
Tiba di apartemen nya,Dion membawa Alice masuk dan menuntunnya kearah sofa.
"Duduk." ujarnya dan langsung melepaskan tangannya dari tangan Alice.Kini ia berjalan ke dapur untuk membuatkan minuman.
Alice yang merasakan tangannya sakit langsung memegangi tangannya.
Ia pun mencoba untuk bangkit berjalan kearah pintu.Tapi dengan keterbatasan yang dia miliki,ia pun bingung harus mencari dimana arah pintunya.
"Kau tidak akan bisa keluar dari tempat ini,tempat ini asing untukmu..lebih baik kau duduk saja." sahut Dion memberi peringatan pada Alice.
Sontak Alice pun langsung memasang wajah cemberut dan terpaksa duduk kembali.Karena bagaimana pun memang dia tidak akan bisa keluar dari tempat Dion.
"Apa yang sebenarnya tuan inginkan lagi??kenapa tuan membawa ku kesini??" tanya Alice dengan nada ketus.
"Ada satu hal yang ingin ku katakan padamu.'' ujar Dion saat menghampiri Alice dan menyuguhkan minuman yang ia buat untu Alice.
Alice pun menerima,tapi tidak meminumnya langsung.
"Katakan apa??cepat tuan katakan dan setelah ini antar aku ketempat aku bekerja.'' tanya Alice masih ketus.
"Seperti kata ku tadi,berhenti bekerja disana dan bekerja dengan ku.'' ucap Dion dengan tegas.
Membuat Alice sesaat terheran dengan ucapan Dion yang tiba-tiba dan tidak terpikirkan olehnya.
"Apa maksud anda??omong kosong apa yang sudah tuan katakan??" tanya Alice yang menganggap Dion sedang bicara tidak masuk akal.
Alice pun mengernyitkan alisnya keatas.dan merasa aneh dengan ucapan Dion dan tidak percaya begitu saja.Sebab Alice tidak mau terjebak dengan semua perkataan Dion yang bisa membuatnya terjebak dan kembali terlibat dalam masalahnya.
"Maaf tuan,simpan saja omong kosong anda itu.karna aku tidak tertarik dan tidak percaya dengan semua perkataan anda.." jawab Alice menolak dnegan tegas.
"Apa kau masih dendam dengan ku??" tanya Dion mengalihkan pembicaraannya.
Alice hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Dion.
"Apa dengan aku meminta maaf,kau mau berdamai denganku?" tanya Dion.
Alice semakin bingung dan heran dengan sikap dan ucapan Dion saat ini.
"Sebenarnya apa yang sedang tuan rencanakan??Kenapa harus melibatkan ku lagi??sejujurnya aku sudah cukup lelah menghadapi berbagai masalah karna ulah tuan sendiri..jadi tolong,jangan melibatkan atau mempermainkan ku lagi.. Aku hanya ingin menjalani hidupku secara normal lagi.'' ucap Alice panjang lebar.Seolah ingin mengungkapkan semuanya yang sudah dibebani oleh ulah Dion.
Melihat raut wajah Alice yang benar-benar meluapkan semua beban dihatinya,membuat Dion langsung menghela nafasnya.
"Maaf.. Aku sudah membuatmu selalu menderita..biar aku menebus semua kesalahan ku selama ini.'' ungkap Dion dengan nada yang begitu pelan dan benar-benar tulus.
Seketika membuat Alice tercengang saat mendengar ungkapan Dion yang meminta maaf padanya.Namun,Alice tetap bertahan tidak mempercayai ucapan Dion begitu saja.
Sementara Dion,tidak tahu kenapa ia hatinya yang terus dihantui rasa bersalah,membuatnya ingin mengungkapkan penyesalan nya pada Alice.Yang padahal sebelumnya ia begitu benci dengan sosok Alice yang dianggapnya adalah seorang gadis penipu.
"Tuan jangan bercanda.. aku tidak percaya dengan ucapan tuan,itu pasti cuma kebohongan tuan saja..maaf tuan,jangan terus mempermainkan ku.. aku cuma manusia biasa,bukan boneka yang bisa di permainkan sesuka hati anda." jawab Alice yang tetap kukuh tidak percaya dengan ucapan Dion