Aku hanya ingin menjelaskan pada kakak,hubungan kita cuma sebatas teman dan sebatas antara karyawan dan juga bos ..aku tidak berniat apa pun untuk berharap pada kakak..Jadi jangan berpikir jika aku akan mencoba memiliki kakak. Karena aku sadar,aku cuma gadis buta yang memang tidak pantas dimiliki siapa pun..Maaf,kalau kata-kata ku menyinggung kakak..Aku cuma ingin kakak tidak berpikir salah paham denganku.." ucap Alice mengungkapkannya panjang lebar dan meninggalkan Ken begitu saja.
Ken pun langsung terdiam mematung mendengarkan semua ucapan Alice padanya.Ia tak menyangka jika Alice akan mengatakan sesuatu yang ternyata mengutarakan isi hatinya yang sebenarnya sangat kecewa.
Ken hanya bisa melampiaskan kekesalannya dengan mengacak rambutnya.Ia kesal bukan karena Alice,melainkan dirinya sendiri.Yang begitu bodoh,tidak bisa menyembunyikan sikapnya dari ibunya.Hingga membuatnya ikut turun tangan dan menegaskannya pada Alice.
Alice yang tidak tahu apa-apa,tapi justru dianggap sebagai pengganggu,yang mencoba masuk dalam kehidupan Ken.
Ken pun merasa sangat bersalah,karena sudah membuat Alice merasa kecewa dan kecil hati.Seakan membuat Alice dianggap tidak pantas dan diremehkan.
Yang seharusnya,Ken berusaha melindungi dan menjaga Alice,walaupun dia tidak mengungkapkan rasa sukanya pada Alice.
Tapi siapa sangka,jika harapan sebelumnya bisa memiliki Alice.Justru sudah menyakiti perasaannya.