
"Kalau begitu,bibi tinggal dulu ya..kalian mengobrol lah dulu." ujar Linda meninggalkan mereka.
"Baik bi,terima kasih."sahut Ken.
Setelah Linda meninggalkan mereka berdua,Ken pun menatap Alice.
"Bagaimana dengan keadaan mu??apakah sudah lebih baik??"tanya Ken ingin tahu.
"Ya,kondisi ku sudah mulai membaik kak..besok aku sudah boleh pulang." jawab Alice.
"Oh begitu,bagus lah..Dan apa aku boleh tahu??siapa orang yang berjaga diluar kamar ini??apa kau mengetahuinya??sepertinya kemarin aku tidak melihat mereka.??" tanya Ken penasaran.
"Oh..itu aku juga tidak tahu kak..kata bibi ku,mereka diperintahkan oleh seseorang."jawab Alice sengaja tidak memberitahu Ken.
"Seseorang??apa bibi mu mengenalnya??"tanta Ken semakin penasaran.
"Soal itu aku juga tidak tahu kak." jawab Alice lagi.
"Tapi kau yakin mereka hanya berjaga-jaga saja??tidak akan membahayakan mu kan??"tanya Ken memastikan.
"Kurasa tidak kak." jawab Alice.
"Ya sudah,jika terjadi sesuatu cepat beritahu aku..Aku tidak mau terjadi sesuatu dengan mu lagi.." kata Ken sesaat menggenggam tangan Alice.Membuat Alice perlahan melepaskan tangannya.
Melihat Alice yang secara tidak langsung menolak dirinya,membuat Ken sedikit kecewa.
"Iya,kakak tenang saja.." jawab Alice tersenyum tipis.
Membuat rasa kecewanya Ken seketika menghilang,hanya melihat senyuman polos dari wajah Alice.
"Dan aku punya kabar baik kak." ujar Alice.
"Sepertinya aku sudah mendapatkan donor kornea mata dari seseorang.." jawab Alice.
Ken pun langsung terkejut mendengar berita baik dari Alice.
"Benarkah??tapi dokter tidak menghubungi ku..kapan kau mengetahuinya??" tanya Ken lagi.
"Aku mengetahuinya dari bibi,dan dokter itu bukan dari kak Ken saat kakak membawa ku konsultasi waktu itu..Sebelum kakak mendaftarkan ku sebagai pasien penerima donor,bibi ku sudah lebih dulu mendaftarkan nya..Dan tadi dia diberitahukan oleh pihak rumah sakit,jika aku sudah mendapatkan pendonornya." jelas Alice panjang lebar.
"Oh begitu..tapi syukur lah..aku ikut senang,akhirnya kau mendapatkan pendonornya..Tapi apa bibi mu tahu siapa orang itu??" tanya Ken.
"Aku kurang tahu kak,mungkin bibi yang tahu.." jawab Alice apa adanya.
"Ya sudah tidak apa-apa..yang terpenting semoga semuanya berjalan dengan lancar..dan kau bisa melihat lagi." ucap Ken mendoakan Alice.
"Amin..terima kasih kak." jawab Alice kembali tersenyum.
...****************...
Ayah Angela mendatangi kediaman kakek nenek Dion.Berniat ingin meminta penjelasan pada mereka.Karna menganggap mereka mengetahui apa yang sudah dilakukan Dion pada perusahaannya.
"Oh...Tuan Alexander..Ada angin apa tiba-tiba anda mengunjungi kediaman kami." sapa William kakek Dion dan juga Elisabeth neneknya dengan ramah.
"Tidak usah basa basi,apa yang sudah kalian lakukan dengan perusahaan ku??apakah kalian sengaja ingin menghancurkan perusahaan ku??"tanya ayah Angela dengan nada tinggi dan emosi.
"Apa maksud anda??kami tidak mengerti??"tanya kakek Dion yang bingung sambil sesaat bertatapan dengan istrinya.
"Jangan pura-pura tidak tahu.. karena ini menyangkut dengan perusahaan mu..!!beraninya kalian membatalkan kerja sama perusahaan kita,sementara proyek kerja sama itu sudah berjalan hampir 50%..apakah kalian sengaja ingin menghancurkan perusahaan ku??bahkan para pemegang saham itu juga menarik kembali saham mereka..karena ulah kalian..!!" jelas ayah Angela yang semakin emosi dan tidak terkendali.