Gadis Buta Milik Tuan Arogan

Gadis Buta Milik Tuan Arogan
Bab 9


Dion dan Arga pun menuju sebuah restoran dekat kantor nya untuk makan siang bersama.


Disaat mereka selesai makan siang,sesaat Arga memperhatikan wajah Dion yang sejak tadi terlihat datar dan tidak bersemangat.


"Jelek amat tuh muka ditekuk kayak belum dapat jatah dari Angela!" ledek Arga pada Dion.


Arya Baskoro, seorang CEO muda yang tidak kalah hebatnya dari Dion. Dia merupakan sahabat Dion sejak masih mengenakan seragam putih biru dan mereka selalu bersama selama menempuh masa pendidikannya. Jangan tanya sejauh mana hubungan mereka, karena jelas mereka sangat dekat dan tidak akan bisa dipisahkan sama sekali oleh siapa pun, kecuali sang maut.


"Jatah apaan dari ja*ang kayak dia?Lebih tepatnya jatah dibuat emosi sih sudah!" kata Dion yang memang selalu malas kalau sudah membahas mengenai wanita yang satu itu.


Arga yang merupakan sahabat Dion itu jelas tahu kalau sahabatnya itu dijodohkan dengan Angela meski pun alasan dari perjodohan itu adalah karena sebuah bisnis. Namun, siapa yang peduli apakah alasan perjodohan itu bisnis atau karena cinta, yang jelas semua sudah terjadi dan Arga cukup paham kalau sahabatnya itu sangat tidak suka dengan perempuan bernama Angela itu.


Bukan hanya Dion yang tidak suka, tetapi dirinya pun tidak menyukai wanita yang satu itu yang dianggap sebagai perempuan tidak tahu diri dan tidak tahu malu tentunya.


"Buat ulah apalagi wanita ja*ang yang satu itu?" tanya Arga yang sudah sangat paham dengan panggilan yang mereka berikan kepada Angela.


Bukan tanpa alasan kenapa Angela mendapatkan panggilan itu, semua karena sikap Angela yang sangat suka menggoda Dion. Bukan hanya itu, Arga pun sempat melihat Angela keluar dari salah satu kamar hotel bintang lima bersama seorang pria lain, dan tidak perlu ditanya lagi bukan apa yang dilakukan laki-laki dan perempuan di dalam kamar hotel yang tertutup itu.


"Dia tiba-tiba datang ke kantor dan dengan enaknya dia memintaku menemaninya shopping, dikira dia siapa yang bisa mengatur hidupku sesuka hatinya dan memaksaku untuk mengikuti semua maunya!" kata Dion yang mengingat dengan jelas apa yang dilakukan Angela dan hal itu membuatnya sangat jijik dengan hal itu.


Seorang Dion Walton yang terkenal sangat enggan masuk ke dalam pusat perbelanjaan yang dianggapnya tempat terkutuk itu, apa jadinya kalau sampai Dion tidak menolak Angela?


"Tidak usah tertawa seperti itu!" tegur Dion yang kesal dengan sikap Arga yang saat ini sedang mengejeknya.


"Hahaha ... kenapa kau tidak iyakan saja apa yang wanita gila itu minta? Lumayan kan kau bisa jalan-jalan ke mall dengan wanita cantik nan seksi yang jadi idaman banyak lelaki itu?" ejek Arga yang lagi-lagi dia tertawa karena hal itu.


"Sialan!" umpat Dion sambil melemparkan serbet yang ada di atas meja ke muka Dion.


"Wah, mulai main kasar nih!" kata Arga yang tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh Dion dan bersiap untuk membalaskan dendamnya kepada lelaki yang satu itu.


"Mau ngapain kau?" tanya Dion dengan bahasa santainya. Yang menandakan kalau apa yang akan terjadi jelas keluar dari jati diri mereka yang diperlihatkan sebagai seorang CEO, pimpinan perusahaan yang sangat disegani oleh anak buahnya itu.


"Aku tidak akan ngapa-ngapain, hanya mau pesan minuman saja!" kata Arga yang kemudian beranjak dari duduknya sambil menggulung lengan baju.


"Tunggu saja pembalasan ku, Dion Walton!" ujar Arga tersenyum iblis.