Gadis Buta Milik Tuan Arogan

Gadis Buta Milik Tuan Arogan
Bab 88


"Jadi ternyata seperti itu sandiwara mu selama ini??" sahut Dion yang tiba-tiba muncul dibelakang Alexander.


Yang seketika terkejut dan menoleh kearahnya.


"Kau -" seru Alexander yang panik saat melihat kemunculan Dion.Begitu juga Alice yang tidak mengira Dion akan datang.


Dion hanya menatap dingin kearah Alexander sembari berjalan menghampirinya.


Namun,Alexander justru menatap tajam kearahnya.


"Oh,jadi kau mendengar semuanya??" tanya Alexander dengan santai nya.


"Semuanya..Semua kebusukan yang kau ceritakan aku dengar." jawab Dion.


Alexander memandang Dion dengan tersenyum sinis.


"Bagus lah kalau kau sudah tahu semuanya.Karena memang sudah tidak ada artinya lagi aku menutupinya dari mu.Kau sudah menghancurkan semua yang ku miliki.." ucap Alexander dengan bahasa yang lantang.


Dion pun seketika langsung tersenyum miring dan melirik kearah Alexander.


Tanpa bicara apa pun,sebuah tendangan mendarat tepat ke dada Alexander.


Buk..


Alexander langsung jatuh tersungkur akibat tendangan kuat dari Dion.


Alice pun terkejut dengan tindakan Dion yang tampa diduga begitu nekat menendang Alexander.


Dion menghampiri Alice dan melepaskan ikatan pada tubuh Alice.


"Apa kau terluka??" tanya Dion dengan tenang.


"Iya,tidak ada yang terluka.bagaimana anda bisa menemukan saya disini??" jawab Alice dan bertanya karena penasaran.


"Soal itu penting..lebih baik kita tinggalkan tempat ini." ujar Dion menggandeng tangan Alice untuk meninggalkan Alexander begitu saja yang masih terkapar karena tindakan Dion tadi.


Saat Dion akan membawa Alice pergi secara tiba-tiba Dion diserang oleh Alexander dan menusuk kan pisau kearah punggung Dion.


"Mati kau brengsek..!!" ucap Alexander dengan tatapan iblis.


"Akh." lirih Dion langsung meringis kesakitan saat memegangi punggungnya yang tertusuk pisau.


"Tuan..!!" teriak Alice yang histeris.


Alexander pun kini menyerang Alice dengan mencekik leher Alice.


"Kali ini giliran mu yang harus mati gadis sialan..Aku akan membuat mu bertemu dengan si wanita sialan itu juga..haha." ucap Alexander yang terus mencekik leher Alice hingga sulit bernafas.


Seakan pikirannya sudah dirasuki setan dan tidak menyadari apa yang sudah dilakukannya saat ini.Hanya sebuah kebencian dan amarah yang terus membayangi pikirannya.


"Ekh..Ekh.." lirih Alice yang berusaha meronta dan memukul tangan Alexander dari lehernya.


Alexander pun tidak peduli dan terus mencekik leher Alice.Baginya membunuh Alice dapat membalaskan rasa sakit hatinya pada Dion yang sudah menghancurkan hidupnya.


Tapi..


Bruak..


Dion menyerang Alexander dengan melemparkan kursi kearah kepala Alexander.Hingga membuat Alexander kembali terjatuh dan pingsan tidak sadarkan diri.


Alice yang terlepas dari cengkraman Alexander,langsung terbatuk sambil mengatur nafasnya.


"Uhuk..Uhuk." lirih Alice.


"Ayo kita pergi." ujar Dion yang sudah dalam keadaan terluka dan berdarah pada punggungnya.


"Tapi punggung tuan berdarah." ujar Alice yang seketika khawatir dengan keadaan Dion.


"Jangan pikirkan,aku tidak apa-apa." jawab Dion.


"Lalu bagaimana dengan dia??" tanya Alice menunjuk kearah Alexander yang masih pingsan.


"Biarkan saja,nanti akan ada yang mengurus.ayo." jawab Dion.


"Iya tuan..aku akan membantu tuan." jawab Alice langsung merangkul tangan Dion kearah pundaknya.


Dion hanya mengikuti arahan Alice.


Mereka pun akhirnya meninggalkan tempat tersebut.Dan Alexander pun telah diurus oleh orang suruhan Dion.


Dan Alexander kali ini harus membayar semua perbuatannya yang telah ia lakukan pada Dion dan Alice.Terutama untuk kejahatan yang pernah ia lakukan pada kedua orang tua Dion.