Dari Peristiwa Menjadi Cinta

Dari Peristiwa Menjadi Cinta
Penyamaran


Nama : Fani


Fani adalah teman baiknya Olivia dan Laura dia menjadi angkatan militer bersamaan dengan laura. Fani memiliki sifat yang baik hati, setia, dan pintar dalam membuat strategi


Nama : Laura


Laura adalah teman baiknya Fani dan Olivia dia menjadi angkatan militer bersamaan dengan Fani. Laura memiliki sifat yang sedikit emosian, baik hati,dan setia kepada teman temannya


Nama : Arya


Arya adalah sahabat baiknya Toni dan juga kaki tangan Jenderal Valdo


...----------------...


" Baiklah aku mengerti, untung saja ketika berbicara dengan Toni dan Arya waktu itu mereka memberitahu tentang CCTV milik Jenderal Valdo itu berbeda dari CCTV yang lain, CCTV itu bukan hanya bisa merekam saja melainkan dia juga bisa merekam suara kita ketika kita berbicara sesuatu " ucap Fani sambil mengingat perkataan Arya


" Kau benar, baiklah kalau begitu aku pergi dulu dan ingatlah isyrat yang aku katakan " ucap Laura dan pergi meninggalkan Fani yang masih berada di mes nya


Sesampainya Laura di mes nya Jenderal Valdo, dia pun bersiap siap menutupi dirinya agar tidak terlihat oleh CCTV


" Baiklah sekarang bagaimana aku bisa menutupi diri ku ini agar tidak terlihat oleh CCTV " ucap Laura sambil melihat ke segala arah mencari sesuatu yang bisa menutupi dirinya agar tidak terlihat di CCTV


Dan pandangan Laura pun tertuju pada sebuah kotak yang tinggi kotak itu sama persis seperti tinggi badannya


" Hmm, sepertinya kotak ini bekas lemari es, hemh sepertinya aku bisa menggunakan ini, tapi siapa yang membeli lemari es ini dan juga jika dilihat lagi kotak ini sepertinya sudah berada disini sekitar dua atau tiga minggu, oh iya aku lupa bahwa beberapa minggu yang lalu Jenderal Valdo mengatakan kepada Toni bahwa lemari es nya rusak mungkin saja dia membeli yang baru tapi kotak ini kenapa masih di biarkan disini dan tidak di buang? " ucap Laura sambil kepala yang dipenuhi oleh tanda tanya


" Heh aku tau, pasti petugas sampah tidak melihat sampah yang sebesar ini, heh tidak bisa menjaga kebersihan awas saja jika seandainya mereka melakukan pembersihan sampah disini aku akan menasehati mereka " ujar Laura dengan nada yang kesal


Laura pun mengambil kotak itu dan masuk kedalam kotak itu, Laura pun berjalan menuju mes nya Jenderal Valdo


Ketika berada di depan pintu Laura pun menggunting kotak yang menutupi tubuh nya itu untuk menggapai pintu tersebut


" Baiklah aku akan membuat dua lubang, satu lubang itu aku melihat dan satu lagi untuk aku membuka pintu " batin Laura


Disaat Laura sudah selesai melubangi kotak tersebut ia pun ingin membuka pintu tersebut


" Eh tunggu sebentar jika seandainya aku membuka pintu ini bukankah akan ada sidik jari bahwa aku membuka pintu ini, hehh sepertinya aku harus menggunakan cara yang lain " batin Laura sambil berpikir dengan keras


Laura pun mengambil slotif yang ada di dalam sakunya dan melilit pegangan pintu itu


" Baiklah sekarang aku hanya tinggal membuka pintu ini " batin Laura merasa lega


Ketika Laura ingin membuka pintu tersebut ternyata pintunya terkunci, Laura pun mengambil jepit rambutnya dan membuka pintu itu secara paksa


Pintu itu pun terbuka, lalu Laura pun masuk kedalam


Setelah sampai didalam Laura melihat sekeliling dan mencari ruang kerja pribadi Jenderal Valdo


Setelah sampai diruangan yang terakhir ia pun menemukan ruang kerja tersebut


" Yosh, akhirnya kau ketemu juga " ujar Laura sambil membuka pintu dan masuk kedalam ruangan tersebut


Didalam ruangan tersebut Laura sedikit heran karena didalam ruangan tersebut tidak ada CCTV sama sekali


" Kenapa diruangan ini tidak ada CCTV bahkan aku melihat secara teliti disini tidak ada CCTV ataupun perekam disini, apakah Jenderal Valdo sengaja karena di ruang tamu tadi dia memasang empat CCTV " ucap Laura dengan nada yang pelan juga keheran dan merasa sedikit curiga


" Sepertinya dia merasa kalau CCTV yang berada di ruang tamu sudah cukup untuk menangkap seseorang yang ingin masuk dengan paksa ke dalam mes nya " ucap nya lagi dengan nada yang pelan


Laura pun keluar dari kotak yang menutupi tubuh nya itu dan mulai mencari berkas berkas yang diminta oleh Olivia


Sebelum menyentuh sesuatu ia pun melilit tangannya dengan slotif yang ia bawa tadi dan dia pun mulai mencari berkas yang diminta


Tidak berapa lama dia mencari dia menemukan sebuah buku diary, dan beberapa kertas yang tersembunyi di bawah rak kecil, dan juga dia mendapatkan dua lembar kertas yang tersembunyi didalam sebuah dokumen


" Baiklah mungkin ini saja sudah cukup karna ketika aku melihat berkas berkas yang lain itu hanya berisi tentang pekerjaan nya saja dan tidak lebih dari itu " ucap Laura lalu mengambil kertas itu dan mengambil kotak yang menutupi tubuh nya tadi lalu memakainya


Ia pun keluar dari siangan tersebut, setelah keluar dari ruangan tersebut dia berjalan menuju pintu keluar


Sesampainya di pintu keluar Laura menutup pintu itu dan membuka slotif yang melilit pintu itu dan mengambil jepit rambutnya yang ada di kunci pintu


Setelah selesai membuka slotif yang melilit pintu dan mengambil jepit rambutnya tiba-tiba ponsel nya bergetar


" Hahh? siapa ini apakah Fani? " ujar Laura sambil mengangkat telpon itu dan menyetel volume handphone nya agar menjadi pelan


" Laura apakah kau sudah selesai Jenderal Valdo sudah kembali cepatlah sedikit " ucap Fani dengan nada yang pelan


Laura pun mengetuk handphone nya dengan pelan sebanyak tiga kali


" Oh baiklah aku akan menutup telpon nya " ucap Fani pelan dan menutup telpon nya


Laura pun mulai menjauh dari mes nya Valdo, setelah merasa cukup jauh dia pun keluar dari kotak tersebut dan mulai bersiap siap untuk menyamar menggunakan slotif, gunting dan sedikit kapas yang ia bawa tadi


" Baiklah berkas ini aku akan menaruhnya didalam baju ku agar tidak kelihatan " ucap Laura


Laura pun mengambil slotif lalu meletakkan slotif itu di pipinya dan membuat pipinya sedikit gendut setelah itu dia pun menaruh slotif di kelopak matanya lalu menarik nya sedikit yang membuat matanya sedikit kecil


Setelah itu dia pun menyanggul rambutnya dan memakai topi yang iya buat dari kotak yang dia gunakan untuk menutupi tubuh nya tadi lalu ia pun bergegas pergi dari tempat itu


Ditengah perjalanan ia pun berpapasan dengan Jenderal Valdo


" Hahh?! ku harap dia tidak mengenaliku dengan penampilan yang seperti ini " ucap Laura dengan sedikit takut dan gugup