
Beberapa hari kemudian..
William Elisa meminta Dion untuk datang ke kediamannya.Dion yang sebenarnya malas untuk datang,dengan terpaksa memenuhi permintaan.
Tiba dikediaman kakek neneknya,Dion yang akan masuk ke kediaman kakek neneknya.Tiba-tiba ia berpapasan dengan Angela yang baru saja datang.
"Sayang.." sahut Angela yang dengan percaya dirinya memanggil Dion dengan kata sayang sambil tersenyum.
"Berhenti memanggilku dengan sebutan menjijikan itu.." ucap Dion dengan nada dingin.
Angela hanya mendengus kesal.
"Kenapa kau kesini??apakah mereka juga yang menyuruhmu??"tanya Dion langsung mencurigai Angela.
"Iya..Nenek mu yang mengundangku untuk makan malam bersama..Karna kau juga diundang,jadi aku memenuhi permintaan dia." jawab Angela dengan raut wajah yang bersemangat.
Sesaat Dion pun menarik nafas panjangnya dan langsung memasuki kediaman kakek neneknya.Angela pun bergegas mengikuti Dion dari belakang.Dan dengan cepat ingin merangkul lengan Dion.
Namun,Dion dengan cepat menepis tangan Angela secara kasar.
"Singkirkan tanganmu,jangan coba menyentuh..!!" sentak Dion mulai kesal.
"Memangnya kenapa??apa salahnya?sebentar lagi kita juga akan menikah Dion..kan lebih bagus jika dari sekarang kita mulai dekat..Kenapa sikapmu selalu saja sinis.." tanya Angela yang protes pada Dion.
"Terus saja kau bermimpi..Karna sampai kapan pun aku tidak akan sudi menikah dengan wanita ja*ang sepertimu..paham..!!" ucap Dion yang langsung mengeluarkan kata tajam nya.
Sebuah tamparan pun mendarat tepat di pipi Dion.
Angela yang merasa telah dihina dan direndahkan harga dirinya,karna ucapan tajam Dion.Membuatnya tidak bisa lagi menahan kesabaran.
"Kau..-" seru Dion menatap tajam kearah Angela.
"Cukup Dion..!!kita ini sudah dijodohkan..kalau kau memang tidak suka aku,kenapa kau harus menerima perjodohan itu??kenapa kau tidak bisa memberikan kesempatan untuk kita menjalin hubungan ini secara alami??kenapa kau harus membenciku??apa tujuanmu sebenarnya??" sentak Angela yang meluapkan amarahnya.
Dion yang tidak terima dengan tamparan yang diberikan Angela.Langsung mengapit kedua pipi Angela dengan kuat.
"Dengar wanita sialan..Tidak perlu aku menjelaskan kenapa aku membencimu,dan tidak perlu aku menjalani hubungan memuakkan ini secara alami sampai kau berharap kita bisa menikah..Apa pun tujuanku,itu bukan urusanmu..Urus saja dirimu sendiri..Dan urus pria yang sudah mencoba mengusikku."
"Kalau pria itu masih berani berurusan denganku,bukan cuma dia saja yang bisa habisi ..tapi kau juga akan kuhabisi..paham..!!" ucap Dion panjang lebar dan langsung menghempaskan wajah Angela secara kasar.
Dion pun langsung meninggalkan kediaman kakek neneknya.Tidak peduli bagaimana tanggapan mereka,karna dia sudah tidak ingin menemui mereka karna Angela.
Angela hanya bisa terdiam dan mematung.Ia seakan tidak bisa berkutik dan hanya bisa menerima perlakuan kasar dari Dion.Rasa cintanya yang sudah begitu mendalam,membuatnya sulit untuk melepaskan Dion.Sebenci apa pun Dion terhadapnya,Angela tetap akan terus menghancurkan benteng hati Dion yang begitu keras.
Tapi sesaat Angela merasa bingung,mengingat perkataan Dion yang menyinggung seorang pria yang mengusiknya.
"Siapa yang dia maksud??apakah Vino??tidak mungkin Vino melakukan hal sejauh itu..apa dia tahu siapa Dion sebenarnya??" tanya Angela sesaat berpikir.
"Tidak mungkin.. tidak mungkin Vino senekat itu..Aku harus temui dia.." ujar Angela yang juga ikut meninggalkan kediaman kakek nenek Dion.