Gadis Buta Milik Tuan Arogan

Gadis Buta Milik Tuan Arogan
Bab 77


"Lalu dengan cara apa supaya kau percaya dengan semua pernyataan ku??" tanya Dion.


"Tidak ada tuan..jawaban ku tetap sama..aku tidak percaya dengan semua pernyataan anda..tolong,antar aku keluar dari tempat ini."jawab Alice dengan tegas dan tetap menolak pernyataan Dion.


"Aku tidak mau." jawab Dion membalas Alice dengan menolak.


Alice kembali mengernyitkan alisnya keatas dengan heran.


"Tuan,tolong jangan seperti ini..aku harus pergi bekerja sekarang.." kata Alice memaksa Dion.


"Aku tidak peduli..Kau akan tetap disini,sampai kau menerima ku..Atau setidaknya memaafkan ku dan memberiku kesempatan untuk menebus semua kesalahan ku." jawab Dion dengan nada cueknya.


"Tuan..!! kalau anda memaksa ku seperti ini,aku justru akan semakin membenci anda.." sentak Alice mulai kesal pada Dion.


"Jika aku tidak memaksa mu,kau juga tidak akan pernah percaya padaku..Aku benar-benar serius meminta maaf padamu dan memiliki perasaan padamu..tapi kalau kau masih tidak percaya,aku tidak akan membiarkanmu keluar dari tempat ini." kata Dion yang tetap bertahan dengan kemauannya.


Alice pun langsung mendengus kesal.Seakan Dion memang tidak mau mengalah dan memaksa dirinya harus menerima pernyataan Dion untuknya.


"Aku mau mandi dulu..duduk lah dengan santai..aku akan segera kembali." ujar Dion meninggalkan Alice sendirian diruang tamu.


"Tapi. -" seru Alice yang tidak jadi melanjutkan kalimatnya.Karena mendengar Dion sudah memasuki ruangan dengan menutup pintu.


Alice menarik nafas panjangnya dan memilih duduk di sofa milik Dion.Alice yang tidak tahu seperti apa keadaan kediaman Dion,cuma bisa duduk diam sembari menunggu Dion datang.


Setengah jam berlalu,Dion keluar kamar dan berjalan menghampiri Alice.


Sesaat Alice dapat mencium aroma parfum yang dipakai Dion.Aroma parfum yang cukup khas untuk seorang pria dewasa,membuat Alice sedikit terhanyut dengan baunya.


"Apa kau sudah makan??aku sudah memesankan makanan,kita bisa makan bersama." tanya Dion dan memberitahu Alice.


Dion justru mengabaikan permintaan Alice dan merebahkan tubuhnya di sofa sambil bermain ponselnya.


"Tuan..Apa kau dengar kata ku??kenapa kau diam saja??" tanya Alice dengan memanggil Dion.


Dion masih diam dan tidak menanggapi panggilan Alice.


"Tuan,tolong jangan main-main..biarkan aku pergi dari sini..aku harus kembali ke toko.." sahut Alice yang terus memanggil Dion.


Dion tetap diam dan tidak mendengarkan panggilan Alice.


Alice semakin kesal sambil mendengus.


"Tuan,kenapa anda semakin menyebalkan??cepat bawa aku keluar dari tempat ini..!!" sentak Alice yang tanpa sadar meninggikan nada bicaranya.


Tapi Dion tetap mengabaikan ucapan Alice.


Dan beberapa saat Alice merasa ingin pipis,tapi ia merasa enggan untuk mengatakannya pada Dion.Agar diantarkan ke toilet pribadinya.


Aduh..bagaimana ini,kenapa harus sekarang aku ingin pergi ke toilet..'batin Alice yang mulai gelisah.


Alice mencoba menahan dirinya agar tidak ke toilet,tapi semakin ia menahannya semakin membuat dirinya tidak nyaman dan tidak tahan.Raut wajah Alice pun mulai gelisah dan panik,karena ia bingung bagaimana menahan dirinya agar tidak ingin ke toilet.


Gerak tubuh Alice semakin tidak bisa diam karena menahan ia ingin ke toilet.


Hal itu membuat Dion menatap aneh dengan tingkah laku Alice yang seperti orang gelisah dan tidak bisa diam.


"Kau kenapa??" tanya Dion menghampiri Alice.