Dari Peristiwa Menjadi Cinta

Dari Peristiwa Menjadi Cinta
Canggung


"Kakak … kau." Olivia terharu namun disisi lain ia juga pasrah akan ledekan yang ia dengarkan dari Anggi Jefri dan Ivan.


"Ahahaha' jadi seperti itu ya, apakah Ibumu yang mengatakan nya?" tanya Valdo kepada Chika untuk melerai kecanggungan pada saat itu.


"Ya, apakah itu benar Paman." Chika menganggukkan kepala nya dan menanyakan kembali apakah benar Valdo akan menikah dengan Olivia.


"Ya, e'emm Paman rasa begitu. Oh ya, Paman kemari ingin mengatakan sesuatu kepada Chika."


"Apa?"


"Paman ingin meminjam Bibi Chika untuk dua minggu ke depan."


"Meminjam? apa yang kau katakan, apakah kau menganggap ku adalah barang yang bisa di pinjam oleh orang lain." Batin Olivia tertegun dengan perkataan Valdo yang mengatakan meminjam.


"Tentu saja, bukankah nantinya Bibi akan menjadi istrinya Paman."


Seketika Olivia dan Valdo merasa canggung dan malu saat mendengar omongan dari Chika yang seperti itu.


"Sudah Chika, jangan menanyakan sesuatu yang membuat Paman dan Bibi mu merasa canggung dan malu," ujar Ivan menimpali pembicaraan antara Chika dan Valdo.


"Ohh begitu ya, kalau begitu baiklah Chika tidak akan menanyakan nya lagi."


"Baiklah Valdo Olivia, bukankah kalian akan pergi. Jika begitu kalian harus cepat berangkat," kata Ivan yang memindahkan topik pembicaraan canggung tersebut.


"E' oh iya, kalau begitu aku akan pergi membawa Olivia. Terimakasih atas izin yang anda berikan senior Ivan." Valdo berterima kasih kepada Ivan yang telah membiarkan nya untuk membawa Olivia ke Swiss.


Kemudian Valdo berpamitan dengan Anggi Jefri dan Chika, setelah berpamitan Valdo juga Olivia menaiki mobil yang Valdo bawa dan pergi ke bandara.


Di perjalanan Valdo dan Olivia tidak berkata sepatah katapun karena memikirkan perkataan Chika sewaktu di rumah tadi, sampai tiba di bandara, mereka langsung pergi ke tempat pemeriksaan pasport. Di pasport itu sudah tertera kapan pesawat yang akan mereka naiki lepas landas, dan ternyata pesawat itu akan lepas landas sebentar lagi.


Sebelum mereka berangkat Valdo membawa Olivia berbelanja pakaian untuk dirinya dan juga Olivia. Sesampainya mereka di tempat perbelanjaan semua pandangan mata orang yang ada di sana tertuju ke arah Valdo dan Olivia.


"Apa? kenapa pandangan mereka seperti itu, dan kenapa mereka melihat ku dengan tatapan seperti itu … apakah karena pria yang berada di samping ku ini, wajahnya yang tampan itu sangat menyilaukan." Gerutu Olivia yang melirik kanan dan kiri melihat begitu banyak mata yang tersorot kepada mereka berdua, dan menyalahkan Valdo karena menjadi sorotan banyak orang.


"Apa yang kau lihat? apakah ada sesuatu di wajah ku," tanya Valdo yang penasaran melihat Olivia yang sedari tadi melirik kanan kiri lalu melihat wajahnya.


"Ee' tidak, tidak ada."


"Ya sudah kalau begitu kau cari saja pakaian mu di sebelah sana, dan aku akan mencari pakaian ku disebelah sini."


Valdo dan Olivia berpencar untuk mencari pakaian mereka masing-masing.


"Sudahlah sebaiknya aku jangan mengingat nya, aku masih sedikit canggung mengingat apa yang terjadi di rumah nya tadi." Valdo kembali tersadar dan teringat akan kejadian yang terjadi di rumah Olivia.


"Huhh … baiklah, sekarang baru apa yang harus ku pilih," kata Valdo sembari melihat lihat baju disana.


Ketika Valdo sedang memilih milih baju dan melihatnya tiba-tiba saja datang seorang wanita yang menghampiri nya sambil menyapanya. "Hei siapa nama mu?" tanya wanita itu dengan nada bicara nya yang sok akrab.


"Seperti nya kau tidak perlu tau siapa nama ku," jawab Valdo yang tidak menoleh melihat arah wanita itu dan kembali memilih baju.


"Emm' ayolah, jangan terlalu cuek. Oh iya, apakah kau sudah mempunyai pacar? atau kau sudah mempunyai orang yang kau sukai?"


Mendengar pertanyaan dari wanita asing itu Valdo sontak berhenti memilih milih baju untuknya dan mengingat sesuatu.


"Hei, kenapa kau diam saja, apakah kau sudah mempunyai orang yang kau su-" Valdo langsung berbicara dan memotong perkataan wanita itu. "Maaf permisi, aku harus mencari seseorang." Ia pun meninggalkan wanita itu tanpa menjawab pertanyaan dari wanita tersebut.


****************


Beralih ke Olivia sewaktu berpencar dengan Valdo, ia melihat lihat baju sambil memikirkan sesuatu.


"Hmm' perkataan kakak tadi saat di rumah, apakah jika aku bersama Valdo dia akan setuju. Heh' tapi berbeda dengan Valdo, mungkin saja dia mempunyai orang yang dia sukai atau dia hanya menganggap ku sebagai teman dan ketika aku mengatakan perasaan ku dia akan menolaknya." Olivia berpikir keras tentang dirinya dan juga Valdo.


Seketika lamunan Olivia berakhir dan ia pun menepuk-nepuk pipinya sebanyak tiga kali.


"Ayolah Olivia sadar! apa yang sedang kau bicarakan dari tadi, dimana sifat mu yang tidak peduli dengan perasaan orang lain, bahkan kau tidak peduli apa yang orang lain katakan tentang dirimu, di mana sifat itu sekarang. Hahh … sudahlah sebaiknya aku memilih baju ini sekarang jika tidak Valdo akan mengomeli ku karena aku sangat lama hanya karena memilih baju saja." Olivia kembali memilih baju untuk dirinya.


Ketika Olivia sedang asik memilih milih baju tiba-tiba ada seorang pria yang menghampiri nya. "Hai wanita cantik di sana, siapa nama mu?" ujar pria itu memulai obrolan dengan manis.


"Apa peduli mu, nama ku tidak ada hubungannya dengan mu," ketus Olivia dengan lirikan jijik melihat pria yang datang menghampiri nya itu


Pria itu berjalan mendekati Olivia dan menepuk pelan pundak Olivia. "Hei ayolah jangan begitu, kau hanya perlu memberitahukan nama mu atau kau sangat malu ketika aku bertanya nama mu secara langsung, atau kau ingin aku menanyakan nama mu lewat sambungan telpon saja, kalau begitu berikan nomor telpon mu."


Olivia menepis tangan pria itu yang menepuk pundak nya dan menatap pria asing itu dengan tatapan yang dingin. "Hei' berani sekali kau mengatakan hal yang seperti itu, apakah kau sudah bosan hidup? atau kau ingin melihat dirimu yang di kuliti secara hidup-hidup, kau hanya bisa memilih antara dua itu dan aku akan melakukannya untukmu."


Pria itu langsung terdiam saat melihat dan mendengar perkataan Olivia yang seperti itu, secara tiba-tiba Valdo pun datang. "Olivia apakah kau baik-baik saja?" tanya Valdo dengan nada suara nya yang sedikit kuat juga sedikit khawatir.


...****************...


...Berawal dari sebuah pertemuan yang tidak menyenangkan, dan berakhir dengan cinta yang membahagiakan. Apakah ada cinta yang seperti itu …...