Gadis Buta Milik Tuan Arogan

Gadis Buta Milik Tuan Arogan
Bab 60


"Ya,ibu memang terpaksa melakukan itu semua karena demi kebahagiaan mu..!!" jawab Amanda menantang ucapan Ken anaknya.


"Tapi ibu tidak harus melakukan hal sejauh itu,apa ibu tidak berpikir bahwa apa yang ibu lakukan itu sudah tindak kriminal..Aku tidak habis pikir kenapa kau bisa setega itu,kau seperti bukan ibu ku.." jawab Ken membalas ucapan ibunya.


"Kalau kau ingin ibu berhenti melakukan itu semua,kau juga harus berhenti mengejar gadis buta itu..Tapi jika kau masih saja nekat,jangan salahkan ibu kalau ibu akan terus menyakitinya..Ibu tidak peduli dengan apa yang ibu lakukan,yang ibu inginkan hanya kau berhenti mengejar gadis buta itu..Paham.!!" kata Amanda dengan tegas dan langsung pergi.


Ken yang melihat sikap ibunya hang sudah diluar batas hanya bisa menarik nafas panjangnya.Ia pun terduduk lemas,seakan ia lelah melihat sikap ibunya.Ken pun mengepal pecahan guci tersebut hingga membuatnya tangannya berdarah.


Seolah ia sedang meluapkan seluruh amarahnya dengan pecahan guci tersebut.Tidak peduli seberapa banyak darah yang mengalir dan sakit yang ia rasakan.Karna semuanya dikalahkan dengan amarahnya yang di lampiaskan okeh pecahan guci itu.


...****************...


Dion kembali kekantor dan menghempaskan tubuhnya disofa ruangannya.Ia menarik nafas panjangnya sambil membuat dahinya


Tak berapa lama Arga pun muncul tanpa membuat janji dulu padanya untuk bertemu.


"Bro..apa kau sibuk??" tanya Arga menghampiri Dion.


Sesaat Dion hanya melirik tanpa menjawab.


"Aku sedang bosan,jadi aku sengaja main kesini." ujar Arga langsung duduk dengan santai nya.


"Kau kenapa??apa kau ada masalah??" tanya Arga lagi.


"Tidak ada.." jawab Dion singkat.


"Kau mau keluar??cari angin segar atau ngopi di starabucks juga boleh." tanya Arga mencoba mengajak Dion untuk keluar


"Starbucks bukan starabucks bodoh.." sahut Dion dengan nada datar.


"Hahaha..Aku tahu,aku cuma bercanda..Jadi kau mau atau tidak??selagi aku sedang santai sekarang." gurau Arga sambil tertawa kecil.


"Kau setiap hari santai,tidak pernah aku mendengar kata sibuk dari mulut mu." sindir Dion.


Dion kembali melirik datar.


"Garing sekali lelucon mu.." sindir Dion lagi.


"Sudah lah,ayo kita pergi keluar saja.." ujar Arga yang masih tidak berhenti mengajak Dion terus.


Dion akhirnya menuruti ajakan Arga untuk bersantai sejenak di cafe.Setidaknya ia ingin menghilangkan beban pikirannya setelah apa yang dia lihat sebelumnya di rumah sakit.


"Jadi,kau punya masalah atau tidak??" tanya Arga kembali menyinggung.


Dion melirik Arga sambil menghela nafas panjangnya.


"Tempo hari aku menolong seorang gadis yang menjadi korban tabrak lari."


"Lalu??"


"Tidak disangka jika gadis yang ku tolong ternyata gadis buta itu."


"Benarkah??bagaimana bisa kalian bertemu lagi??ini namanya pertemuan tidak terduga..Jadi apa yang mengusik pikiranmu??"


"Apa kau pikir aku sedang banyak pikiran??"


"Tentu,raut wajah mu tidak bisa di bohongi.. aku bisa menebak bahwa ada yang mengusik pikiran mu..apakah gadis buta itu??" tanya Arga menebak pikiran Dion.


Sesaat Dion terdiam menunduk.


"Jadi benar kau sedang memikirkan gadis itu??kenapa??kau memikirkannya karena masih merasa benci atau sebaliknya??"


Dion memilih diam karena dia juga bingung bagaimana menjawabnya.Dan bingung dengan pikirannya saat ini,kenapa dia terus memikirkan Alice.