
Alice yang tetap tidak percaya,perlahan bangkit dan beranjak ingin pergi.Ntah bagaimana caranya dia bisa keluar,yang terpenting baginya adalah ingin menjauh dari nya.
Merasa trauma dengan semua perlakuan Dion,membuat Alice sulit menerima penyesalan Dion,apa lagi mempercayai semua perkataannya.
"Maaf tuan,lebih baik aku pergi saja..sepertinya tuan sudah salah bicara..tolong arahkan aku ke pintu keluarnya." ujar Alice yang memilih mengabaikan ucapan Dion sebelumnya.
Alice yang akan melangkahkan kakinya,tanpa diduga tangannya langsung ditarik oleh Dion.Hingga membuat dirinya jatuh kedalam dekapan Dion.
Dion tanpa pikir panjang,langsung mendekap tubuh Alice dengan erat.Agar tidak memberikan Alice sedikit pun lepas dari dekapannya.
Tindakan Dion jelas membuat Alice sangat terkejut dan panik.Terlebih dengan tindakan Dion yang mendekap tubuhnya.
"Apa yang anda lakukan??lepaskan aku." ujar Alice mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Dion.
Tapi Dion semakin mempererat dekapannya.Tidak peduli dengan Alice yang berusaha melepaskan diri dari nya.
"Lepaskan aku tuan,kenapa anda seperti ini." sahut Alice terus berusaha melepaskan dirinya.
"Aku menyukaimu Alice.." ungkap Dion dengan nada yang begitu dalam.
Seketika membuat Alice terdiam dan mematung.
"Rasa benci ku selama ini sudah berubah menjadi aku mulai mencintai mu.."ungkap Dion lagi.
Alice seakan tidak bisa berkata-kata.Ia masih diam mematung karena merasa apa yang diungkapkan seperti mimpi,lebih tepatnya seperti mimpi.
"Kasih aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya..Semakin aku terus bertemu dengan mu,kau semakin merasuki pikiran ku..dan bayanganmu sulit untuk lepas dari pikiran ku.." ungkap Dion mengutarakan seluruh isi hatinya.
Bagaimana tidak,semakin dia menghindar semakin ia justru terus teringat akan Alice.Sejak nyawanya telah diselamatkan oleh Alice,perlahan ia mulai yakin jika Alice benar-benar gadis yang tulus.Dan kesalahannya adalah telah membuat hidup Alice menderita.Sejak saat itu,Dion berusaha mengalahkan rasa ego dan kebenciannya pada Alice.Hingga tanpa sadar,ternyata dia menyukai sosok gadis seperti Alice.
"Hidup lah bersama ku,aku janji akan membuat hidup mu bahagia." ucap Dion meyakinkan Alice.
Alice masih diam dan tidak mengatakan apa pun pada Dion.
"Apa kau mau memaafkan aku??dan memberi ku kesempatan untuk memperbaiki semuanya??" tanya Dion.
Sesaat Alice menarik nafas panjangnya.
"Sebelumnya apakah tuan memikirkan apa yang sudah tuan katakan saat ini??" tanya Alice yang akhirnya bicara.
"Tentu,aku pasti memikirkan apa yang sebelumnya akan ku katakan..aku bukan tipe orang asal bicara.." jawab Dion.
"Lalu,apa alasan anda mengatakan hal itu??apa tuan pikir itu masuk akal??" tanya Alice lagi.
"Alasannya yang seperti yang ku katakan tadi,karna aku memiliki perasaan pada mu..semuanya masuk akal,apa yang tidak masuk akal??" jawab Dion menjelaskan dan bertanya.
"Tapi menurut ku tidak masuk akal..tuan yang sudah mempersulit hidup ku,yang sudah menghina ku,bahkan memfitnah ku,dan sekarang tiba-tiba tuan mengatakan bahwa tuan menyukai ku??aku rasa tuan memang sudah salah bicara..maaf sekali lagi tuan,aku tetap tidak mempercayai semua pernyataan anda." jawab Alice mengungkit semua perlakuan Dion padanya.